M O M S M O N E Y I D
Bugar

Perhatikan! Ini Dia Ciri-Ciri Sesak Nafas karena Asam Lambung Naik

Penulis: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Apa saja ciri-ciri sesak nafas karena asam lambung naik ya? Yuk, perhatikan cirinya berikut ini.

Sesak nafas adalah kondisi yang bisa membuat siapa saja merasa cemas, bahkan panik. Ketika kesulitan bernafas datang, pikiran pertama kita biasanya langsung tertuju pada masalah pernafasan, seperti asma atau infeksi saluran pernafasan.

Namun, tahukah Anda bahwa sesak nafas bisa disebabkan oleh masalah pencernaan, khususnya asam lambung yang naik? Ya, masalah yang sering dianggap sepele ini ternyata bisa memberikan gejala yang mirip dengan gangguan pernafasan.

Lalu, apa saja sih ciri-ciri sesak nafas karena asam lambung naik? MomsMoney akan mengulasnya di sini. Simak, yuk!

Baca Juga: Seperti Apa Gejala Asam Lambung yang Naik ke Kepala? Cek di Sini

Bisakah asam lambung naik membuat sesak nafas?

Asam lambung naik dapat menyebabkan gangguan pada pernafasan. Kenapa bisa begitu? Karena asam lambung dapat naik ke area yang seharusnya tidak terpapar oleh asam.

Ketika asam mencapai tenggorokan atau bahkan paru-paru, ini dapat menyebabkan peradangan pada jaringan, mempersempit saluran udara, dan meningkatkan produksi lendir. Semua faktor ini dapat membuat pernafasan menjadi lebih sulit. Selain itu, iritasi ini juga dapat memicu batuk.

Pada sebagian orang, gangguan pernafasan ini sering terjadi pada malam hari saat mereka berbaring. Pada yang lain, hal ini dapat terjadi setelah makan dalam porsi besar. Tekanan yang timbul dari perut yang penuh bisa mendorong asam naik ke atas.

Jika tidak segera diobati, kondisi ini bahkan dapat menyebabkan bronkitis kronis atau pneumonia. Jadi, ya, asam lambung naik memang bisa membuat sesak nafas.

Baca Juga: Apa Rekomendasi Buah yang Bagus untuk Asam Lambung? Ini 10 Pilihannya

Ciri-ciri sesak nafas karena asam lambung naik

Melansir dari laman Credi Health, ini dia ciri-ciri sesak nafas karena asam lambung naik:

  1. Rasa terbakar di dada setelah makan
  2. Rasa pahit di mulut
  3. Kesulitan menelan
  4. Merasa makanan tersangkut di tenggorokan
  5. Sesak dada tanpa sebab yang jelas
  6. Sesak nafas, terutama saat berbaring
  7. Terbangun dengan nafas terengah-engah atau batuk

Jika ciri ini muncul bersama-sama, asam lambung naik bisa jadi adalah penyebab yang tersembunyi.

Baca Juga: Kriteria Pisang yang Bagus untuk Dikonsumsi Penderita Asam Lambung

Cara mengatasi asam lambung naik secara alami

Obat-obatan bukan satu-satunya solusi untuk mengatasi masalah ini. Di bawah ini adalah beberapa cara mengatasi asam lambung naik secara alami:

  1. Makan perlahan dan kunyah dengan baik
  2. Hindari makan berlebihan
  3. Jangan berbaring langsung setelah makan
  4. Tidur dengan posisi kepala lebih tinggi
  5. Hindari makanan pedas, berlemak, atau asam
  6. Kenakan pakaian longgar, terutama setelah makan
  7. Kurangi konsumsi kafein dan alkohol
  8. Berhenti merokok

Cara-cara ini membantu mengurangi tekanan pada perut Anda. Semakin sedikit tekanan yang ada, semakin sedikit asam yang naik ke atas.

Baca Juga: Apa Penyebab Asam Lambung Naik di Malam Hari? Ini 7 Kemungkinan Penyebabnya

Demikianlah ulasan tentang ciri-ciri sesak nafas karena asam lambung naik. Meskipun sesak nafas sering kali dikaitkan dengan masalah pernafasan, Anda tidak boleh menyepelekan kemungkinan bahwa asam lambung yang naik bisa menjadi penyebabnya.

Gejala yang muncul bisa sangat mirip dengan gangguan pernafasan lainnya, sehingga penting untuk mengenali tanda-tanda peringatan dan mencari penanganan yang tepat.

Jika Anda merasakan ciri-ciri yang sudah disebutkan, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang sesuai. Dengan cara ini, Anda dapat menghindari komplikasi lebih lanjut. Semoga membantu, ya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Kris+ Rayakan Ulang Tahun, Tebar Promo dan Reward

Pengguna Kris+ berkesempatan mendapatkan hingga delapan miles per dolar Singapura, voucher diskon 50%, serta hadiah  selama Oktober 2026.

Rupiah Bertahan di Rp 18.000 atau Tembus Rp 18.200, Ini 5 Indikator Penentu

Analis EBC Financial Group mencermati lima indikator penentu arah rupiah, mulai dari harga minyak, arus modal asing hingga intervensi BI.  

Ini Tip Pengobatan dan Pencegahan Agar Suara Yang Hilang Kembali Bergema

Suara hilang bagi pekerja yang mengandalkan pita suara tentu menjadi persoalan, berikut ini langkah pengobatan dan pencegahannya.

5 Cara Mengatasi Badan Lemas saat Diet agar Tetap Bertenaga Sepanjang Hari

Ingin diet berhasil tanpa tersiksa rasa lemas? Terapkan cara mengatasi badan lemas berikut ini agar tubuh tetap bugar dan berenergi.

Kenali Amylophagia: Ini 5 Dampak Buruk Makan Tepung Terigu Mentah untuk Kesehatan

Ketahui alasan medis mengapa makan tepung terigu dalam kondisi mentah sangat berbahaya bagi saluran pencernaan dan kesehatan secara keseluruhan.

Ada 6 Tokenized Stocks Baru dari Tokocrypto, Cek yuk

Tokenized stocks memberikan eksposur terhadap underlying asset dan bukan merupakan kepemilikan langsung atas saham atau ETF yang mendasarinya.

Rekomendasi Pilihan Obat Influenza Tipe A yang Efektif Percepat Proses Penyembuhan

Kenali berbagai rekomendasi obat influenza tipe A mulai dari antivirus hingga pereda gejala untuk bantu tubuh pulih lebih cepat.

IHSG Berbalik Naik ke 6.036 pada Jumat (2/10), Cek Saham Top Gainers

IHSG pada Jumat ditutup menguat meskipun asing mencatat jual bersih alias net sell Rp 1,17 triliun. 

Update Harga Buyback Emas Hari Ini: UBS Naik, Antam Masih Tertinggi Rp 2.38 Juta

Emas UBS mencatat kenaikan harga buyback paling besar hari ini, sementara Antam turun, tetapi masih yang tertinggi.

Bank Indonesia Kurangi Intervensi Spot, Efektif Menjaga Rupiah?

Bank Indonesia menggeser strategi intervensi di pasar untuk menjaga nilai tukar rupiah terhadap dollar, sekaligus menghemat cadangan devisa.