M O M S M O N E Y I D
Santai

Multitasking Jadi Perilaku Toxic yang Jarang Disadari, Cek 6 Kebiasaan Lain di Sini

Multitasking Jadi Perilaku Toxic yang Jarang Disadari, Cek 6 Kebiasaan Lain di Sini
Penulis: Christ Penthatesia  |  Editor: Christ Penthatesia


MOMSMONEY.ID - Jika punya beberapa perilaku atau kebiasaan toxic berikut ini, mulai hindari yuk, agar tidak menghambat perkembangan diri.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), perilaku buruk utama yang harus dihindari adalah merokok, mengonsumsi terlalu banyak lemak, dan tidak berolahraga 150 menit per minggu.

Meski begitu masih ada banyak perilaku mengarah pada kebiasaan buruk dan toxic yang sering dilakukan namun jarang disadari oleh kebanyakan orang.

Yuk, ketahui beberapa perilaku kebiasaan toxic yang sebaiknya mulai dihilangkan agar tidak menjadi kebiasaan buruk.

Baca Juga: Cek Penyebab dan Cara Atasi Mood Swing pada Wanita di Sini

1. Doomscrolling sebelum tidur

Doomscrolling adalah aktivitas yang secara tidak sadar dilakukan terus-menerus, kegiatan ini terjadi saat Anda terus-menerus menggulir sosial media melalui ponsel Anda hingga berjam-jam.

Saking tidak disadarinya, terkadang menjelang tidur pun Anda masih sering menggulir ponsel Anda yang pada akhirnya mengganggu jam tidur.

Menurut Dr. Ray, ND MS, Peneliti Pengobatan Integratif Dokter Naturopati, di laman American Association of Naturopathic Physicians, konsumsi konten media sosial dan internet secara berlebihan sebelum tidur dapat mengganggu tidur karena paparan cahaya birunya.

"Bahkan, dalam jangka panjang bisa menyebabkan masalah kecemasan dan depresi. Otak secara alami cenderung menggunakan doomscrolling untuk memuaskan keinginan manusia mengetahui informasi agar merasa aman atau menghindari bahaya," ujarnya.

2. Membandingkan diri

Membandingkan diri dengan orang lain merupakan kebiasaan toxic yang sebaiknya mulai berhenti dilakukan. Melansir dari laman Prevention, Psikolog Renee Elxebert Ph.D menjelaskan, hal tersebut bisa memicu timbulnya rasa iri, meningkatkan kecemasan, dan juga stres.

Sebaiknya, mulai untuk berfokus dengan diri sendiri dan memperbaiki diri yang bisa mengurangi tingkat stres, kecemasan, perasaan senang, dan percaya diri.

3. Merasa gagal

Fokus pada kegagalan juga bukan merupakan kebiasaan yang baik. Kebiasaan ini bisa membawa diri pada keadaan yang tidak berkembang.

Fokus pada kegagalan juga membuat seseorang hanya fokus pada hal negatif saja. Ada baiknya untuk mulai menghilangkan kebiasaan ini dan menggantinya dengan bersyukur, mulai berpikir positif, dan mengatur kembali sistem yang pernah gagal.

Baca Juga: 6 Cara Mengatasi Overthinking Setiap Malam, Tak Cuma Meditasi

4. Overthinking

Kebiasaan buruk lainnya yang sebaiknya mulai dikurangi adalah overthinking. Sebagai gantinya, cobalah untuk mulai fokus dengan apa yang bisa dikontrol.

Mengurangi overthinking, menurut psikiater Mimi Winsberg, M.D, bisa membantu menonaktifkan pikiran yang berlebihan. Sebab, kebiasaan toxic ini akan membuat seseorang kehilangan kendali akan hal-hal yang bisa dikontrolnya.

5. Multitasking

Multitasking di waktu yang tidak tepat juga bisa menjadi kebiasaan buruk. Multitasking tidak membuat semua pekerjaan bisa selesai dengan cepat. Mengutip dari laman Life Hack, sebaiknya berhenti untuk melakukan segala hal dalam waktu bersamaan.

