MOMSMONEY.ID - Dunia fine dining di Jakarta kedatangan pemain baru dengan kemunculan Rin Culinary Art, culinary art studio yang mengusung perpaduan teknik kuliner Jepang dan Italia dengan kekayaan bahan lokal Indonesia.
Berlokasi di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rin Culinary Art menawarkan pengalaman bersantap yang intimate dan artistik melalui konsep multisensori dengan standar internasional.
Nama Rin sendiri terinspirasi dari filosofi estetika Jepang yang melambangkan keanggunan, ketenangan, martabat, dan karakter refined. Filosofi ini diterjemahkan ke dalam pengalaman dining yang elegan, presisi, sekaligus tetap dekat dengan alam dan bahan-bahan lokal.
Yohhei Sasaki, Founder dan Head Chef Rin Culinary Art memiliki pengalaman di sejumlah restoran Michelin-Starred di Italia seperti Arnolfo dan Da Vittorio, serta restoran Michelin-Selected di Singapura seperti Il Cielo dan La D’Oro.
Baca Juga: Diet Asam Urat Kesalahan Ini Bikin Kadar Purin Meroket
Melalui Rin Culinary Art, ia membawa pendekatan Itameshi, yakni perpaduan harmonis antara presisi Jepang dan teknik Italia yang dipadukan dengan karakter rasa Indonesia.
“Indonesia memiliki potensi kuliner yang luar biasa. Bahan-bahan di sini memiliki karakter yang kuat, kedalaman rasa, dan cerita yang sangat menarik,” ujar Yohhei saat intimate lunch bersama media di Jakarta, Selasa (26/5).
Ia menambahkan, Rin Culinary Art ingin menghadirkan bahan-bahan Indonesia dalam ekspresi kuliner yang lebih refined secara global tanpa kehilangan penghormatan terhadap asal-usulnya.
Berbagai bahan lokal Indonesia menjadi elemen utama dalam sajian di Rin, mulai dari hasil laut lokal, rempah aromatik, hingga sayuran musiman seperti jantung pisang, sweet potato, breadfruit, serai, dan kluwek. Seluruh bahan dikurasi secara detail untuk menghadirkan hidangan yang elegan.
Baca Juga: Bukan Daging, 6 Sayuran Ini Ternyata Punya Protein Tinggi
Grand Manager Rin Culinary Art, Ken Kuwako mengatakan, Rin tidak hanya ingin menyajikan makanan berkualitas tinggi, tetapi juga membangun koneksi emosional dengan pengunjung melalui pengalaman dining yang menyeluruh.
“Satu hal yang membedakan Rin adalah tea pairing yang kami tawarkan untuk menemani hidangan Chef Sasaki. Tea pairing di Rin bukan sekadar teh biasa, tetapi special blend yang dirancang khusus untuk memperkaya rasa dan menciptakan pengalaman dining yang lebih immersive,” jelas Ken.
Rin Culinary Art juga mengusung konsep omakase-style interaction, artistic plating, hingga atmosfer interior yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman fine dining kelas dunia yang lebih humanis dan relevan dengan kultur lokal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News