MOMSMONEY.ID - Jadi salah satu fenomena populer di dunia kencan, kenali efek samping ghosting yang berpengaruh pada kesehatan mental.
Ghosting merupakan sebuah fenomena dalam dunia kencan di mana seseorang yang terbiasa menjalin hubungan romantis atau dekat tiba-tiba saja memutus seluruh jenis komunikasi yang dimiliki dengannya tanpa ada alasan.
“Saya mengeksplorasi perilaku dan pola pikir yang terkait dengan peningkatan stres, kecemasan, kekhawatiran, dan kejengkelan yang dialami banyak orang di masyarakat saat ini. Tindakan dari ghosting merupakan salah satu penyebab dan juga akibat dari tekanan-tekanan tersebut.” jelas Gregory L. Jantz, Ph.D., pendiri The Center, pada laman Psychology Today.
Tidak ada kepastian hubungan dalam fenomena ghosting ternyata membawa efek buruk bagi kesehatan mental. Apa sajakah efeknya? Simak jawabannya di artikel ini.
Baca Juga: Mengenal Attachment Style dan Pengaruhnya ke Dalam Hubungan dengan Pasangan
Menyalahkan diri sendiri
Korban ghosting kerap kali mengalami hal ini setelah ditinggal oleh orang tanpa alasan. Menyalahkan diri sendiri menjadi salah satu pemicu gangguan mental seperti depresi.
Korban ghosting akan merasakan beberapa emosi dan berandai-andai seperti “jika saja saya lebih cantik, jika saja saya lebih pintar, jika saja saya lebih pengertian, maka saya tidak akan dighosting”.
Padahal, kebanyakan masalah sesungguhnya ada pada seseorang yang melakukan ghosting, bukan pada korbannya.
Hilang rasa percaya diri
Laman Psychology Today menyebutkan, ghosting akan memberikan efek serius terhadap mental seseorang.
Penolakan sosial yang diterima oleh seseorang yang di-ghosting ternyata memiliki efek yang dapat menimbulkan efek sakit secara mental yang sama dengan sakit secara fisik. Salah satunya adalah kehilangan rasa percaya diri.
Dari situ korban ghosting akan mulai berfokus pada mencari tahu kesalahan diri sendiri, yang tentu saja tak bisa ditemukan dan membuatnya mengalami gangguan emosi.
Baca Juga: 5 Tips Bangun Kepercayaan dalam Hubungan dengan Pasangan Kekasih
Menimbulkan obsesi
Efek buruk lainnya yang mungkin terjadi pada korban ghosting adalah bisa memicu munculnya obsesi. Obsesi ini muncul lantaran adanya penolakan yang tidak beralasan dari seseorang pada korban ghosting.
Melansir dari laman Online Psychology Degree, korban ghosting akan merasa jengkel, marah, tidak dihormati, dan merasa melakukan sesuatu kesalahan sehingga membuat mereka ditinggalkan tanpa alasan.
Banyaknya pertanyaan mengenai hal tersebutlah akhirnya memicu munculnya obsesi pada orang meninggalkan mereka.
Trauma
Ketika seseorang sudah sering kali mengalami ghosting, maka lama-kelamaan perasaan mati rasa bisa saja muncul. Hal tersebut disebabkan oleh trauma yang dialami oleh korban ghosting.
Laman Forbes Health menjelaskan, ghosting bisa mencuri kesempatan seseorang untuk memproses healing.
Kurangnya komunikasi pada korban dari pelaku ghosting bisa membuat seseorang mempertanyakan kualitas diri sendiri, apakah ada kesalahan yang dilakukan, dan apakah orang tersebut benar-benar menyukai mereka.
Tidak ada komunikasi atau penjelasan bisa membuat korban ghosting trauma dan mengalami beberapa emosi seperti depresi dan anxiety.
Demikian beberapa efek buruk ghosting pada kesehatan mental korbannya. Untuk menghindari hal-hal tersebut, ada baiknya untuk mulai berkomunikasi dan memberikan penjelasan daripada melakukan ghosting, ya.
Selanjutnya: Rebound PANI & CBDK Pasca Rights Issue, Prospek 2026 Cukup Menjanjikan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News