MOMSMONEY.ID - Cek penjelasan CVV kartu debit dan kredit ini agar transaksi online lebih aman dan terhindar dari penyalahgunaan data. Catat ulasannya.
Perkembangan transaksi digital membuat kartu debit dan kredit semakin sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari belanja online, membayar langganan aplikasi, hingga kebutuhan darurat, semua bisa dilakukan tanpa uang tunai.
Namun, masih banyak orang dewasa di Indonesia yang belum benar-benar memahami pentingnya keamanan data kartu. Salah satu data krusial yang kerap disepelekan adalah CVV, padahal perannya sangat menentukan.
Di tengah maraknya kejahatan digital, melansir dari OCBC, pemahaman soal CVV menjadi langkah awal untuk menjaga keuangan tetap aman.
“CVV merupakan lapisan verifikasi penting agar transaksi hanya bisa dilakukan oleh pemilik kartu yang sah,” mengutip dari laman OCBC.
Baca Juga: NPWP Anda Tidak Aktif? Ayo Hindari Kendala Pajak Tahunan, Segera Cek NIK Anda
Apa itu CVV dan fungsinya dalam transaksi digital?
CVV adalah singkatan dari Card Verification Value, yaitu kode keamanan berupa tiga angka yang melekat pada kartu debit dan kredit. Kode ini digunakan sebagai verifikasi tambahan saat transaksi dilakukan tanpa kehadiran fisik kartu, khususnya pada pembayaran online.
Saat seseorang memasukkan nomor kartu dan tanggal kedaluwarsa, sistem pembayaran masih membutuhkan CVV untuk memastikan transaksi tersebut benar-benar sah.
Tanpa CVV, sebagian besar transaksi digital akan otomatis ditolak. Inilah yang membuat CVV menjadi elemen penting dalam sistem keamanan perbankan modern.
Meski dikenal dengan istilah CVV, beberapa jaringan kartu menggunakan nama berbeda. Visa menyebutnya CVV2, Mastercard menggunakan istilah CVC, sedangkan American Express mengenalnya sebagai CID. Perbedaannya hanya pada nama, bukan fungsi.
Letak CVV pada kartu debit dan kredit
Pada umumnya, CVV tercetak di bagian belakang kartu, tepat di sekitar kolom tanda tangan pemilik. Letaknya yang mudah terlihat membuat pengguna harus lebih berhati-hati saat kartu berpindah tangan, misalnya ketika melakukan pembayaran langsung.
Berbeda dengan kebanyakan kartu, American Express menempatkan kode CVV di bagian depan kartu, biasanya di sisi kiri atas nomor utama. Selain pada kartu fisik, CVV juga dapat ditemukan di kartu digital yang tersedia melalui aplikasi perbankan resmi.
Kemudahan akses ini memang praktis, tetapi juga menuntut kesadaran pengguna untuk tidak sembarangan memperlihatkan detail kartu.
Mengapa CVV wajib dijaga kerahasiaannya?
CVV berfungsi sebagai kunci transaksi digital. Jika kode ini diketahui pihak lain, risiko penyalahgunaan kartu akan meningkat drastis.
Banyak transaksi online tidak memerlukan PIN atau otorisasi tambahan, sehingga CVV menjadi satu-satunya pengaman.
Selain itu, CVV tidak tersimpan di chip maupun pita magnetik kartu. Artinya, kode ini hanya bisa diperoleh dengan melihat langsung kartu, misalnya melalui foto atau pengamatan singkat. Kondisi ini membuat CVV rentan dicuri jika pengguna lengah.
Dalam berbagai kasus penipuan digital, CVV sering menjadi target utama karena sekali bocor, transaksi bisa dilakukan berulang kali tanpa sepengetahuan pemilik kartu.
Baca Juga: Cek Dampak Hapus Cicilan Kendaraan pada Kesehatan Finansial Jangka Panjang
Tips praktis mengamankan CVV agar tidak disalahgunakan
Menjaga CVV sebenarnya tidak rumit, asalkan dilakukan secara konsisten. Gunakan data kartu hanya pada situs dan aplikasi yang memiliki sistem keamanan jelas. Hindari menyimpan detail kartu di browser atau platform belanja online.
Jangan pernah membagikan CVV kepada siapa pun jika tidak sedang bertransaksi. Hindari mengunggah foto kartu ke media sosial, sekalipun untuk tujuan tertentu, dan selalu pastikan bagian CVV tertutup.
Gunakan jaringan internet pribadi saat bertransaksi, bukan WiFi publik. Aktifkan verifikasi berlapis pada aplikasi keuangan dan rutin memeriksa riwayat transaksi agar aktivitas mencurigakan bisa segera terdeteksi.
Di era digital seperti sekarang, keamanan finansial tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kesadaran pengguna.
CVV memang terlihat sepele, namun memiliki peran besar dalam melindungi transaksi kartu debit dan kredit. Setelah memahami fungsi, letak, serta cara menjaganya, risiko penyalahgunaan data dapat ditekan.
Langkah sederhana hari ini bisa menjadi perlindungan penting bagi keuangan di masa depan.
Selanjutnya: Strategi Buffett: 6 Saham Ini Kunci Keuntungan di Era Baru
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News