M O M S M O N E Y I D
Santai

Penyebab Daun Tanaman Hias Indoor Mengering dan Berwarna Coklat, Simak 6 Solusinya

Penulis: Nur Afitria Cika  |  Editor: Nur Afitria


MOMSMONEY.ID - Melihat tanaman hias indoor mengering dan berwarna coklat sungguh menyedihkan. Anda perlu menyimak solusi dari daun tanaman hias indoor mengering dan berwarna coklat. 

Ada beberapa penyebab daun tanaman hias indoor mengering dan berwarna coklat. Jika tanaman hias Anda mengalami hal tersebut, maka itu sebuah tanda bahwa tanaman perlu perawatan lebih. 

Artikel ini membantu Anda untuk mengetahui penyebab daun tanaman hias indoor mengering dan berwarna coklat. 

Baca Juga: Daun Tanaman Hias Indoor jadi Hitam? Ketahui Penyebab dan Solusinya

Mengutip Balcony Garden Web, berikut ini penyebab daun tanaman hias indoor mengering dan berwarna coklat. 

1. Kurang Penyiraman

Tumbuhan membutuhkan air untuk menghidrasi dan memberi nutrisi pada struktur selnya. Air dan cairan mendorong membran selnya ke dinding sel, menjaga jaringan tanaman tetap tegak dan kaku. Ketika daun kehilangan air, tekanan ini hilang, menyebabkan layu, mengering, dan akhirnya berubah menjadi renyah dan berwarna coklat.

Namun jika diperhatikan, Anda juga bisa melihat penampakan layu yang sama akibat penyiraman yang berlebihan. 

Tanaman yang terlalu banyak disiram memiliki daun yang lembut dan lembek, dan jika terendam air, daunnya menjadi tipis dan renyah.

Cara mengatasinya: Siram dalam-dalam dan selalu periksa seberapa lembab tanah Anda dengan mencelupkan jari Anda satu inci ke permukaan dan menyiraminya saat terasa agak kering.

2. Terbakar Sinar Matahari

Daun terbakar seperti manusia di bawah terik matahari langsung. Apalagi pada tanaman yang terbiasa terkena sinar matahari atau yang tumbuh di bawah kanopi hutan hujan, jika dipindahkan ke sinar matahari langsung dan terik, daunnya akan menjadi renyah dan kering.

Cara mengatasinya: Pahami tanaman Anda. Periksa jenis dan jumlah paparan sinar matahari yang biasa digunakan tanaman hias Anda dan tempat yang paling nyaman. Jika daun sudah mulai berwarna kecokelatan, pindahkan ke tempat dengan sinar matahari terfilter seperti jendela yang menghadap ke timur atau utara, Anda juga dapat menggunakan tirai tipis untuk menyebarkan sinar matahari yang terik. 

Putar tanaman Anda sehingga semua sisi dedaunan mendapat paparan cahaya yang sama. Hal ini mengurangi kemungkinan satu sisi terkena sinar matahari dan terbakar.

3. Kurang Kelembaban

monstera
monstera

Mereka mengeluarkan kelembapan ekstra dari daunnya melalui transpirasi, yang membantunya menjadi dingin dan menyerap nutrisi. 

Namun jika udara menjadi terlalu kering, daun tidak mempunyai kesempatan untuk mengisi kembali kelembapan yang hilang, sehingga pinggirannya menjadi coklat dan terbakar atau membuatnya menggulung.

Cara mengatasinya: Kabut tanaman Anda. Namun, cara ini tidak berfungsi sebaik tindakan lain, seperti mengelompokkannya untuk menjaga tingkat kelembapan tetap tinggi. 

Baca Juga: 9 Tanda Tanaman Hias Indoor Butuh Sinar Matahari, Simak Ciri-cirinya

Jika mereka tiba-tiba terkena hembusan udara panas atau dingin dan kering, pindahkan mereka ke tempat yang lebih nyaman. Anda juga bisa mendapatkan pelembab udara untuk tanaman Anda. 

Jika rumah Anda tetap kering hampir sepanjang tahun dan Anda tidak ingin bekerja ekstra, Anda dapat memilih tanaman yang tumbuh subur dalam kelembapan rendah, seperti sukulen, kaktus, atau tanaman tahan kekeringan lainnya. 

4. Tanah Asin

Penggunaan pupuk yang berlebihan dan air lunak menyebabkan penumpukan natrium di dalam tanah, sehingga membuat media menjadi terlalu asin. 

Tanpa drainase dan penyiraman yang baik, garam mulai terkumpul di dalam campuran pot, mengeringkan daun dan menyebabkan lapisan kerak putih samar. 

Air sadah, biasanya dari tanah atau keran, seringkali mengandung kalsium, sulfat, dan magnesium yang berlebihan, yang juga dapat menyebabkan residu berwarna putih berkapur.

Cara Mengatasinya: Tanaman Anda memang membutuhkan suplemen untuk tumbuh. Jadi fokuslah untuk memberikan pupuk berimbang dalam dosis lemah dan merepotingnya dengan tanah segar setiap beberapa tahun. Air yang sangat lembut juga dapat mengubah ujung daun menjadi coklat, jadi gunakan air suling, saring, atau air hujan untuk menjaga kesehatan tanaman.

