MOMSMONEY.ID - Di balik ratusan gerai McDonald’s Indonesia yang tersebar di berbagai daerah, terdapat peran perempuan yang ikut membangun bisnis tersebut dari balik layar.
Berdasarkan studi independen Oxford Economics untuk periode April 2024–Maret 2025, sebanyak 40% karyawan McDonald’s Indonesia merupakan perempuan, sementara 44% posisi kepemimpinan di perusahaan ditempati perempuan.
Salah satu sosok perempuan tersebut adalah Ratna Wirahadikusumah, yang telah lebih dari dua dekade terlibat dalam proses pengembangan restoran McDonald’s Indonesia.
Berbekal latar belakang arsitektur dan pengalaman di bidang properti serta keuangan, Ratna memilih jalur karier yang selama ini identik dengan dominasi laki-laki, yaitu pengembangan bisnis restoran dan konstruksi.
Baca Juga: Perempuan UMKM Perlu Perisai Hukum dan Finansial untuk Naik Kelas
Keputusan yang awalnya berangkat dari pertanyaan sederhana, why not?, membawanya menjadi Director Store Development Group McDonald’s Indonesia.
Dalam perannya, Ratna bertanggung jawab mulai dari pencarian lokasi, strategi pengembangan, desain, hingga pengawasan pembangunan restoran.
Hingga kini, ia telah memimpin pembukaan lebih dari 250 restoran McDonald’s di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari kota besar hingga daerah berkembang.
Beberapa di antaranya McD Kebo Iwa di Bali, McD Megamas Beachfront di Manado, McD Artha Gading di Jakarta Utara, hingga McD Ampera di Jakarta Selatan yang menjadi restoran pertama dengan sertifikat Bangunan Gedung Hijau (BGH) Tingkat Madya untuk tahap perencanaan dari Pemprov DKI Jakarta.
Namun bagi Ratna, pencapaian tersebut bukan sekadar tentang jumlah gerai atau bangunan yang berdiri. Ia menilai kepemimpinan lahir dari keteladanan, integritas, dan kemauan untuk terus belajar.
Baca Juga: 6 Film Indonesia Ini Bangkitkan Perjuangan Perempuan di Hari Kartini
“Nilai kekeluargaan dan dukungan yang kuat dari keluarga dan rekan-rekan membuat saya tidak pernah merasa dipandang sebelah mata. We lead by example, integritas, disiplin, dan kerja keras harus dimulai dari diri sendiri,” ujar Ratna dalam keterangan tertulis Jumat (8/5).
Menurutnya, membuka satu restoran melibatkan proses panjang dan kolaborasi banyak pihak. Mulai dari riset lokasi, negosiasi, penyusunan anggaran, desain, perizinan, hingga pengawasan konstruksi.
“It takes a village to open a store,” katanya.
Ratna juga menilai perempuan memiliki peluang yang sama untuk memimpin di sektor teknis maupun pengembangan bisnis. Ia pun mendorong lebih banyak perempuan untuk masuk ke bidang development dan project management.
“Ketika kita membuat keputusan berdasarkan data yang valid dan sudah mempertimbangkan semua risiko, jangan ragu, go for it,” tutup Ratna.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News