MOMSMONEY.ID - Hiperglikemia atau kadar gula darah tinggi bisa menyebabkan komplikasi langsung seperti ketoasidosis diabetik dan keadaan hiperglikemik hiperosmolar yang keduanya memerlukan perhatian medis segera.
Dampak jangka panjang dari hiperglikemia yang tidak terkontrol meliputi kerusakan organ, berpotensi menyebabkan penyakit jantung, masalah ginjal, kerusakan saraf, masalah mata, dan melemahnya sistem kekebalan tubuh.
Marina Basina, dokter endokrinologi klinis, menyebutkan, mengelola kadar gula darah bisa melalui diet, olahraga, pengurangan stres, pengaturan berat badan, dan pemantauan rutin untuk mengurangi komplikasi jangka panjang.
Baca Juga: Vitamin B Kompleks Punya Efek Luar Biasa: Risiko Gula Darah Turun 11%
Apa saja komplikasi langsung dari gula darah tinggi?
Ketika kadar gula darah meningkat, hal itu menyebabkan gejala seperti kelelahan, haus, dan sering buang air kecil. Jika kadar terus meningkat, Anda akan mengalami gejala yang lebih serius seperti masalah penglihatan dan kebingungan.
Dilansir dari Healthline.com, kadar gula darah yang terus tinggi dalam waktu lama menyebabkan dua komplikasi yang berpotensi mengancam jiwa yakni ketoasidosis diabetik dan keadaan hiperglikemia hiperosmolar. Hal ini dapat menyebabkan koma dan kematian.
Insulin adalah hormon yang diproduksi oleh pankreas. Biasanya, pankreas akan melepaskan insulin setelah Anda makan untuk memindahkan glukosa ke dalam sel agar digunakan sebagai sumber energi.
Namun, tubuh penderita gula darah tinggi tidak memproduksi insulin atau tidak menggunakan insulin secara efektif. Ketoasidosis diabetik terjadi ketika tubuh tidak memiliki cukup insulin untuk memindahkan glukosa ke dalam sel secara efektif.
Ketika ini terjadi, kadar gula darah tetap tinggi dan tubuh malah memecah lemak dari hati untuk mendapatkan energi. Proses pemecahan lemak ini menghasilkan asam yang disebut keton. Keton dapat menumpuk dalam darah dan membuatnya lebih asam.
Sementara, hiperosmolar hiperglikemik adalah komplikasi potensial lain dari gula darah tinggi, Kondisi ini mirip dengan ketoasidosis diabetik tetapi tidak melibatkan produksi keton atau peningkatan keasaman darah.
Biasanya, seseorang mengalami penyakit atau infeksi sebelum mengalami hiperosmolar hiperglikemik. Kondisi ini ditandai dengan hiperglikemia dan dehidrasi berat.
Hal ini menyebabkan darah menjadi lebih pekat yang disebut osmolaritas tinggi. Ketika darah menjadi lebih pekat, air akan ditarik keluar dari organ dan jaringan lain.
Baca Juga: Gula Darah Tinggi Langsung Normal Berkat 8 Pilihan Olahraga Ini
Apa saja komplikasi jangka panjang dari gula darah tinggi?
Berikut komplikasi jangka panjang dari gula darah tinggi:
1. Penyakit kardiovaskular
Masalah kardiovaskular merupakan komplikasi umum bagi penderita gula darah tinggi yang tidak mengelola kondisinya dengan baik. Penyandang gula darah tinggi memiliki risiko dua kali lebih tinggi untuk mengalami masalah jantung seperti nyeri dada, serangan jantung, stroke, dan penyakit arteri koroner.
2. Neuropati diabetik
Kerusakan saraf akibat diabetes disebut sebagai neuropati diabetik. Kondisi ini umum terjadi pada mereka yang telah lama menderita gula darah tinggi dan mengalami perkembangan komplikasi lainnya.
Menjaga kadar glukosa darah pada tingkat yang tepat dapat membantu mencegah atau menunda kerusakan saraf. Neuropati perifer adalah jenis yang paling umum dan menyerang saraf yang menuju ke kaki, tungkai, tangan, dan lengan.
