M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

Harga Bitcoin Ambles Lagi ke US$ 63.000, Waspada Crypto Winter

Harga Bitcoin Ambles Lagi ke US$ 63.000, Waspada Crypto Winter
Reporter: Dupla Kartini  |  Editor: Dupla Kartini


MOMSMONEY.ID - Harga Bitcoin (BTC) ambles dalam 24 jam terakhir. Raja aset kripto terdepak kembali ke kisaran US$ 63.000, turun separo dari rekor tertingginya.

Mengutip coinmarketcap.com, Selasa (24/2) pukul 17.53 WIB, harga Bitcoin diperdagangkan pada level US$ 63.318. Harga BTC ambles 4,56% dalam 24 jam terakhir. Alhasil, tahun ini berjalan, kripto terpopuler ini turun hampir 28%. 

Bahkan, harga Bitcoin sudah tumbang 50% dari rekor all time high US$ 126.000 yang dicapai pada 6 Oktober 2025. Penurunan ini memperdalam tekanan di pasar kripto dan memunculkan kekhawatiran bahwa siklus bullish sebelumnya telah berakhir.

Koreksi tajam ini terjadi setelah periode euforia ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat, yang mendorong harga ke rekor tertinggi pada Oktober lalu. Tetapi, sejak awal 2026, tekanan jual meningkat di tengah minimnya katalis positif dan ketidakpastian makro global.

Menurut Fahmi Almuttaqin, Crypto Analyst Reku, data Coinglass menunjukkan ETF Bitcoin spot AS mencatat arus keluar bersih selama lima pekan berturut-turut, dengan total penarikan sekitar US$ 4 miliar. Produk iShares Bitcoin Trust (IBIT) milik BlackRock menyumbang lebih dari US$ 2 miliar dari total outflow tersebut.

Baca Juga: Pasar Kian Loyo, 5 Kripto Ini Berhasil Naik dan Menjadi Top Gainers

Meski demikian, total arus masuk bersih sejak peluncuran ETF pada Januari 2024 masih berada di kisaran US$ 54 miliar, dengan aset kelolaan sekitar US$ 85 miliar, menandakan investor jangka panjang belum sepenuhnya meninggalkan pasar.

Angka Crypto Fear & Greed Index berada di level 5 atau extreme fear, level terendah sepanjang sejarah, mencerminkan tekanan psikologis yang sangat tinggi di kalangan pelaku pasar.

Tekanan juga datang dari dinamika kebijakan perdagangan AS. Setelah Mahkamah Agung membatalkan sebagian tarif impor berbasis IEEPA, Presiden Donald Trump merespons dengan tarif baru sebesar 15% berdasarkan Undang-Undang Perdagangan 1974. Ketidakpastian kebijakan ini kembali memicu volatilitas di pasar global, termasuk kripto.

Kata Fahmi, pasar saat ini berada di titik krusial secara teknikal maupun psikologis. Bagi Bitcoin, area US$ 60.000-US$ 65.000 menjadi zona pertahanan yang sangat penting.

"Jika level US$ 60.000 dijebol dengan tekanan volume signifikan, pasar berpotensi memasuki fase ketidakpastian baru. Namun kondisi extreme fear seperti saat ini juga sering kali berdekatan dengan fase akhir kapitulasi,” jelas Fahmi mengutip siaran pers, Selasa (24/2).

Baca Juga: Bitcoin Sempat Terseret Lagi ke US$ 66.000, Ini yang Harus Diantisipasi Investor

Secara historis, fase crypto winter sebelumnya ditandai dengan penurunan 70%-80% dari puncak harga. Jika pola tersebut kembali terulang, skenario ekstrem dapat membawa Bitcoin ke kisaran US$ 38.000 hingga US$ 25.000. Namun, berbeda dengan siklus sebelumnya, partisipasi institusi dan integrasi kripto ke dalam sistem keuangan tradisional kini jauh lebih besar.

“Meski tekanan harga signifikan, struktur industri kripto hari ini berbeda dibandingkan 2018 atau 2022. Leverage spekulatif telah banyak tersapu, dan pasar berpotensi memasuki fase konsolidasi di rentang US$ 60.000-US$ 75.000 sebelum menentukan arah siklus berikutnya,” imbuh Fahmi.

Ke depan, arah pasar kripto akan sangat ditentukan oleh perkembangan data ekonomi AS, termasuk laporan ketenagakerjaan dan dinamika inflasi yang kini kembali ke kisaran 3% secara tahunan. Ketidakpastian kebijakan suku bunga The Fed berpotensi menjaga volatilitas tetap tinggi dalam beberapa waktu mendatang.

Baca Juga: Harga Bitcoin Sempat Ambles ke US$ 60.000, Hati-Hati Fase Kapitulasi!

Selanjutnya: Nestle Indonesia Bidik Solusi Pengelolaan Kemasan dari Generasi Muda

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Bukan Hanya Latihan, Ini 8 Persiapan Sebelum Race agar Lari Nyaman dan Minim Cedera

Bukan cuma latihan, persiapan menjelang race berperan penting agar tubuh siap menghadapi tantangan di lintasan sekaligus menekan risiko cedera. 

4 Tips Menabung 10 Juta dalam Setahun yang Realistis dan Mudah Diikuti

Menabung 10 juta dalam setahun itu realistis, bahkan bisa lebih cepat. Berikut 4 tips menabung 10 juta dalam setahun yang bisa dicoba.  

7 Rekomendasi Buah Terbaik untuk Kesehatan Jantung Anda

Intip beberapa rekomendasi buah terbaik untuk kesehatan jantung Anda berikut ini! Ada apa saja, ya?   

5 Rekomendasi Buah Tinggi Kalium untuk Menurunkan Tekanan Darah Tinggi

Ini dia beberapa rekomendasi buah tinggi kalium untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Apa saja, ya?  

IKEA Hadirkan Menu Baru Mulai Juli, Ada Ayam Bakar Padang hingga Empat Varian Bagel

IKEA menghadirkan beragam menu baru mulai Juli 2026, dari Ayam Bakar Padang hingga empat varian bagel  

Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Infinity Castle Tayang di Crunchyroll Mulai 28 Juli

Crunchyroll mengumumkan Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Infinity Castle I siap ditonton secara streaming di Crunchyroll pada 28 Juli 2026.

Provinsi Ini Status Waspada Hujan Lebat, Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (8/7)

BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca besok Rabu 8 Juli 2026 dengan status Siaga hujan sangat lebat dan Waspada hujan lebat di provinsi ini.

Promo 7.7 The Body Shop Periode 7-9 Juli 2026, Face Scrub-Deodorant Diskon hingga 70%

Promo The Body Shop 7.7 Double Delight beri Diskon hingga 70% untuk skincare, body care, makeup. Cek promonya sekarang!  

Waspadai Udara Kabur, Begini Prakiraan Cuaca Jawa Timur Rabu (8/7)

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Timur Rabu didominasi cerah dan udara kabur. Hujan ringan hanya di Jember.

Prakiraan Cuaca Jawa Barat Rabu (8/7), Cek Kondisi di Kota dan Kabupaten Anda

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Barat Rabu (8/7) didominasi cerah, hanya sedikit wilayah berawan. Berikut rinciannya!