M O M S M O N E Y I D
Santai

Rahasia Sukses Perbanyak Monstera Lengkap Stek Air dan Media Tanam

Rahasia Sukses Perbanyak Monstera Lengkap Stek Air dan Media Tanam
Penulis: Ramadhan Widiantoro  |  Editor: Ramadhan Widiantoro


MOMSMONEY.ID - Punya Monstera dan ingin perbanyak? Jangan sampai salah langkah! Yuk, simak panduan lengkapnya agar stek berhasil dan tanaman induk tetap sehat.

Memperbanyak tanaman hias favorit, terutama Monstera, kini menjadi tren yang digemari pecinta tanaman di seluruh Indonesia. 

Monstera, khususnya jenis Monstera deliciosa yang populer dengan julukan "tanaman keju Swiss" karena daunnya yang berlubang unik, adalah primadona di banyak rumah. 

Namun, keinginan untuk memiliki lebih banyak koleksi atau berbagi dengan teman seringkali terhambat keraguan tentang cara stek yang benar.  Kesalahan dalam perbanyakan bisa merusak tanaman induk dan membuat stek gagal tumbuh.

Ini panduan eksklusif untuk mengatasi kekhawatiran tersebut. Dengan teknik yang tepat, Anda bisa memperbanyak Monstera secara sukses baik di air maupun media tanam, memastikan tanaman baru tumbuh sehat dan kuat. 

Penasaran bagaimana caranya? Melansir dari Real Simple, kunci utama perbanyakan yang sukses adalah memilih bahan tanam yang sehat dan teknik pemotongan yang presisi.

Baca Juga: Habiskan 5 Jebakan Dekorasi Ini: Ubah Rumah Anda dari Pamer Jadi Hunian Penuh Karakter

Memahami pentingnya stek yang benar

Perbanyakan Monstera yang benar bukan hanya tentang mendapatkan tanaman baru, tetapi juga menjaga kesehatan tanaman induk. 

Ahli hortikultura dan perancang botani Nathan Heinrich menjelaskan, ada dua metode utama perbanyakan yang sukses: perakaran air dan perakaran di media tanam.

“Memulai dengan tanaman Monstera yang sehat, berbatang kokoh, dan berdaun hijau tua sangatlah penting. Tanaman yang lemah, terserang serangga atau penyakit, akan menghasilkan tanaman baru yang tidak sehat,” sebut Heinrich.

Persiapan stek monstera yang tepat

Apapun metode yang Anda pilih, persiapan stek yang benar adalah fondasi keberhasilan.

Langkah 1: Pastikan tanaman induk sehat

Prioritaskan kesehatan tanaman induk. Jika terdapat masalah hama atau penyakit, selesaikan dulu sebelum mengambil stek. Tanaman yang sehat akan menjamin pertumbuhan tanaman baru yang optimal.

Langkah 2: Pilih lokasi pemotongan yang strategis

Pilih bagian batang yang saat dipangkas tidak akan merusak penampilan atau pemulihan tanaman induk. Idealnya, sisakan setidaknya tiga daun pada tanaman induk setelah pemangkasan.

Langkah 3: Potong stek dengan memperhatikan buku daun

Kunci sukses stek adalah memastikan setiap potongan memiliki setidaknya satu buku daun. Buku daun adalah titik pertumbuhan tempat daun baru atau akar akan muncul. Tanpa node, stek tidak akan berhasil.

Heinrich menyarankan minimal dua ruas pada setiap potongan: ruas paling bawah untuk pertumbuhan akar, dan ruas atas untuk pertumbuhan batang dan daun baru.

Jika beruntung, stek mungkin sudah memiliki 'akar udara'. Jika terlalu panjang, pangkas agar muat di wadah. Buat potongan sekitar 1,25 cm di bawah buku bawah atau akar udara, dan 1,25 cm di atas buku daun atas.

Berhati-hatilah agar tidak merusak kuncup dorman (tonjolan kecil di batang di atas tempat daun tumbuh), karena ini akan menjadi batang dan daun baru. Potong dengan hati-hati 1,25 cm di atas kuncup tersebut.

Baca Juga: 13 Lokasi Sudut Rumah yang Jarang Terlihat Bersih dan Bisa Datangkan Penyakit

Metode 1: Perbanyakan monstera di air

Perakaran air adalah metode yang paling mudah dan umum.

Langkah 1: Letakkan stek di wadah berisi air dan cahaya cukup

Segera masukkan stek yang sudah disiapkan ke dalam wadah kedap air. Letakkan wadah di tempat yang terang namun tidak terkena sinar matahari langsung yang panas, karena bisa menyebabkan daun hangus.

Langkah 2: Jaga kebersihan air secara berkala

Perhatikan pertumbuhan alga jika menggunakan wadah bening. Ganti air secara berkala untuk menjaga kebersihan. Anda bisa menggunakan wadah yang tidak tembus cahaya untuk meminimalisir pertumbuhan alga. Hindari menambahkan pupuk saat akar masih tumbuh.

