Bugar

Obat Asam Urat untuk Mengatasi Peradangan Sendi yang Tak Kunjung Sembuh

Obat Asam Urat untuk Mengatasi Peradangan Sendi yang Tak Kunjung Sembuh

MOMSMONEY.ID - Konsumsi obat asam urat untuk mengatasi peradangan sendi akan sangat membantu menyembuhkan asam urat. Asam urat adalah senyawa yang terbentuk ketika tubuh memecah purin.

Jika kadar asam urat dalam darah terlalu tinggi, kristal-kristal asam urat dapat terbentuk di sekitar sendi, menyebabkan peradangan yang dikenal sebagai asam urat. Gejalanya meliputi rasa nyeri, kemerahan, dan pembengkakan pada sendi.

Peradangan ini bisa menjadi kronis dan menyebabkan kerusakan sendi yang lebih parah jika tidak diobati. Pengobatan asam urat bertujuan untuk mengurangi kadar asam urat dalam tubuh serta meredakan peradangan pada sendi. 

Baca Juga: Gejala Asam Urat di Lutut dan Cara Mengobatinya dengan Cepat di Rumah!

Selain pengobatan medis, perubahan gaya hidup juga sangat penting dalam mengatasi peradangan sendi akibat asam urat. Menghindari makanan tinggi purin, seperti daging merah, jeroan, dan seafood bisa membantu menurunkan kadar asam urat dalam tubuh.

Dilansir dari Health Harvard Edu, berikut obat asam urat untuk mengatasi peradangan sendi:

Obat asam urat untuk peradangan sendi

1.Obat antiinflamasi

Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) seperti ibuprofen (Advil, Motrin) dan naproxen (Aleve), tersedia dalam dosis rendah tanpa resep dokter. Kebanyakan orang memerlukan resep obat antiinflamasi seperti prednison atau obat kolkisin (Mitigare, Colcrys). 

Obat kolkisin dapat menekan peradangan pada kondisi tertentu, termasuk asam urat. Obat ini bukan obat pereda nyeri. Kortikosteroid juga dapat disuntikkan secara intravena atau ke dalam otot jika obat tidak dapat diminum.

Jika pilihan lain tidak efektif, obat antiinflamasi lain seperti anakinra (Kineret) atau canakinumab (Ilaris) mungkin bisa direkomendasikan dokter. Obat atau kombinasi obat yang diresepkan dokter akan bergantung pada seberapa parah nyeri yang Anda alami dan berapa banyak sendi yang terpengaruh.

Dokter juga akan mempertimbangkan kondisi medis lain yang Anda miliki.

2.Obat yang menghambat produksi asam urat

Pedoman ACR menganjurkan pengobatan asam urat dengan obat penurun asam urat bagi orang yang memiliki tofi yang dibuktikan dari hasil radiografi. Menurut pedoman ACR, tujuan terapi pengobatan ini untuk menurunkan kadar asam urat agar kembali normal.

Baca Juga: Dendeng Sapi Bikin Asam Urat Tinggi? Ini Alternatif Makanan Ramah Asam Urat

Obat-obatan yang menghambat produksi asam urat yaitu inhibitor xantin oksidase seperti allopurinol (Aloprim, Lopurin, Zyloprim) dan febuxostat (Uloric). Menurut pedoman ACR, allopurinol sangat direkomendasikan sebagai obat penurun asam urat lini pertama.

Efek samping allopurinol meliputi demam, ruam, hepatitis, dan masalah ginjal. Efek samping febuxostat meliputi ruam, mual, dan penurunan fungsi hati.

Febuxostat juga dapat meningkatkan risiko kematian akibat penyakit jantung, konsumsi obat ini harus dengan pantauan dokter. Pegloticase (Krystexxa) adalah pilihan lain untuk menurunkan produksi asam urat.

Obat ini umumnya diberikan kepada orang yang menderita asam urat parah dan tidak berhasil dengan pengobatan lain atau tidak dapat mentoleransi pengobatan tersebut. Obat ini diberikan secara intravena setiap 2 minggu bersama dengan metotreksat oral mingguan untuk mencegah efek samping dan meningkatkan efektivitas.

Asam folat harian, vitamin B, juga direkomendasikan untuk mengurangi risiko efek samping terkait metotreksat. Efek samping pegloticase meliputi reaksi gatal-gatal, mengi atau pembengkakan tenggorokan, sensasi hangat, kulit kemerahan, infeksi, dan mual.

3.Obat-obatan yang meningkatkan pembuangan asam urat

Obat-obatan seperti probenesid (Probalan) menurunkan asam urat dengan cara yang berbeda dari allopurinol dan febuxostat.  Obat ini membuat ginjal membuang lebih banyak asam urat dari biasanya. 

Probenesid dapat digunakan sendiri atau dikombinasikan dengan allopurinol atau febuxostat pada orang-orang yang kadar asam uratnya tidak cukup turun hanya dengan allopurinol atau febuxostat.

Probenesid mungkin tidak bekerja dengan baik pada orang yang memiliki penyakit ginjal. Konsumsi obat ini bisa meningkatkan risiko batu ginjal, obat ini tidak direkomendasikan untuk orang dengan riwayat batu ginjal. 

Efek samping yang mungkin terjadi termasuk sakit kepala, nyeri sendi, kehilangan nafsu makan, dan mual. 

Baca Juga: Ini lo Gejala Asam Urat di Tangan yang Harus Anda Ketahui

Itulah daftar obat asam urat untuk mengatasi peradangan sendi. Namun, sebaiknya Anda tetap harus berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Selanjutnya: 3 Cara Top Up Saldo BRIZZI dengan BRImo, ATM, dan BRILink untuk Mudik Lebaran

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Survei KG Media