MOMSMONEY.ID - Penderita gula darah tinggi sebaiknya berhenti mengonsumsi alkohol. Beberapa minuman beralkohol juga mengandung banyak kalori yang dapat menyebabkan penambahan berat badan.
Poonam Sachdev, dokter bedah dari Webmd.com menyebutkan bahwa alkohol juga bisa mengurangi efektivitas beberapa obat gula darah tinggi. Penting untuk menjaga kadar glukosa darah tetap stabil, karena gula darah di bawah 70 miligram/desiliter menyebabkan sakit kepala, detak jantung tidak teratur, kecemasan, dan kebingungan.
Alkohol bisa memengaruhi kemampuan tubuh untuk mengatur kadar gula darah.
Baca Juga: Konsumsi Minuman Berpemanis Membebani Tubuh dan Naikkan Gula Darah
Pengaruh alkohol terhadap kadar gula darah
Hati adalah organ yang menyimpan dan melepaskan glukosa ke dalam aliran darah. Hati melakukan ini di antara waktu makan dan saat tubuh sedang tidur, kadar gula darah pun jadi lebih stabil.
Hati juga bertugas memecah racun, sehingga dapat dikeluarkan dari tubuh oleh ginjal. Saat mengonsumsi alkohol, hati akan kesulitan melakukan kedua tugas ini secara bersamaan.
Akibatnya, hati malah memecah alkohol daripada melepaskan glukosa secara teratur. Ketika ini terjadi, kadar gula darah tidak stabil dan dapat turun terlalu rendah.
Hati membutuhkan waktu sekitar 1 hingga 1,5 jam untuk memproses setiap minuman beralkohol. Risiko meningkat dengan setiap minuman tambahan yang dikonsumsi.
Saat mengonsumsi alkohol menjelang waktu tidur, Anda harus memeriksa kadar glukosa. Jika terlalu rendah, konsumsilah camilan kaya karbohidrat sebelum tidur.
Selain menyebabkan gula darah rendah, konsumsi alkohol juga dapat memengaruhi penderita gula darah tinggi dalam beberapa cara lain seperti berikut:
1. Peningkatan berat badan
Alkohol merangsang nafsu makan yang dapat menyebabkan Anda makan berlebihan dan mengganggu kontrol gula darah. Minuman beralkohol seringkali mengandung banyak kalori, sehingga lebih sulit untuk menurunkan berat badan berlebih.
2. Dampak fisik
Bir dan anggur mengandung karbohidrat tinggi yang dapat meningkatkan kadar gula darah untuk sementara waktu. Minum terlalu banyak alkohol dapat meningkatkan kadar trigliserida dan tekanan darah.
3. Hipoglikemia
Alkohol dapat menyebabkan wajah memerah, mual, peningkatan detak jantung, dan bicara cadel. Gejala-gejala ini dapat disalahartikan atau menutupi gejala gula darah rendah.
4. Obat diabetes
Alkohol dapat mengganggu efek positif obat diabetes oral atau insulin. Hal ini karena alkohol akan mencegah hati mengubah protein dan lemak menjadi karbohidrat ketika tubuh membutuhkan energi, seperti saat berolahraga atau di antara waktu makan.
Baca Juga: Makan Buah Tinggi Karbo Bikin Gula Darah Tinggi, Ini Alternatif yang Lebih Aman
Mengonsumsi alkohol juga dapat memperburuk beberapa gejala diabetes. Gejala-gejala tersebut meliputi:
- Sensasi terbakar dan kesemutan di tangan dan kaki akibat kerusakan saraf (neuropati diabetik)
- Kerusakan ginjal
- Kerusakan mata akibat diabetes (retinopati diabetik)
Penderita gula darah tinggi juga menghadapi risiko lebih tinggi terkena ketoasidosis diabetik saat mengonsumsi alkohol. Itulah informasi mengenai efek konsumsi alkohol pada penderita gula darah tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News