MOMSMONEY.ID - Mendukung gaya hidup sehat yang ramai dilakukan banyak orang, PUMA membuka PUMA House pertama di Asia Tenggara di “H-Street”, Bangkok.
Ini juga menandai kembalinya H-Street pada 2026. Inisiatif bukan sekadar ruang ritel, melainkan area lifestyle imersif yang terinspirasi dari konsep kreatif “Suburban Surreality.”
Melalui konsep ini, PUMA mengangkat elemen kehidupan suburban dan menginterpretasikannya kembali dalam sebuah lingkungan kreatif, di mana nuansa masa lalu, masa kini, dan masa depan berpadu dalam satu pengalaman yang unik.
Acara peluncuran yang digelar pada 12 Maret 2026 lalu dibuka dengan penampilan atraktif dan fashion show yang memperkenalkan lima brand ambassador terbaru PUMA SEA, yang tampil bersama Brand Ambassador PUMA Thailand, Win Metawin.
Kelima ambassador tersebut merepresentasikan ‘wajah baru’ H-Street di Asia Tenggara: Kevin, aktor dan fashion figur favorit yang sedang naik daun dari Singapura; Aedy Ashraf, aktor dan produser asal Malaysia yang dikenal dengan talenta akting serta gayanya yang khas.
Lalu, Gabriel Prince, penyanyi, aktor, dan digital creator asal Indonesia yang disebut sebagai ‘one of Indonesia’s most influential Gen Z talents’ dengan follower global yang kuat. Ada pula Arthur Nery, musisi dan artis asal Filipina dengan streaming terbanyak sepanjang masa yakni lebih dari 2 miliar di Spotify. Serta, JSOL, musisi asal Vietnam dengan karakter emosional dan gaya bold serta tampilannya yang sangat fashion-forward.
Baca Juga: Atlet yang Didukung PUMA Indonesia Melaju di Planet Sports Run 2026
Gabriel Prince, Brand Ambassador PUMA Indonesia, menyatakan rasa antusiasnya menjadi bagian dari PUMA family mewakili Indonesia untuk H-Street. Lebih dari sebuah sneaker, H-Street dinilainya sangat mencerminkan semangat anak muda saat ini, yang ekspresif, berani tampil unik, terhubung dengan komunitas, dan fast-forward.
"Saya berharap dengan hadirnya H-Street di Asia Tenggara bisa memberikan inspirasi untuk teman-teman muda agar lebih percaya diri untuk menampilkan sisi terbaik diri mereka, baik melalui fashion maupun karya yang menyertai," kata Gabriel dalam keterangan resmi, Jumat (20/3).
Sneaker yang berakar pada track heritage
Asal usul H-Street bermula dari Harambee, yaitu sepatu track spike ikonik PUMA di awal 2000-an, yang didesain ulang dalam versi yang lebih relevan untuk keseharian. Siluet low-profile, material mesh yang ringan, serta pilihan warna yang ekspresif menjadikannya sebagai perpaduan yang sempurna antara performa dan gaya. Sebuah sneaker yang dirancang untuk pribadi ekspresif dan berani, menampilkan gaya sporty yang stylish, di dalam maupun di luar lintasan.
Gabriel Yap, Senior Director Marketing PUMA Southeast Asia, mengatakan H-Street selalu ‘lebih’ dari sekadar sneaker, namun telah menjadi budaya, komunitas, serta cara mengekspresikan diri yang lekat dengan kaum muda di Asia Tenggara.
"Bangkok menjadi‘rumah yang tepat untuk menghadirkan PUMA House pertama di Asia Tenggara, dan kami sangat antusias membuka pintu untuk menyambut publik untuk merasakannya langsung," ujar Gabriel Yap.
Melalui PUMA House, PUMA juga turut menampilkan koleksi colorful H-Street yang dikenakan oleh Global Brand Ambassador PUMA, Rose, dalam tiga pilihan warna utama: Black, Fizzy Green, dan Poison Pink.
Tak hanya itu, publik juga mendapatkan kesempatan untuk ekslusif preview seluruh warna dan desain terbaru yang akan diluncurkan dalam beberapa bulan ke depan. Perubahan DNA H-Street dari sneaker sport menjadi lebih lifestyle ini menargetkan perempuan sebagai pengguna utama, walau tidak membatasi para pria untuk bisa ekspresif dan bergaya optimal dengan H-Street. Seperti kampanye H-Street bersama Rose: “Rose moves to H-Street!”.
Baca Juga: Jelang Planet Sports Run 2026, PUMA Gelar Pre-Race Program
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News