M O M S M O N E Y I D
HOME, Keluarga

Pertolongan Pertama Setelah Digigit Anjing Agar Tidak Infeksi

Pertolongan Pertama Setelah Digigit Anjing Agar Tidak Infeksi
Reporter: Anggi Miftasha  |  Editor: Anggi Miftasha


MOMSMONEY.ID - Digigit anjing adalah pengalaman tidak mengenakan saat memelihara anjing. Namun, kejadian digigit anjing juga bisa terjadi saat Anda berjalan di jalan dan anjing tak dikenal menggigit Anda tanpa peringatan. Ini bisa hal yang serius bila tak segera ditangani. Sebab, dalam beberapa kasus, gigitan anjing bisa menjadi mematikan.

Jika tidak sampai mematikan, luka gigitan anjing juga memerlukan perhatian untuk mengurangi risiko lainnya. Gigitan anjing dapat menyebabkan beberapa komplikasi, termasuk infeksi, rabies, kerusakan saraf dan otot, serta masih banyak lagi.

Baca Juga: Susu Kedelai Bebas Laktosa, Aman dan Menyehatkan Anjing Peliharaan

Oleh karena itu, sangat penting bagi Anda untuk melakukan pertolongan pertama untuk mencegah terjadinya infeksi yang parah. Dilansir dari Pets.Webmd.com, berikut pertolongan pertama setelah digigit anjing.

Hentikan Pendarahan

Ini memang tidak selalu terjadi bila Anda tak sampai diserang anjing bertubi-tubi. Namun, gigitan anjing dapat merobek kulit Anda hingga menyebabkan luka yang terbuka dan bergerigi. Gigitan yang cukup dalam tentu dapat menyebabkan pendarahan. Anda harus menghentikannya.

Anda dapat melakukannya dengan menggunakan kain lembut dan menekan pelan luka yang berdarah. Sambil melakukan ini, Anda dapat mempersiapkan diri untuk segera mensterilkan luka.

Mencuci Area yang Terluka

Dilansir dari Healthline.com, jika kulit Anda tidak rusak, cuci area tersebut dengan air hangat dan sabun. Anda juga dapat mengoleskan antibakteri ke area tersebut sebagai tindakan pencegahan. Namun, jika kulit Anda rusak, maka cuci area tersebut dengan sabun dan air hangat sambil menekan luka dengan lembut untuk membuat pendarahan agar membantu mengeluarkan kuman. Jika gigitannya sudah mengeluarkan pendarahan yang banyak, bersihkan dengan kain bersih dan hentikan pendarahan terlebih dahulu.

Baca Juga: Anda Punya Hewan Peliharaan? Waspadai Penyakit Zoonosis dari Hewan Peliharaan Ini Ya!

Obati Luka dengan Obat Antibakteri

Sekitar 50% gigitan anjing menyebabkan bakteri, termasuk staphylococcus, streptococcus dan pasteurella, serta capnocytophaga. Oleh karena itu, meski luka sudah dibersihkan dengan sabun dan air hangat, Anda harus tetap mengobatinya dengan obat-obatan antibakteri seperti povidone iodine (betadine), cadexomer iodine (iodosorb), neosporin, dan sebagainya. Obat-obatan ini akan menghentikan perkembangan bakteri pada luka, sehingga dapat mencegah infeksi.

Periksa Bekas Gigitan Sesering Mungkin

Infeksi dapat menyebar ke seluruh tubuh dengan cepat. Maka, penting untuk Anda mengawasi semua luka gigitan, bahkan yang kecil, untuk tanda-tanda infeksi. Gejala ini dapat mulai muncul dalam waktu 24 jam hingga 14 hari setelah digigit.

Tanda-tanda infeksi dapat berupa sekitar luka memerah, bengkak, terasa hangat di luka, dan luka bernanah. Bila ini terjadi, segera memeriksakan diri ke dokter untuk meminta bantuan medis yang lebih baik.

Periksakan ke Dokter

Anda mungkin terlalu khawatir untuk menangani luka sendiri, sehingga langsung pergi untuk meminta bantuan medis. Ini bisa jadi pilihan yang tepat. Dokter akan langsung memeriksa luka untuk melihat apakah gigitannya cukup dalam untuk merusak otot, tendon, saraf, atau tulang. Dokter juga akan membersihkan luka gigitan secara menyeluruh untuk menghilangkan kotoran dan bakteri.

Untuk beberapa kasus gigitan anjing liar, dokter mungkin akan mengambil tindakan untuk memberi Anda vaksin rabies. Meski ini tidak diperlukan, Anda mungkin perlu minum obat antibiotik selama 7-14 hari untuk mencegah atau mengobati infeksi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

12 Minuman Paling Sehat Selain Air Putih yang Bisa Anda Coba Konsumsi

Mari intip beberapa minuman paling sehat selain air putih yang bisa Anda coba konsumsi berikut ini!   

Digital Nomad Jadi Tren Gaya Kerja Fleksibel, Ini Cara Memulainya dengan Aman

Digital nomad jadi tren kerja fleksibel 2026, simak peluang, risiko, dan cara memulai agar tetap produktif dan finansial aman.​  

8 Minuman Tinggi Serat yang Bagus untuk Pencernaan

Ini, lho, beberapa minuman tinggi serat yang bagus untuk pencernaan. Mau coba konsumsi?                          

10 Rahasia Pola Pikir Warren Buffett Memahami Uang dan Emosi agar Finansial Kuat

Pelajari cara Warren Buffett memahami emosi dan uang agar finansial lebih stabil dan cerdas di tengah kondisi ekonomi tak pasti.​  

9 Kesalahan Desain Interior Ini yang Sering Bikin Rumah Anda Terasa Hambar

Rumah terasa hambar dan kurang hidup? Kenali kesalahan desain ini dan ubah suasana ruangan jadi lebih nyaman dan estetik!​  

7 Aturan Dekorasi Rumah yang Tidak Wajib Diikuti agar Hunian Lebih Fungsional

Ingin rumah tampil beda dan tidak monoton? Ini 7 aturan dekorasi yang bisa diabaikan agar hunian lebih estetik dan fungsional.​  

7 Makanan yang Bikin Kenyang Lebih Lama dan Tidak Gampang Lapar

Ada beberapa makanan yang bikin kenyang lebih lama dan tidak gampang lapar, lho. Apa sajakah itu?       

7 Tips Membuat Smoothie yang Aman untuk Gula Darah

Ini dia beberapa tips membuat smoothie yang aman untuk gula darah Anda. Cari tahu selengkapnya di sini!  

Dorong Lebih Banyak Perempuan untuk Berbisnis, SisBerdaya & DisBerdaya Kembali Hadir

Pelaku UMKM perempuan yang telah menjalankan usaha minimal enam bulan bisa mengikuti workshop Sisberdaya & Disberdaya. Pendaftaran hingga 28 April  

Alasan Kenapa PayLater Kredivo Ramai Digunakan Saat Ramadan

PayLater sudah berperan sebagai alat bantu perencanaan keuangan jangka pendek dan menjadi preferensi masyarakat untuk pembayaran sehari-hari