MOMSMONEY.ID - Ramai modus penipuan pakai Gmail, Google sampaikan peringatan. Peringatan dari Gmail jadi tanda bahaya bahwa ada sesuatu yang mencurigakan dalam pengaturan atau konten dalam email.
Pankaj Kumar, pengamat media sosial dari Blueshift.com, mengungkapkan, melindungi penggunanya dari phishing, spoofing, dan ancaman email berbahaya lainnya, Gmail menggunakan algoritma canggih dan filter keamanan bawaan.
Ketika sesuatu tampak mencurigakan atau tidak sesuai, Gmail akan menampilkan peringatan "Hati-hati dengan pesan ini". Hal ini dipicu oleh:
Baca Juga: Dari Facebook hingga X, Begini Cara Media Sosial Menghasilkan Uang untuk Anda
1. Masalah autentikasi
SPF (Sender Policy Framework) akan memberi tahu Gmail server mana yang diizinkan untuk mengirim email untuk domain Anda. Sementara itu, DKIM (DomainKeys Identified Mail) menambahkan tanda tangan digital untuk memverifikasi bahwa pesan tersebut belum diubah.
Selanjutnya, DMARC (Domain-based Message Authentication, Reporting & Conformance) memberi tahu Gmail apa yang harus dilakukan jika email gagal dalam pemeriksaan SPF atau DKIM. Jika domain Anda tidak memiliki autentikasi email yang tepat, Gmail akan menganggap pesan Anda tidak aman.
SPF, DKIM, dan DMARC membantu memverifikasi identitas Anda sebagai pengirim yang sah. Hal yang harus dilakukan pengguna adalah memeriksa kembali semua pengaturan autentikasi.
Lalu, lakukan rotasi kunci DKIM setiap 6-12 bulan. Untuk petunjuk yang lebih detail, lihat panduan resmi Google tentang autentikasi email yang menjelaskan bagaimana SPF, DKIM, dan DMARC bekerja sama untuk meningkatkan kepercayaan email.
2. Alamat “Dari” dan alamat pengirim tidak sesuai
Anggap saja alamat “Dari” sebagai nama yang tertera di amplop surat dan alamat “Return-path” sebagai alamat di bagian belakang. Jika keduanya tidak cocok, Gmail akan mencurigai pesan tersebut palsu.
Ketika alamat "Dari" yang terlihat berbeda dari domain pengirim sebenarnya, Gmail dapat menandainya sebagai risiko phishing. Pastikan kedua domain tersebut selaras atau telah diotorisasi.
Gunakan Return-Path khusus yang sesuai dengan domain merek Anda.
3. Domain Pengirim baru atau tidak tepercaya
Domain baru atau domain dengan riwayat pengiriman yang rendah seringkali diperlakukan dengan hati-hati sampai mereka membangun reputasi yang tepercaya. Latih domain baru dengan secara bertahap meningkatkan volume email.
4. Konten atau format yang mencurigakan
Email dengan subjek yang menyesatkan dan terlalu banyak gambar dapat ditandai sebagai spam. Selain itu, email yang berisi tautan dan gambar yang disematkan dalam jumlah yang sangat tinggi tanpa keseimbangan teks yang cukup akan dianggap sebagai upaya untuk menghindari penyaringan konten.
Solusinya, gunakan subjek email yang akurat, pertahankan rasio teks dan gambar yang seimbang. Hanya tautkan ke domain yang terverifikasi dan hindari bahasa clickbait.
Baca Juga: Cara Cek Unfollowers Instagram Web & Facebook, Ini Tips yang Sangat Membantu
5. Domain yang diblokir dalam konten email
Gmail mengevaluasi semua domain yang dirujuk dalam email, seperti URL halaman, sumber hosting gambar, dan tautan pelacakan. Jika salah satu dari domain tersebut terdaftar dalam daftar blokir yang dikenal seperti Spamhaus, maka bisa menimbulkan peringatan.
Ini tidak hanya memicu peringatan Gmail "Hati-hati dengan pesan ini”, tetapi juga menyebabkan email Anda masuk ke folder spam. Periksa secara berkala semua domain yang terhubung terhadap Spamhaus dan daftar blokir lainnya.
Hapus atau ganti domain yang masuk daftar hitam dan gunakan alat dari pihak ketiga. Hal tersebut bertujuan untuk memverifikasi apakah domain yang dirujuk dalam email ditandai sebagai konten mencurigakan. Sekian informasi tentang modus penipuan menggunakan Gmail.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News