Cedera yang terkait dengan kondisi ini dapat menyebabkan infeksi parah dan kemungkinan amputasi. Sementara, neuropati otonom menyerang saraf otonom yang mengendalikan kandung kemih, organ reproduksi, saluran pencernaan, dan organ tubuh lainnya.
Salah satu gejala umumnya adalah kelumpuhan kandung kemih. Ada juga amiotrofi diabetik, bentuk neuropati yang menyebabkan kelemahan otot pada bagian atas kaki, bokong, dan pinggul.
Hal ini mengakibatkan nyeri saraf, terutama dari punggung bawah hingga ke bawah. Amiotrofi diabetik sering menyerang penderita diabetes lanjut usia.
Terakhir, ada neuropati fokal yang memengaruhi satu atau sekelompok saraf yang menyebabkan nyeri tajam atau kelemahan yang tiba-tiba. Neuropati ini dapat menyerang kepala, menyebabkan penglihatan ganda, melumpuhkan satu sisi wajah (Bell's palsy), atau menimbulkan nyeri pada batang tubuh dan kaki.
3. Nefropati diabetik
Nefropati diabetik berkaitan dengan kerusakan pada ginjal, menyebabkan ginjal berfungsi kurang efisien atau gagal total. Peningkatan kadar gula darah mempersulit ginjal untuk menyaring darah yang menyebabkan kerusakan organ dan kebocoran protein ke dalam urin.
Sehingga, menyebabkan penyakit yang disebut mikroalbuminuria. Pengelolaan Nefropati diabetikyang tepat dan pengendalian tekanan darah dapat mengu
4. Gangguan kulit
Komplikasi gula darah tinggi dapat menyerang setiap bagian tubuh, termasuk organ kulit. Beberapa kondisi tersebut meliputi infeksi bakteri atau jamur, akantosis nigrikans, dermopati diabetik atau bercak bersisik.
Baca Juga: Ampuh Kontrol Gula Darah, Ini 6 Khasiat Bengkuang Untuk Tubuh
5. Penyakit mata
Penderita gula darah tinggi juga berisiko mengalami gangguan penglihatan dan bahkan kebutaan. Beberapa komplikasi yang paling umum adalah retinopati diabetik (gangguan pada retina), edema makula diabetik (penglihatan kabur atau kehilangan penglihatan total), katarak, dan glaukoma.
Kadar gula darah tinggi yang konsisten, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi merupakan penyebab utama penyakit mata.
6. Penyakit mulut
Jika kadar glukosa darah tidak dikelola dengan baik, penderitanya akan mengalami peradangan pada gusi (periodontitis). Periodontitis merupakan penyebab utama kehilangan gigi dan berkorelasi dengan peningkatan risiko penyakit jantung.
Pemeriksaan gigi untuk pencegahan dan diagnosis dini sangat penting untuk pencegahan dan pengobatan, terutama jika muncul gejala seperti gusi berdarah dan bengkak.
7. Ketoasidosis diabetik
Ketoasidosis diabetik adalah komplikasi serius yang berkembang ketika kadar keton meningkat dan dapat meracuni tubuh. Keton adalah zat kimia yang diproduksi ketika tubuh mulai membakar lemak untuk energi karena sel-sel tidak menerima glukosa yang dibutuhkan.
Ketika keton menumpuk dalam darah, darah menjadi asam. Ketoasidosis diabetik dapat berkembang menjadi koma diabetik atau bahkan kematian jika tidak segera diobati.
8. Komplikasi kehamilan
Wanita penderita gula darah tinggi yang sedang hamil berisiko mengalami komplikasi. Kadar glukosa darah yang tinggi dapat menyebabkan kelebihan berat badan pada janin dan meningkatkan risiko terkena diabetes melalui faktor genetik.
Itulah informasi mengenai komplikasi jangka panjang dari gula darah tinggi yang penting untuk dipahami.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News