MOMSMONEY.ID - Investor pemula wajib mengerti strategi investasi saham swing trading.
Dalam rangka mendukung peningkatan literasi dan inklusi pasar modal di Indonesia, pemahaman terhadap berbagai strategi transaksi saham merupakan hal penting bagi investor pemula. Setiap strategi investasi memiliki karakteristik, jangka waktu, serta tingkat risiko yang berbeda, sehingga perlu disesuaikan dengan profil risiko dan tujuan investasi masing-masing.
Salah satu strategi transaksi yang cukup dikenal dan banyak digunakan oleh investor adalah swing trading. Strategi ini memanfaatkan pergerakan harga saham dalam jangka pendek hingga menengah, yang umumnya berlangsung selama beberapa hari hingga beberapa minggu.
Swing trading dapat menjadi alternatif bagi investor yang ingin lebih aktif bertransaksi, namun tetap mengedepankan perencanaan, analisis, serta pengelolaan risiko yang terukur.
Memahami Konsep Swing Trading
Swing trading merupakan strategi perdagangan saham yang bertujuan memanfaatkan pergerakan harga dalam jangka pendek hingga menengah, biasanya dalam rentang waktu beberapa hari hingga beberapa minggu.
Baca Juga: IHSG Tetap Rentan Terkoreksi, Berikut Rekomendasi Saham BNI Sekuritas Senin (2/2)
Investor memanfaatkan momentum pergerakan harga (price swing) dari satu level ke level lainnya dengan mengandalkan analisis teknikal untuk mengidentifikasi tren serta momentum pasar.
Di pasar saham Indonesia, strategi ini umumnya diterapkan pada saham-saham dengan likuiditas tinggi dan pergerakan harga yang aktif. Karakteristik tersebut memudahkan investor dalam melakukan analisis teknikal serta memantau pergerakan harga secara berkala.
Direktur Retail Markets & Technology BNI Sekuritas, Teddy Wishadi, menyampaikan bahwa pemahaman strategi transaksi yang tepat menjadi fondasi penting bagi investor pemula dalam menghadapi dinamika pasar modal.
“Setiap investor perlu memahami bahwa pergerakan pasar bersifat dinamis. Strategi seperti swing trading dapat dimanfaatkan secara optimal apabila didukung dengan perencanaan yang matang, disiplin, serta manajemen risiko yang terukur,” ujar Teddy dalam keterangan tertulis, Senin (2/2).
Prinsip Dasar Swing Trading
Dalam praktiknya, swing trading dijalankan dengan prinsip yang relatif sederhana, yaitu:
- Membeli saham ketika harga mengalami koreksi atau berada di area support
- Menjual saham saat harga bergerak naik mendekati atau menembus area resistance
- Keputusan transaksi baiknya didukung oleh analisis teknikal agar investor dapat mengambil keputusan secara objektif, tanpa terlalu dipengaruhi oleh fluktuasi pasar jangka pendek.
Baca Juga: IHSG Diproyeksi Lanjut Melemah, Berikut Rekomendasi Saham BNI Sekuritas Kamis (29/1)
Beberapa indikator teknikal yang umum digunakan dalam strategi swing trading antara lain:
- Moving Average (MA) untuk mengidentifikasi arah tren harga
- Relative Strength Index (RSI) untuk melihat kondisi jenuh beli (overbought) dan jenuh jual (oversold)
- MACD untuk membaca momentum pergerakan harga
- Support dan Resistance sebagai acuan area beli dan jual
Bagi investor pemula, penggunaan indikator sebaiknya disesuaikan dengan tingkat pemahaman. Sebagai gambaran, sebuah saham berlikuiditas tinggi sedang berada dalam tren naik dan mengalami koreksi sementara:
- Area beli: Rp1.000,-
- Target jual: Rp1.100,-
- Batas risiko (stop loss): Rp970,-
Melalui perencanaan tersebut, investor telah menetapkan potensi keuntungan dan risiko sejak awal. Pendekatan ini membantu investor menjaga disiplin serta menghindari keputusan emosional saat harga bergerak tidak sesuai ekspektasi.
Baca Juga: Yuk, Cek Rekomendasi Saham dari Mirae Saat Market Tertekan (29/1)
Pentingnya Manajemen Risiko
Dalam setiap aktivitas transaksi saham, manajemen risiko merupakan aspek yang tidak dapat dipisahkan. Penetapan stop loss, pengaturan porsi dana, serta konsistensi terhadap rencana transaksi menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan investasi.
Teddy menambahkan bahwa pemanfaatan teknologi juga berperan penting dalam mendukung keputusan investasi. “Melalui aplikasi New BIONS by BNI Sekuritas, investor dapat mengakses berbagai fitur yang membantu analisis dan eksekusi transaksi secara lebih praktis dan terukur, sehingga strategi investasi dapat dijalankan dengan lebih optimal,” tutupnya.
Sebagai bagian dari komitmen dalam menciptakan investor yang cerdas dan teredukasi, BNI Sekuritas secara konsisten menghadirkan berbagai program literasi pasar modal seperti Morning Investview, Live Trading serta program unggulan lainnya untuk membantu investor memahami peluang dan risiko investasi di Pasar Modal Indonesia.
Selanjutnya: Kredit Modal Kerja Menyumbang Sekitar 63% dari Total Kredit KB Bank Sepanjang 2025
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News