MOMSMONEY.ID - Laju kenaikan Harga Bitcoin belum terbendung dan menembus level US$ 75.000. Ini merupakan level tertinggi sejak akhir Mei 2026 lalu.
Mengutip Coinmarketcap, harga Bitcoin sempat menyentuh US$ 75.100, sebelum turun ke US$ 75.045 pada pukul 09.05 WIB. Tapi, masih naik sekitar 7,5% dalam 24 jam terakhir.
Ini memulihkan posisi Bitcoin yang sempat mengalami penurunan tajam pada 2 Juni. Peristiwa ini membanting harga BTC dari kisaran US$ 71.765 ke US$ 67.895 dalam satu hari.
Yang kemudian memicu tren penurunan yang pada akhirnya menyeret harga Bitcoin ke level terendah dalam 21 bulan, yakni di dekat angka US$ 57.832 pada akhir Juni.
Harga Bitcoin melonjak pada Kamis (20/8) setelah Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent mengumumkan penggandaan operasi pembelian kembali (buyback) obligasi pemerintah tenor panjang.
Baca Juga: Harga Bitcoin Hari Ini (20/8) Melonjak, Nyaris Tembus US$ 70.000
Pembelian kembali surat utang jangka panjang mendorong penurunan imbal hasil (yield) dan melemahkan nilai tukar dolar AS.
Para analis menilai, dampaknya serupa dengan program pelonggaran kuantitatif alias quantitative easing yang sebelumnya diterapkan oleh bank sentral AS Federal Reserve (AS).
Sebab, kedua pendekatan tersebut sama-sama melonggarkan kondisi keuangan.
Sementara para investor memandang langkah tersebut sebagai potensi penyangga likuiditas di seluruh pasar obligasi Pemerintah AS (US Treasury) yang bernilai US$ 30 triliun.
Dana institusional kembali mengalir ke Exchange-Traded Fund (ETF) Bitcoin spot AS dengan laju yang belum pernah terlihat dalam beberapa bulan terakhir.
ETF Bitcoin spot AS mencatat arus masuk bersih sebesar US$ 517,19 juta pada 20 Agustus, angka harian terbesar sejak 4 Mei, menurut data SoSoValue.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News