MOMSMONEY.ID - Gejala asam urat di lutut biasanya memiliki ciri yang khas yaitu kemerahan, muncul rasa nyeri hingga bengkak di area sendi. Asam urat adalah bentuk radang sendi yang terjadi saat kristal asam urat menumpuk di persendian, termasuk sendi lutut.
Dilansir dari Health-E, penyakit asam urat lebih sering terjadi pada pria dibandingkan wanita. Asam urat ini juga cenderung terjadi pada orang dewasa dan jarang menyerang anak-anak kecuali ada kondisi yang mendasarinya.
Ada berbagai gejala dan cara untuk mengobati asam urat, tidak selalu menggunakan obat. Jika Anda harus mengonsumsi obat dari dokter, Anda tetap harus menerapkan gaya hidup sehat dan juga menghindari berbagai pemicu kambuhnya nyeri asam urat.
Baca Juga: Buah Bit Bisa Membuat Asam Urat Normal? Simak Penjelasannya di Sini
Simak berbagai gejala dan cara mengobati asam urat berikut ini:
Apa saja gejala asam urat di lutut?
Asam urat di lutut menyebabkan sensasi terbakar dan biasanya terjadi di malam hari. Beberapa gejala umum asam urat di lutut meliputi
1.Nyeri hebat di lutut
Nyeri hebat dapat muncul tiba-tiba atau bertahap di lutut, lalu menetap. Nyeri hebat dapat berlangsung 4–12 jam sebelum mereda.
2.Peradangan pada area lutut
Area sendi lutut akan kelihatan bengkak, kemerahan dan meradang, serta terasa hangat.
3.Rasa nyeri berkepanjangan
Nyeri dan gejala asam urat berlangsung selama beberapa minggu sebelum mereda.
4.Mobilitas terbatas
Asam urat pada lutut dapat membatasi rentang gerak pada sendi lutut Anda.
Apa penyebab asam urat di lutut?
Asam urat di lutut disebabkan oleh penumpukan dan akumulasi asam urat dalam darah. Kadar asam urat yang tinggi dalam darah menyebabkan terbentuknya kristal-kristal kecil yang tajam di sekitar sendi lutut.
Tubuh memproduksi sebagian besar asam urat secara alami. Namun, pola makan berperan dalam tingginya kadar asam urat yang menyebabkan asam urat.
Ginjal berfungsi untuk menyaring asam urat dari darah dan mengeluarkannya sebagai urin. Kondisi kesehatan, makanan, dan obat-obatan dapat meningkatkan kadar asam urat atau mempersulit pengeluaran asam urat.
Kondisi tersebut meliputi penyakit ginjal kronis, makanan dan minuman yang mengandung purin tinggi dan makanan tinggi fruktosa.
Baca Juga: Inilah 7 Jenis Kopi yang Bisa Membuat Asam Urat Normal, Cek Daftarnya Berikut
Cara mengobati asam urat
1.Konsumsi obat
Konsumsi obat antiinflamasi seperti colchicine (colcrys) saat gejala mulai muncul bisa membantu mengobati asam urat.
2.Lindungi sendi lutut
Lindungi lutut Anda dan hindari aktivitas yang dapat melukai sendi. Cobalah untuk melakukan latihan yang aman untuk lutut seperti berjalan dan berenang.
3.Konsumsi air putih
Minum air putih yang cukup bisa membantu membuang kelebihan asam urat. Selain itu, Anda juga perlu mengelola stres dan melakukan istirahat yang cukup.
4.Pertahankan berat badan seimbang
Obesitas atau kelebihan berat badan bisa memberikan tambahan tekanan pada sendi lutut Anda. Hal inilah yang menyebabkan asam urat terasa lebih menyakitkan saat Anda memiliki berat badan berlebih.
5.Hindari makanan tinggi purin dan fruktosa
Hindari makanan tinggi purin yang bisa memicu serangan asam urat seperti daging merah, jeroan, makanan manis, dan produk susu tinggi lemak. Hindari juga beberapa seafood seperti kerang, sarden, ikan sarden, lobster dan tuna.
Berapa lama penyakit asam urat di lutut berlangsung?
Serangan asam urat dapat terjadi secara tiba-tiba, terutama saat kadar asam urat meningkat atau kristal di persendian bergeser. Rasa sakitnya dapat terasa selama 12 jam pertama, setelah itu rasa sakitnya mulai mereda. Tanpa pengobatan, gejala asam urat dapat berlangsung selama 10–14 hari.
Mulailah pengobatan sejak dini untuk mengurangi durasi dan tingkat keparahan asam urat. Bahkan saat gejalanya mereda, teruslah terapkan tindakan pencegahan untuk melindungi lutut Anda.
Baca Juga: 6 Sayuran Ini Bisa Memicu Asam Urat Tinggi lo, Batasi Konsumsinya di Rumah
Itulah berbagai gejala asam urat di lutut dan cara mengobatinya dengan mudah.
Selanjutnya: Gatal Diabetes Seperti Apa Rasanya? Kenali Ciri-cirinya Berikut Ini
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News