MOMSMONEY.ID - Obat asam urat Allopurinol dan Uloric dapat membantu mencegah serangan asam urat dengan menurunkan kadar asam urat lo.
Sementara obat NSAID, kortikosteroid, dan Kolkisin mampu mengurangi rasa sakit dan pembengkakan selama serangan asam urat.
Tak hanya mengandalkan obat, Anda juga harus mengistirahatkan sendi yang sakit dan mengompresnya menggunakan es.
Mengutip Verywell Health, Megan Nunn, apoteker di Amerika Serikat, menjelaskan, asam urat merupakan radang sendi yang disebabkan oleh penumpukan kristal asam urat di persendian.
Asam urat diproduksi dalam tubuh dari purin yang ditemukan dalam beberapa makanan. Penumpukan asam urat ini menyebabkan rasa sakit dan pembengkakan, biasanya pada satu sendi pada satu waktu.
Baca Juga: Obat Asam Urat Ini Sembuhkan Batu Ginjal, Cara Konsumsi untuk Hasil Maksimal
Kategori utama obat-obatan asam urat
Beberapa obat tersedia untuk pencegahan dan pengobatan asam urat. Pilihan yang paling umum dan efektif untuk pencegahan adalah allopurinol dan Uloric dengan tingkat kemanjuran yang serupa.
Faktor penentu dalam memilih obat yang tepat dapat bergantung pada beberapa hal seperti biaya, alergi, atau penyakit penyerta. Untuk mengatasi kekambuhan, Kolkisin adalah pilihan yang paling umum dan disukai.
Berikut kategori obat-obatan asam urat yang patut dipahami:
1. Obat penurun kadar asam urat
Obat penurun kadar asam urat digunakan untuk membantu mengelola asam urat kronis dan mencegah kekambuhan. Obat ini direkomendasikan untuk orang yang mengalami setidaknya dua kali kekambuhan asam urat per tahun dan mereka yang memiliki komplikasi seperti tofi.
Obat-obatan ini dapat dimulai selama kekambuhan dan kemungkinan besar perlu diminum tanpa batas waktu.
Kelas obat ini meliputi obat-obatan berikut:
- Allopurinol yang menghambat produksi asam urat dan direkomendasikan untuk asam urat kronis.
- Uloric bertugas menghambat produksi asam urat, tetapi tidak direkomendasikan untuk penderita penyakit jantung.
- Probenecid membantu ginjal mengeluarkan asam urat dari tubuh. Obat ini kurang efektif dibandingkan allopurinol atau Uloric, tidak direkomendasikan untuk penderita riwayat batu ginjal.
- Krystexxa adalah obat intravena (IV) yang memecah asam urat. Obat ini biasanya hanya digunakan jika obat lain tidak bekerja dengan baik.
2. Obat antiinflamasi
Obat antiinflamasi digunakan dalam jangka pendek untuk mengurangi nyeri dan peradangan yang disebabkan oleh kekambuhan asam urat. Obat-obatan antiinflamasi meliputi:
Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) seperti ibuprofen, Naproxen, atau Celecoxib. Dosis tinggi obat-obatan ini biasanya diperlukan selama tiga hingga lima hari untuk mengatasi serangan dan mencegah serangan berikutnya.
Kortikosteroid seperti prednison dapat disuntikkan ke dalam sendi atau diminum. Seperti halnya NSAID, pengobatan jangka pendek digunakan untuk meminimalkan efek samping.
Efek samping steroid meliputi kesulitan tidur, kecemasan, dan penambahan berat badan. Obat Kolkisin paling efektif jika dimulai pada gejala pertama serangan asam urat.
Dosis Kolkisin perlu diturunkan untuk penderita penyakit ginjal kronis (CKD) dan pasien yang mengonsumsi statin. Berbeda dengan NSAID dan kortikosteroid, Kolkisin dapat dilanjutkan dalam jangka panjang untuk mencegah kekambuhan.
Pilihan lain termasuk hormon adrenokortikotropik (ACTH)5 dan penghambat interleukin-1 seperti Ilaris, Kineret, Arkalyst dan ACTH.
Baca Juga: Sendi Bengkak Akibat Asam Urat? Ini Gejala dan Cara Mengatasinya
Cara mengobati asam urat dengan mudah di rumah
Beberapa strategi sederhana untuk mengelola nyeri asam urat ringan hingga sedang dapat membantu melindungi sendi dari kerusakan lebih lanjut. Pengobatan rumahan yang bisa dilakukan seperti berikut:
- Mengistirahatkan sendi.
- Mengoleskan es.
- Mengangkat sendi yang terkena.
- Konsumsi minyak ikan, Asam lemak omega-3 dapat membantu mencegah serangan asam urat.
- Asam folat dapat membantu menurunkan kadar asam urat pada orang dewasa dengan tekanan darah tinggi.
Potensi efek samping dan risiko obat asam urat
Semua obat berpotensi menyebabkan efek samping, efek samping ini bisa ringan atau berat. Beberapa obat asam urat dikaitkan dengan masalah pencernaan, reaksi alergi, dan interaksi dengan obat lain.
Perhatikan tindakan pencegahan berikut saat menggunakan obat untuk asam urat.
- Allopurinol dapat menyebabkan reaksi hipersensitivitas.
- Uloric dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.
- NSAID dapat meningkatkan tekanan darah dan tidak boleh dikonsumsi oleh penderita penyakit ginjal. Obat ini juga tidak boleh dikonsumsi bersamaan dengan diuretik atau obat tekanan darah yang disebut penghambat enzim pengubah angiotensin (ACE) seperti Zestril.
- Kolkisin berinteraksi dengan obat lain yang dipecah oleh enzim hati sitokrom P450 3A. Beberapa contohnya termasuk statin, anti-jamur, dan beberapa obat jantung.
Sekian informasi mengenai obat asam urat yang bisa meredakan nyeri, bengkak hingga rasa tidak nyaman di sendi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News