MOMSMONEY.ID - Jika Anda merasa khawatir tidak dapat mencukupi kebutuhan protein harian, sebaiknya kenali juga tanda tubuh kekurangan protein berikut ini.
Protein adalah nutrisi tubuh yang penting untuk dipenuhi sehari-hari guna melancarkan fungsi-fungsi organ tubuh.
Kebutuhan protein harian dapat bervariasi pada setiap orang, bergantung pada faktor-faktor seperti usia, target penurunan berat badan, massa otot, dan tingkat aktivitas.
Meski begitu, tak semua orang mampu untuk mencukupi kebutuhan protein harian yang disarankan oleh ahli dan dapat mempengaruhi kerja dan fungsi tubuh.
“Bahkan jika Anda mengonsumsi cukup kalori, terlalu sedikit protein berarti tubuh Anda harus menggunakan cadangannya sendiri dengan memecah otot,” kata Dr. Glenn Jones, dokter penyakit dalam di Sentara Medical Group, kepada laman Time.
Nah, di bawah ini adalah beberapa tanda tubuh Anda kekurangan asupan protein yang sebaiknya diketahui.
Baca Juga: 5 Manfaat Jeruk Bali, Ternyata Bisa Kurangi Risiko Batu Ginjal
Kelelahan
“Dalam kasus ekstrem, Anda bisa lelah dan kekurangan energi,” jelas ahli gizi Mariana Pérez-Trejo Soltwedel kepada laman Vogue. “Bagaimanapun, mengonsumsi makanan seimbang, termasuk protein, adalah kunci untuk menjaga fungsi sistem kekebalan dan mengatur hormon Anda”.
Hal itu disebabkan karena ketika asupan protein dan energi gagal memenuhi kebutuhan individu yang menyebabkan penipisan lemak dan otot tubuh dengan gejala seperti kelelahan atau kelelahan.
Kuku rapuh dan rambut rontok
Jika kuku dan rambut Anda tidak terlihat sehat, itu mungkin pertanda Anda tidak mendapatkan cukup protein.
“Protein mengandung kolagen dan keratin, yang sangat diperlukan untuk kesehatan kuku, rambut, dan kulit,” kata Pérez-Trejo Soltwedel.
Jika Anda tidak mengonsumsi cukup protein, kulit Anda bisa menjadi sangat kering, kuku Anda mulai patah, atau Anda bahkan mengalami kerontokan rambut.
Kehilangan otot
Jika Anda tidak mendapatkan cukup protein, tubuh Anda akan beralih ke protein yang disimpan di otot untuk menggunakannya untuk fungsi tubuh yang lebih penting.
"Hal ini bahkan dapat mempengaruhi otot jantung. Ini adalah salah satu kekhawatiran terbesar bagi orang yang mengalami kurang makan," jelas ahli gizi terdaftar Natalie Romito, RD, LD kepada Cleveland Clinic. “Hilangnya otot jantung bahkan dapat menyebabkan gagal jantung”.
Baca Juga: Anda Bisa Dapatkan Manfaat Buah Bit Berikut Jika Rutin Konsumsi
Rapuh tulang
Kalsium, vitamin D, dan protein dibutuhkan untuk menjaga tulang Anda kuat dan sehat.
“Kolagen, protein paling banyak di tubuh Anda, adalah protein utama dalam tulang,” kata Romito. “Dan itu diperlukan agar tulang Anda menjadi kuat dan fleksibel”.
Jadi, jika asupan protein Anda sangat rendah, kemungkinan besar Anda akan mengalami patah tulang.
Kesulitan berkonsentrasi
Fokus yang buruk dan bahkan perubahan suasana hati bisa disebabkan oleh rendahnya protein. Itu karena otak Anda bergantung pada asam amino untuk membuat neurotransmiter seperti dopamin dan serotonin, pembawa pesan kimiawi yang mengatur suasana hati, motivasi, dan kewaspadaan.
“Pada dasarnya, jika asupan protein Anda terlalu rendah, tubuh Anda mulai mengalokasikan kembali sumber dayanya, memprioritaskan kelangsungan hidup daripada vitalitas,” kata dokter Gabrielle Lyon kepada Time.
Anda mungkin menyadari bahwa pikiran Anda terasa lebih lambat, kesabaran Anda berkurang, atau motivasi Anda menurun ketika Anda mengurangi protein.
Mudah lapar
"Jika Anda hanya mengonsumsi karbohidrat, Anda mungkin merasa lapar lagi hanya setengah jam setelah selesai makan" ujar Pérez-Trejo Soltwedel.
Hal ini dikarenakan protein dapat meningkatkan rasa kenyang, sedangkan karbohidrat sederhana dapat memicu lonjakan gula darah yang kemudian menimbulkan keinginan untuk makan lagi.
Pola makan tinggi protein dapat menurunkan kadar ghrelin, hormon yang memberi sinyal ke otak saat tiba waktunya makan, serta meningkatkan kadar peptida YY yang memberikan sinyal rasa kenyang.
Demikian tadi adalah tanda-tanda tubuh yang kekurangan asupan protein. Jika menyadari dan merasakan beberapa tandanya, Anda bisa memeriksakan ke ahli, ya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News