Kiat Pro: Jika Anda memerlukan perbaikan cepat, cobalah pencucian. Sirami tanah beberapa kali untuk menghilangkan kelebihan garam.

5. Hama dan Penyakit

Banyak hama, termasuk skala, kutu putih, tungau laba-laba, dan kutu daun, dapat menyerang tanaman hias Anda, sementara jamur dapat menyerang akarnya. 

Baca Juga: Daftar Tanaman Hias Indoor Tumbuh dari Daun, Pemula Wajib Simak

Semua ini dapat menyebabkan bagian tengah daun berubah warna menjadi coklat atau kuning, yang merupakan tanda jelas adanya penyakit.

Cara Mengatasinya: Untuk mengatasi masalah hama dan jamur ringan, gunakan sabun insektisida atau minyak nimba. 

Pangkas bagian tanaman yang terserang dan potong daun berwarna coklat yang tidak sedap dipandang mata. Biarkan tanaman beristirahat, memulihkan diri, dan memeriksa hama secara teratur.

6. Kerusakan Kimia

Pestisida, bahan pembersih, polusi kimia, pengobatan rumahan seperti sabun cuci piring yang sangat kuat, minyak, atau bahkan fluorida dari air keran. 

Hal tersebut menyebabkan luka bakar akibat bahan kimia, merusak jaringan daun yang halus, dan menjadikannya renyah dan berwarna coklat. Herbisida, khususnya, adalah yang paling berbahaya karena dirancang untuk membunuh tanaman. 

Cara Mengatasinya: Untuk mencegah fitotoksisitas, gunakan air yang disaring atau disuling dan jauhkan tanaman dari area di mana bahan kimia keras digunakan. 

Baca Juga: 11 Tanaman Hias Indoor Warna-warni yang Cantik untuk Dekorasi Ruangan di Rumah

Jika Anda mencurigai adanya paparan bahan kimia, bilas daun secara perlahan dengan air untuk menghilangkan residu. Pastikan sirkulasi udara yang baik di sekitar tanaman sehingga tidak ada penumpukan asap atau bahan kimia pembersih.

Nah itulah beberapa penyebab daun tanaman hias indoor mengering dan berwarna coklat. Anda bisa mencoba solusi di atas untuk menyelamatkan tanaman hias Anda. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Makin Untung! Promo BRI Beri Diskon Spesial dari Waroeng Steak hingga Sushi Hiro

Makan di Waroeng Steak hingga Sushi Hiro bisa hemat, tapi kuota promo BRI ini cepat habis. Segera manfaatkan sebelum terlambat, cek syaratnya!

Login WhatsApp Web Tanpa Scan QR: Anti Ribet, Langsung Berhasil

Scan QR WhatsApp Web gagal bisa bikin panik. Kenali masalah server, internet, atau browser dan temukan solusi ampuh di sini.

HP Redmi Note 17 Pro Terbaru: Layar 2K, Kamera 200MP, Agresif Tanpa Tanding?

Jangan terlewat fitur ekstrem Redmi Note 17 Pro Max, dari kamera 200MP hingga layar 7 inci. Cari tahu mengapa ini jadi ponsel paling agresif. 

Lenovo Yoga Slim 7i: Laptop Tipis dengan Baterai Tahan Lama, Ini Rahasianya

Lenovo Yoga Slim 7i Aura Edition menawarkan desain super ringan, Intel Core Ultra 7 dan layar POLED jernih. 

Fitur Rahasia HP Vivo Termurah: Layar AMOLED & Kamera 64MP Unggul

Bingung pilih HP Vivo termurah? Temukan ponsel dengan layar paling jernih dan nyaman untuk mata. Cek spesifikasi layar terbaik sebelum membeli!

Kelas Seni untuk Anak Jadi Peluang Bisnis Menjanjikan, Ini Strategi Nala Art Studio

Bisnis kelas seni untuk anak masih memiliki prospek yang menjanjikan​. Simak strategi membangun bisnis ini dari Nala Art Studio  

Promo J.CO Joyful Holiday, Bundling Minuman Hemat Cuma sampai 3 Juli 2026

Promo J.CO Joyful Holiday segera berakhir 3 Juli 2026! Nikmati 2 minuman segar mulai Rp45.000. Jangan tunda lagi, stok terbatas!

HP Samsung Terkencang: Pilih Ini Agar Game Anti-Lag

Mencari HP Samsung untuk performa gaming dan AI terbaik? Ternyata ada model khusus yang menarik. Cek daftar lengkapnya sebelum membeli! 

Lawan Panas Ekstrem, Ini 7 Jus Buah Terbaik untuk Menyelamatkan dari Dehidrasi

Menghadapi suhu panas, tubuh butuh hidrasi ekstra. Temukan daftar jus buah yang ampuh mengembalikan elektrolit dan menjaga tubuh tetap bugar.

Delayed Sleep Phase Syndrome Beda dengan insomnia, Para Night Owls Wajib Baca

Night Owls, yuk simak penjelasan tentang Delayed Sleep Phase Syndrome yang ternyata berbeda dengan insomnia.