Langkah 3: Pindahkan stek ke media tanam (tanah)

Setelah akar mencapai panjang minimal 5 cm (dua inci), stek siap dipindahkan ke pot berisi media tanam. Proses ini membutuhkan kehati-hatian karena akar yang baru tumbuh sangat rapuh. 

Setelah dipindah, topang stek dengan tongkat bambu dan jaga kelembaban tanah agar akar dapat beradaptasi dari air ke tanah.

Metode 2: Perbanyakan monstera menggunakan media akar

Metode ini sering dipilih untuk mengurangi risiko busuk akar.

Langkah 1: Siapkan media perakaran di wadah drainase

Isi pot berlubang drainase dengan media perakaran yang mampu menahan kelembapan namun tetap memberikan sirkulasi udara yang baik. Pilihan yang disarankan antara lain lumut sphagnum, campuran perlit, atau tanah pot yang diaerasi.

Langkah 2: Tempatkan stek di media yang lembap

Tanam stek yang sudah disiapkan, terutama yang sudah memiliki akar udara, ke dalam media. Jaga media agar tetap lembap, tetapi hindari kondisi becek.

Langkah 3: Pindahkan ke wadah yang lebih besar

Biasanya dalam dua hingga empat minggu, stek akan menumbuhkan akar yang sehat. Setelah berakar kuat, pindahkan ke pot yang lebih besar dengan media tanam berkualitas tinggi. 

Baca Juga: Konsep Rumah Terbuka Mulai Ditinggalkan? Ini Alasan Desainer Suka Ruang Tertutup

Monstera menyukai penyiraman teratur (biarkan tanah hampir kering di antara penyiraman) dan cahaya tidak langsung yang melimpah, mengingat mereka adalah tanaman tropis.

Memperbanyak Monstera adalah kegiatan yang sangat memuaskan, menambah koleksi Anda tanpa harus mengeluarkan biaya. 

Kuncinya terletak pada kehati-hatian dalam memilih tanaman induk yang sehat, presisi dalam pemotongan, dan kesabaran selama proses perakaran. 

Dengan mengikuti panduan dari ahli, Anda kini siap menjadi "orang tua" bagi tanaman Monstera baru Anda. Setelah berhasil, jangan lupa memberikan perawatan yang tepat, termasuk menempatkannya di lokasi yang mendapatkan banyak cahaya tidak langsung, untuk memastikan Monstera baru Anda tumbuh subur dan indah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Ada Beasiswa dari Lotte, Mahasiswa di Kampus Ini Berpeluang Dapat Bantuan Pendidikan

Lotte Foundation kembali menghadirkan program beasiswa bagi mahasiswa S1 dan D4 yang berprestasi di 10 universitas mitra  

Disebut Silent Killer, Ini 7 Gejala Kanker Ovarium yang Sering Dianggap Kembung Biasa

Gejala kanker ovarium kerap diabaikan karena mirip masalah pencernaan. Waspadai tanda seperti perut kembung terus-menerus hingga nyeri panggul.  

4 Perbedaan Crocs Asli dan Palsu, Jangan Tergoda Harga Miring!

Crocs asli diproduksi menggunakan material eksklusif yang dipatenkan. Simak dan catat, ini 4 perbedaan Crocs asli dan palsu yang wajib Anda tahu  

Pilah Sampah dari Rumah, Gerakan Chandra Asri Kini Jangkau Lebih Banyak Masyarakat

​Chandra Asri mengajak masyarakat membiasakan memilah sampah dari rumah melalui program #AksiAsri Operasi Semut.  

5 Tren Liburan Akhir 2026: Wisatawan Makin Hemat, Pesan Tiket Jauh Hari

 Air Asia Move mengungkap wisatawan tetap gemar berlibur, namun kini lebih cermat mengatur anggaran dan merencanakan perjalanan.​  

Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Kamis (23/7): Mayoritas Wilayah Cerah, Suhu Capai 32°C

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Tengah pada Kamis (23/7) didominasi cerah dengan suhu udara 16-32 derajat Celsius.  

Tanpa Diet Ketat, Ini 5 Strategi Menurunkan Berat Badan yang Mudah Menurut Ahli Diet

Pelajari tips praktis menurunkan berat badan berbasis kesehatan pencernaan. Prioritaskan makanan utuh kaya serat ketimbang suplemen instan,  

Kenali 7 Gejala Jantung Lemah yang Wajib Diwaspadai, Termasuk Sering Mendengkur lo

Banyak orang tidak menyadari gejala jantung lemah sampai kondisinya parah. Dari mendengkur keras hingga sering lelah, kenali tanda-tandanya!  

APPNIA Ajak Orang Tua Perhatikan Gizi Anak Untuk Tumbuh Kembangnya

Hari Anak Nasional 2026, APPNIA Ingatkan Pentingnya Gizi untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak           

Prakiraan Cuaca Jawa Barat Kamis (23/7) Didominasi Cerah, Ini Rincian Per Wilayah

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Barat pada Kamis (23/7) didominasi cerah dan berawan dengan suhu 13-33 derajat Celsius.