MOMSMONEY.ID - Simak fakta di balik tren manifestasi uang di TikTok yuk. Benarkah bisa bikin kaya atau justru menyesatkan generasi muda? Catat ulasannya, ya.
Tren manifestasi uang di TikTok kian populer dan menyasar jutaan pengguna usia produktif. Konten ini menjanjikan kekayaan melalui afirmasi, visualisasi, dan ritual sederhana tanpa kerja keras.
Di tengah tekanan ekonomi, inflasi, dan sulitnya mencapai kestabilan finansial, narasi instan tersebut terasa sangat menggoda.
Tak sedikit orang merasa mendapat harapan baru hanya dengan mengikuti video berdurasi singkat. Namun, para ahli keuangan memperingatkan bahwa tren ini berpotensi menciptakan ilusi kemajuan finansial tanpa perubahan nyata.
Melansir dari Go Banking Rates, fenomena ini berkembang pesat karena berpadu dengan psikologi harapan dan algoritma media sosial.
“Tren ini memberi sensasi seolah sudah maju, padahal tidak ada pekerjaan finansial nyata yang dilakukan,” ujar Taylor Kovar, perencana keuangan bersertifikat.
Baca Juga: 10 Kebiasaan Keuangan yang Bisa Menghambat Kelas Menengah Meraih Kekayaan
Alasan manifestasi uang yang viral di TikTok
Manifestasi uang merujuk pada keyakinan bahwa kekayaan dapat diwujudkan hanya melalui pikiran positif dan afirmasi berulang.
Di TikTok, konsep ini dikemas dalam bentuk video afirmasi, visualisasi rekening bank, hingga ritual simbolik yang dikaitkan dengan energi atau tanggal tertentu.
Pesannya sederhana yaitu percaya, ucapkan, dan tunggu hasilnya. Sayangnya, pendekatan ini sering kali diposisikan seolah setara dengan perencanaan keuangan yang berbasis data dan tindakan.
Mengapa tren ini cepat dipercaya?
Banyak generasi muda menghadapi tekanan ekonomi yang nyata, mulai dari biaya hidup yang meningkat hingga keterbatasan peluang kerja.
Dalam kondisi tersebut, solusi instan terasa lebih ringan dibanding harus menyusun anggaran, menekan pengeluaran, atau melunasi utang.
Ditambah lagi, dukungan figur publik dan viralitas konten memperkuat kesan bahwa manifestasi uang adalah jalan yang “masuk akal”.
Dari sudut pandang psikologi, afirmasi memang bisa meningkatkan motivasi, tetapi tidak otomatis memperbaiki kondisi finansial.
Pendapat ahli keuangan tentang risiko manifestasi uang
Para perencana keuangan menegaskan bahwa berpikir positif hanya efektif jika dibarengi tindakan konkret. Taylor Kovar menjelaskan bahwa uang bertambah karena usaha, disiplin, dan konsistensi, bukan sekadar harapan.
Ravi Parikh, CFO Parikh Financial, juga menilai tren ini berbahaya karena mengabaikan faktor penting seperti utang, inflasi, dan realitas pasar kerja.
Tanpa pemahaman tersebut, seseorang bisa terjebak menunda langkah finansial yang sebenarnya krusial.
Baca Juga: Ini Hak Tanggungan yang Perlu Moms Pahami Sebelum Menjaminkan Rumah atau Tanah
Data menunjukkan tren ini berpotensi menyesatkan
Penelitian BestBrokers yang dikutip Luxurious Magazine menunjukkan bahwa manifestasi uang termasuk salah satu tren keuangan paling menyesatkan di TikTok.
Tercatat sekitar 1,7 juta unggahan terkait tema ini, dengan puluhan juta penayangan. Konten afirmasi dan klaim kekayaan instan mendominasi, sementara edukasi tentang pengelolaan uang yang realistis justru tenggelam.
Para peneliti menilai kondisi ini dapat menurunkan literasi keuangan dan meningkatkan kerentanan terhadap keputusan finansial yang keliru.
Dampak jangka panjang bagi pengelolaan keuangan pribadi
Masalah utama dari manifestasi uang bukan sekadar salah konsep, tetapi efek penundaan tindakan. Ketika seseorang menunggu kekayaan “terwujud”, waktu untuk membangun dana darurat, mengatur arus kas, dan meningkatkan keterampilan justru terbuang.
Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat memperparah masalah utang dan membuat kondisi finansial semakin rapuh. Para ahli sepakat bahwa keuangan pribadi bukan hiburan, melainkan keterampilan hidup yang perlu dilatih.
Pendekatan realistis membangun kondisi finansial sehat
Alih-alih bergantung pada tren viral, langkah nyata tetap menjadi fondasi utama. Membuat anggaran sederhana, memahami pola pengeluaran, serta membangun kebiasaan menabung adalah strategi yang terbukti.
Mengikuti edukator keuangan yang memiliki pengalaman dan kredibilitas juga membantu memilah informasi yang benar. Pola pikir positif tetap penting, tetapi harus berjalan seiring dengan perencanaan dan eksekusi yang konsisten.
Baca Juga: 10 Kebiasaan Finansial yang Tanpa Disadari Menghambat Kemapanan Hidup
Tren manifestasi uang di TikTok mencerminkan keresahan generasi muda menghadapi tantangan ekonomi modern. Meski optimisme dapat menjaga semangat, kekayaan tidak tercipta tanpa usaha nyata dan keputusan finansial yang rasional.
Para ahli mengingatkan agar masyarakat tidak terjebak pada janji instan yang menyesatkan. Mengedepankan literasi, pengalaman, dan sumber tepercaya, masa depan finansial yang lebih stabil dapat dibangun secara bertahap dan berkelanjutan.
Selanjutnya: Hari Terakhir Promo Mako Bakery Party Treats, Paket 1 Whole Cake & 6 Roti Lebih Hemat
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News