MOMSMONEY.ID - PRISM, perusahaan induk OYO, merilis Travel Report 2025 sebagai laporan tren perjalanan yang menyoroti lanskap perjalanan domestik di Indonesia sepanjang tahun 2025.
Hendro Tan, Country Head PRISM Indonesia, mengatakan, laporan ini menggambarkan bagaimana preferensi perjalanan masyarakat Indonesia terus berkembang pada 2025, dengan kombinasi destinasi yang semakin mapan serta kota-kota baru yang muncul untuk perjalanan bisnis dan wisata.
“Kami juga melihat meningkatnya minat terhadap destinasi inkonvensional yang mencerminkan perubahan perilaku wisatawan serta peran penting pembangunan infrastruktur dalam membentuk mobilitas domestik di seluruh Indonesia,” ujarnya dalam keteangan tertulis, Rabu (7/1).
Laporan ini juga mencerminkan pola perjalanan secara luas pada sektor perhotelan sembari menegaskan peran kota-kota berkembang lain yang turut andil sebagai penggerak utama mobilitas domestik.
PRISM Travel Report 2025 menunjukkan, pasar perjalanan domestik Indonesia pada 2025 ditandai oleh dominasi permintaan di kota-kota besar berkembang, perilaku perjalanan yang semakin fleksibel, serta preferensi pada akomodasi terbaik.
Dengan terus berkembangnya mobilitas dan infrastruktur, kota-kota besar ini diperkirakan akan menjadi pusat utama arus perjalanan domestik di tahun-tahun mendatang.
Berdasarkan data pada PRISM Travel Report, Jakarta muncul sebagai kota dengan jumlah pemesanan tertinggi untuk perjalanan domestik di Indonesia pada tahun 2025. Hasil ini menegaskan perannya sebagai pusat utama mobilitas, bisnis dan ekonomi nasional.
Baca Juga: Liburan Keluarga Makin Seru, Mikro-Vacation Jadi Tren di 2026
Posisi berikutnya ditempati Medan, yang mencerminkan perannya sebagai gerbang utama Indonesia di bagian barat sekaligus pusat bisnis dan perdagangan yang terus maju.
Bandung mengisi peringkat selanjutnya, tetap menarik wisatawan berkat data tarik sebagai destinasi liburan singkat, kuliner, dan iklimnya yang sejuk. Bali juga masuk dalam jajaran destinasi teratas, didorong oleh permintaan dari wisatawan domestik dan mancanegara.
Surabaya melengkapi lima besar kota dengan pemesanan terbanyak, menegaskan posisinya sebagai pusat komersial dan industri utama di Jawa Timur.
Laporan ini juga memperlihatkan provinsi dengan pemesanan terbanyak. Jawa Barat menjadi provinsi dengan pemesanan terbanyak untuk perjalanan domestik sepanjang 2025.
Kedekatannya dengan Jakarta, didukung oleh infrastruktur transportasi yang berkembang dan beragam menjadikan provinsi ini sebagai pilihan utama.
Destinasi populer seperti Bandung, Bogor dan Garut juga semakin diminati karena iklim sejuk, daya tarik alam, ragam kuliner dan rekreasi.
Setelah Jawa Barat, DKI Jakarta termasuk dalam provinsi dengan tingkat pemesanan tertinggi, mencerminkan perannya sebagai pusat bisnis dan mobilitas nasional.
Baca Juga: Ide Liburan Tenang di Ubud, Dari Trekking sampai Ritual Melukat
Posisi berikutnya ditempati oleh Jawa Timur, yang terus memainkan peran penting dalam lanskap industri dan komersial Indonesia.
Sumatera Utara juga mencatat permintaan perjalanan yang kuat, didukung oleh posisinya sebagai gerbang ekonomi Indonesia bagian barat, sementara Bali mempertahankan posisinya sebagai destinasi unggulan berkat daya tariknya yang konsisten bagi wisatawan domestik dan internasional.
Lalu, untuk perjalanan bisnis, Banjarmasin muncul sebagai kota dengan pemesanan terbanyak pada 2025, mencerminkan meningkatnya peran kota ini sebagai pusat komersial dan mobilitas regional di Kalimantan.
Bekasi mencatat pertumbuhan tercepat di antara kota-kota bisnis sepanjang tahun.
Untuk perjalanan wisata, Toba Samosir menjadi destinasi dengan pemesanan tertinggi pada 2025. Keindahan alam serta pengembangan infrastruktur pariwisata yang terus berlangsung menjadikan kawasan ini pilihan utama bagi wisatawan domestik yang mencari pengalaman berbasis alam dan budaya.
Dari sisi pertumbuhan, Pekalongan mencatat peningkatan pemesanan wisata tertinggi sepanjang tahun. Dikenal dengan warisan batiknya serta daya tarik wisata budaya yang terus berkembang, kinerja kota inimencerminkan tren yang lebih luas di mana wisatawan mulai menjelajahi destinasi alternatif di luartujuan wisata arus utama.
Berdasarkan laporan PRISM, 26 Januari 2025 mencatat volume pemesanan perjalanan domestik tertinggi sepanjang tahun.
Baca Juga: Kunjungi 5 Museum Seni dan Sejarah Ini Saat di Jogja
Ada juga Januari yang menjadi bulan dengan jumlah pemesanan perjalanan domestik tertinggi pada 2025. Tren inimenunjukkan meningkatnya preferensi wisatawan untuk mengawali tahun dengan perjalanan liburan dan keluarga, yang didukung oleh hari libur nasional dan akhir pekan panjang.
Adapun periode libur panjang Nyepi dan Idulfitri menghasilkan aktivitas pemesanan tertinggi sepanjang tahun.
Tak hanya itu, laporan ini pun mencatat durasi menginap terpanjang yang tercatat pada 2025 berlangsung lebih dari dua bulan dan terjadi di Hotel O Room Transit By At, Tangerang, Banten.
Data PRISM menunjukkan, hotel perkotaan dan akomodasi Townhouse terus mendominasi permintaan pemesanan sepanjang 2025.
Properti di Jakarta dan sekitarnya menempati posisi teratas dalam daftar hotel dengan pemesanan terbanyak, mencerminkan preferensi wisatawan terhadap akomodasi bernilai tinggi yang berlokasi strategis serta dekat dengan pusat bisnis dan transportasi.
Properti premium dengan layanan terbaik mencakup berbagai merek seperti Hotel O, Super OYO Townhouse, Collection O, dan Sunday Hotel.
Selanjutnya: RUPSLB BTN: Tambah Komisaris Baru dan Setujui Perubahan Anggaran Dasar
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News