MOMSMONEY.ID - Perkembangan artificial intelligence (AI) kini bukan lagi sekadar teknologi untuk membuat tulisan, menjawab pertanyaan atau menghasilkan gambar. Pemanfaatannya semakin beragam, termasuk membantu membaca data, membuat prediksi hingga mempermudah pekerjaan.
Contohnya dibahas dalam The 3rd Digital Transformation Forum (DTF) 2026 yang digelar Selular Media Network di Jakarta, Senin (21/9)
Salah satu penerapan AI dapat ditemukan pada perangkat yang digunakan sehari-hari. Motorola mengembangkan konsep hybrid AI yang menggabungkan pemrosesan AI langsung di perangkat dengan AI berbasis cloud.
Country General Manager Motorola Indonesia, Bagus Prasetyo, mengatakan konsep tersebut diarahkan menuju pengalaman AI yang dapat terhubung di berbagai perangkat, mulai dari smartphone, smartwatch, tablet hingga PC.
Baca Juga: Bahaya Gadget! Kasus Speech Delay Anak Jakarta Melonjak, Cek Ciri & Cara Mengatasinya
Dengan konsep ini, AI tidak hanya menjadi fitur pada satu perangkat, tetapi dapat membantu memberikan pengalaman yang lebih terintegrasi ketika seseorang menggunakan beberapa perangkat.
AI juga bisa dimanfaatkan untuk membantu pekerjaan yang membutuhkan pengolahan data dalam jumlah besar. Salah satu contohnya ada di perkebunan sawit.
Pengurus Bidang Komunikasi GAPKI (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia), Mochamad Husni, menjelaskan AI dapat digunakan untuk membantu memprediksi produksi buah. Sementara itu, drone dan citra satelit dapat dimanfaatkan untuk memetakan perkebunan.
Teknologi tersebut juga dapat mendukung kebutuhan traceability atau kemampuan melacak asal-usul tandan buah segar hingga ke titik perkebunan. Hal ini semakin penting karena pasar global menuntut proses produksi yang lebih mudah ditelusuri.
Selain AI, internet of things (IoT) dan analitik data juga dapat digunakan untuk membantu pemantauan dan pengelolaan perkebunan.
Contoh tersebut memperlihatkan bahwa penggunaan AI tidak harus selalu terlihat dalam bentuk chatbot. Sederhananya, AI dapat membantu ketika ada banyak data yang perlu dianalisis, pola yang perlu dikenali atau kondisi yang perlu diprediksi.
Namun, teknologi saja tidak cukup. Agar pemanfaatan AI memberikan manfaat nyata, tetap diperlukan konektivitas, sumber daya manusia, regulasi yang mendukung dan kerja sama berbagai pihak.
VP Head of Ecosystem Regulatory Affairs Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), Machdi Fauzi, mengatakan konektivitas tetap menjadi fondasi dalam perkembangan layanan digital.
“Konektivitas tetap menjadi fondasi utama, tetapi monetisasi terbesar di masa depan ada pada lapisan atas, seperti aplikasi, solusi digital, dan AI. Kolaborasi antara regulator dan operator adalah kunci utama agar ekosistem digital Indonesia bisa melompat lebih jauh,” ujar Machdi dalam keterangan resmi Senin (21/9).
Ketua Bidang Kelembagaan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Elly Noor, juga menekankan pentingnya kerja sama dalam menghadapi perkembangan teknologi.
“Kita semua tidak bisa bekerja sendiri. Masalah-masalah yang dihadapi di lapangan harus kita duduk bersama untuk mencari solusinya. Yang paling penting adalah tidak ada lagi ego sektoral atau bekerja secara silo,” kata Elly.
Pada akhirnya, perkembangan AI bukan hanya soal seberapa canggih teknologinya. Yang lebih penting adalah bagaimana AI digunakan untuk membantu kebutuhan nyata, membuat pekerjaan lebih efisien dan memberikan manfaat dalam aktivitas sehari-hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News