M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

Cek Proyeksi IHSG dan Rekomendasi Saham Hari Ini dari Mirae Sekuritas (18/5)

Cek Proyeksi IHSG dan Rekomendasi Saham Hari Ini dari Mirae Sekuritas (18/5)
Reporter: Sanny Cicilia  |  Editor: Sanny Cicilia


MOMSMONEY.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih lesu pada pada perdagangan Senin, 18 Mei 2026. Kombinasi sentimen eksternal dan domestik masih membebani pergerakan pasar. 

Secara teknikal, Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas M. Nafan Aji Gusta melihat, indeks berada dalam kondisi jenuh jual atau oversold. Ini membuka peluang rebound teknikal. Namun, tekanan jual asing dan ketidakpastian global membuat ruang pemulihan diperkirakan masih terbatas.

Berdasarkan analisa teknikal, IHSG memiliki area support di level 6.715 dan 6.590. Sementara itu, area resistance berada di kisaran 6.917 hingga 7.014. 

Sebagai gambaran, investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih cukup besar. Pada perdagangan sebelumnya, net foreign sell mencapai Rp 1,35 triliun, sementara secara year-to-date total jual bersih asing telah mencapai Rp 49,28 triliun. Sepanjang tahun berjalan, IHSG juga telah terkoreksi sekitar 22,25%.

Sentimen global masih menjadi perhatian utama pelaku pasar. Pertemuan antara Amerika Serikat dan Tiongkok dinilai belum menghasilkan kesepakatan substansial terkait stabilitas kawasan Timur Tengah maupun normalisasi jalur perdagangan Selat Hormuz. Selain itu, pernyataan Presiden AS Donald Trump yang membuka peluang peningkatan tekanan militer terhadap Teheran membuat risiko geopolitik masih tinggi.

Di dalam negeri, pasar juga masih mencermati dampak keluarnya sejumlah saham Indonesia dari indeks MSCI Global Standard dan MSCI Small Cap. Kondisi tersebut diperkirakan masih memicu arus keluar dana asing, meskipun intensitasnya mulai mereda dibanding fase awal.

Faktor lain yang menjadi perhatian adalah nilai tukar Rupiah yang masih berada di kisaran Rp 17.597 per dolar AS. Pelemahan Rupiah dinilai meningkatkan tekanan terhadap volatilitas IHSG. Pelaku pasar kini menanti keputusan suku bunga Bank Indonesia pada Rabu, 20 Mei 2026, dengan ekspektasi BI akan mempertahankan BI-Rate di level 4,75% demi menjaga stabilitas Rupiah.

Rekomendasi saham

Di tengah kondisi pasar yang masih fluktuatif, investor disarankan untuk lebih selektif memilih saham dengan fundamental kuat, valuasi menarik, serta saham yang mulai menunjukkan indikasi pembalikan arah tren. Disiplin dalam menerapkan manajemen risiko juga menjadi faktor penting dalam kondisi pasar saat ini.

1. PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO)
Saham PGEO dinilai berada dalam fase bullish consolidation. Area akumulasi berada di kisaran 970–1.050, dengan target harga bertahap di 1.060, 1.090, hingga 1.285. Sementara support berada di level 970 dan 920.

2. PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG)
TAPG dinilai memiliki potensi pullback. Area beli berada di kisaran 1.800–1.950 dengan target harga 1.975 dan 2.060. Adapun support terdekat berada di 1.800 dan 1.770.

3. PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI)
WIFI disebut berada dalam fase akumulasi. Area akumulasi berada di level 2.180–2.320 dengan target harga 2.340, 2.570, hingga 2.850. Support berada di area 2.180 dan 2.060.

Proyeksi dan rekomendasi saham ini bersifat referensi dan bukan ajakan membeli atau menjual efek tertentu. Investor tetap disarankan melakukan riset mandiri serta menyesuaikan keputusan investasi dengan profil risiko masing-masing.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Perbankan Borong SBN Rp 100 Triliun, Ini Dampak yang Perlu Dicermati

Perbankan net buy Surat Berharga Negara sekitar Rp 100 triliun pada Oktober 2026. Sedangkan BI justru net sell sekitar Rp 33,41 triliun.  

Yield SUN 10 Tahun Tembus 7,7%, Ini Proyeksi Hingga Awal Tahun 2027 Menurut Analis

Tekanan di pasar obligasi domestik diperkirakan masih berlanjut hingga akhir 2026. Yield Surat Utang Negara tenor 10 tahun 7,7% belum puncak.  

Yield SUN 10 Tahun Naik, Risiko Domestik Jadi Tekanan Utama

Yield Surat Utang Negara Indonesia tenor 10 tahun menguat di level 7,63% setelah sempat menyentuh 7,75%, tertinggi dalam empat tahun terakhir.  

Yield SUN di atas 7,5%, Saatnya Investor Akumulasi atau Hindari?

Tekanan terhadap pasar obligasi membuat yield berada di level 7,75%. Apakah momen tepat bagi investor untuk mulai membeli atau justru hindari?

Selain Rasa, Ini yang Perlu Diperhatikan Pelaku UMKM dalam Kembangkan Bisnis Kuliner

​BRIncubator 2026 memberikan pelatihan dan pendampingan bagi UMKM makanan dan minuman untuk memperkuat kemampuan bisnis dan pengelolaan produksi.

Gelagat Asing Keluar dari Pasar SBN Baru-Baru Ini, Apa Penyebabnya?

Investor asing yang sempat masuk sejak awal Oktober, berbalik arah menjual SBN pada pertengahan bulan lalu. Cari tahu pemicunya.

Yield SUN Melonjak, CDS Naik dan Rupiah Loyo, Apa Artinya bagi Pasar?

Pasar obligasi domestik hadapi tekanan di tengah kenaikan Credit Default Swap (CDS), pelemahan rupiah, serta kenaikan yield Surat Utang Negara.

Harga Buyback Emas Hari Ini Mayoritas Turun, Hanya Antam Naik Rp 13.000

Harga buyback emas Antam hari ini menjadi yang tertinggi, menyalip posisi Galeri 24 sebelumnya.     

Cuaca Panas Memengaruhi Pola Konsumsi Listrik, YLKI Ingatkan Hal Ini

​YLKI mengimbau masyarakat menghindari penggunaan stop kontak berlebihan dan segera mengganti kabel atau peralatan listrik yang rusak.

Lansia Masih Bisa Punya Asuransi Kesehatan, Ini Syaratnya

Asuransi kesehatan penting bagi lansia, tetapi terdapat tantangan mendapatkan asuransi pada usia lanjut akibat riwayat penyakit.