Sebaliknya, lakukan semua hal penting satu per satu dan gunakan manajemen waktu untuk menyelesaikannya. Sebagai tips, buatlah to do list sebelum memulai aktivitas agar tahu mana yang harus diprioritaskan.

6. Berbelanja impulsif

Kedok self reward kerap dijadikan alasan untuk berbelanja impulsif. Padahal, jika diteruskan secara berlebihan, kebiasaan ini bisa membawa diri untuk menjadi orang yang boros.

Gantilah kebiasaan ini dengan memberikan self reward atau healing pada diri dengan hal selain materi. Ada banyak hal lain, selain materi, yang bisa digunakan untuk memberikan self reward pada diri sendiri.

7. Berada di lingkungan toxic

Sudah bukan rahasia lagi bahwa dalam kehidupan sosial tentu ada saja beberapa kelompok atau lingkungan yang membawa pengaruh buruk. Mulailah untuk memilah pertemanan bahkan pasangan agar tidak terjebak dalam lingkungan toxic.

Perlu diketahui bahwa lingkungan toxic juga bisa mempengaruhi kebiasaan seseorang jika tidak bisa menyaring mana yang baik dan buruk.

Yuk, mulai hindari kebiasaan-kebiasaan buruk yang toxic tersebut jika sudah mulai menyadarinya, ya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Hujan Hampir di Semua Daerah Ini, Simak Prakiraan Cuaca Sumatera Utara Besok (15/9)

Cuaca besok hujan ringan diprediksi terjadi di 28 wilayah Sumatera Utara lo. Cek daerah yang berpotensi hujan dan suhu udaranya.

Cek Cuaca Besok DI Yogyakarta Besok (15/9), Sleman Diprediksi Udara Kabur

BMKG memprediksi cuaca besok di empat wilayah DI Yogyakarta berawan. Sleman menjadi satu-satunya daerah dengan kondisi udara kabur.

Udara Kabur Menyelimuti Sumatera Barat Besok (15/9), Simak Prakiraan Cuaca Lengkapnya

BMKG memprediksicuaca besok di  11 wilayah Sumatera Barat mengalami udara kabur pada Selasa (15/9). Suhu udara berkisar 16–32 derajat Celsius.

Hujan Ringan di Wilayah Ini, Cek Prakiraan Cuaca Sumatera Selatan Besok (15/9)

BMKG memprediksi mayoritas cuaca besok di wilayah Sumatera Selatan berawan pada Selasa (15/9). Hujan ringan berpotensi turun di satu wilayah.

Prakiraan Cuaca Bali Besok (15/9) Dominan Berawan, Cek Wilayah yang Cerah

BMKG memprediksi cuaca Bali besok Selasa (15/9) didominasi berawan. Suhu udara berada di kisaran 18–30 derajat Celsius.

6 Promo Sushi Hemat Hari Ini 14 September, Ichiban hingga Genki Mulai Rp 9.000-an

Bikin rutinitas Senin makin seru dengan santapan sushi lezat. Serbu promo Sushi dari Ichiban hingga Genki Sushi sebelum periodenya berakhir

Layar 144Hz HP Infinix GT 50 Pro Bikin Pengalaman Gaming Makin Mulus

HP Infinix GT 50 Pro dibekali layar AMOLED 1,5K berkecepatan 144Hz. Kombinasi tombol trigger baru menawarkan kontrol gaming lebih responsif.

Huawei MatePad Air 2026 Rilis Fitur Layaknya Laptop, Skor AnTuTu Tembus 1 Juta

Huawei MatePad Air 2026 membawa layar OLED 144Hz dan bodi 5,3 mm. Simak performa prosesor Kirin T93C sebelum Anda membelinya.

Teknologi AI Ini Bisa Bantu Cek Gerakan lo, dari Jalan hingga Olahraga

​Alita dan Fujitsu mengeluarkan teknologi Human Motion Analytics yang bisa membantu menganalisis gerakan tubuh untuk olahraga dan kesehatan.

Tiap Daerah Bisa Punya Senam Khas, Ini Contohnya

​Senam Bogor Bugar, Senam Zapin, hingga Senam Tangerang Gemilang menjadi contoh olahraga yang membawa unsur khas daerah.