MOMSMONEY.ID - Ayam goreng jadi menu favorit banyak orang. Salah satu gerai ayam goreng yang banyak disambangi yakni McDonald's. Tak sekadar menyajikan menu-menu andalan kepada pembeli, McDonald's menayangkan cuplikan episode dari film pendek Sepenuhnya Indonesia.
“Sepenuhnya Indonesia” yang resmi tayang pada 17 April 2026 mengajak pembeli untuk lebih dekat masuk ke dalam gestur-gestur kecil penuh makna yang selama ini menjadi perekat bangsa, seperti sapaan hangat, uluran tangan tanpa pamrih, hingga keakraban tulus yang terjalin dalam kehidupan sehari-hari.
Jika pada episode pertama penonton diajak mengikuti perjalanan reflektif Ario Bayu, maka, di episode kedua, cerita berkembang dengan pendekatan yang lebih human-centric.
Potongan-potongan momen sederhana ini merangkai gambaran utuh tentang bagaimana nilai kebersamaan, kepercayaan, dan gotong royong terus hidup menjadi fondasi dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Nilai-nilai luhur inilah yang juga diteladani dan tercermin dalam budaya kerja karyawan McDonald’s Indonesia untuk memberi pelayanan terbaik bagi para pelanggan.
Baca Juga: Masuki Usia 35 Tahun, Ini Upaya McDonalds Indonesia Untuk Konsumen
Sejak tayang, episode kedua ini juga telah disaksikan lebih dari 5,1 juta kali dan mendapat interaksi positif di berbagai platform. Hal ini mengindikasikan bahwa tema kebaikan sederhana sangat relevan dengan masyarakat.
Di saat banyak brand berlomba menciptakan konten melalui sensasi, McDonald’s Indonesia memilih untuk bercerita dengan jujur tentang hal-hal yang sudah ada. Memaknai 35 tahun kehadirannya dengan melihat ke sekitar, ke masyarakat yang telah tumbuh bersama. “Sepenuhnya Indonesia” adalah ekspresi dari komitmen brand untuk terus melayani dan menjadi bagian dari keseharian masyarakat Indonesia.
“Sepenuhnya Indonesia” adalah bentuk penghargaan kami atas kepercayaan yang telah diberikan, dengan mengembalikan cerita tentang nilai-nilai yang dekat dengan keseharian kita dan terus menjadi bagian dari perjalanan kami di Indonesia,” ujar Caroline Kurniadjaja, Associate Director of Marketing McDonald’s Indonesia dalam keterangan resmi yang diterima Selasa (5/5).
Sutradara Dimas Djayadiningrat, bersama lebih dari 200 kru dan talenta lokal yang terlibat dalam produksi film pendek ini, memilih pendekatan yang eksploratif. Ia mengungkapkan bahwa kekuatan film pendek ini justru lahir dari momen tidak direncanakan, membiarkan realitas berbicara, dan menangkap apa yang ditemukan sepanjang proses syuting berlangsung.
“Banyak momen paling bermakna hadir secara organik di lapangan. Di situlah kami menyadari, gotong royong bukan hanya konsep atau sesuatu yang perlu kami ciptakan untuk kamera, tetapi benar-benar hidup dalam keseharian. Tugas kami hanyalah untuk secara jujur menangkap seluruh momen yang terjalin,” jelas Dimas.
Pendekatan yang dibangun selama proses produksi dan syuting turut membentuk bagaimana cerita ini dihidupkan secara utuh. Apa yang dirasakan oleh tim kreatif selama pengerjaan film menjadi fondasi yang kemudian diterjemahkan secara personal oleh para pemeran. Ini membuat nilai-nilai yang diangkat tidak hanya tersampaikan sebagai cerita, tetapi juga sebagai pengalaman yang berkesan dan personal.
Pendekatan organik ini juga yang membentuk bagaimana Ario Bayu, pemeran utama film pendek “Sepenuhnya Indonesia”, menghidupkan perannya. Bagi aktor yang telah membintangi puluhan produksi layar lebar ini, keterlibatannya di film pendek “Sepenuhnya Indonesia” menjadi pengalaman yang berbeda dari yang pernah ia jalani sebelumnya.
Baca Juga: Promo 35 Tahun McD, Kesempatan Makan Enak Berdua Super Hemat Cuma Rp 35 Ribuan
Menurut Ario Bayu, dalam prosesnya, kolaborasi ini menjadi sangat personal baginya. Tidak seperti sedang berakting, dirinya betul-betul merasakan sisi Indonesia yang diketahui melalui kebaikan, ketulusan, dan kehangatan orang-orang di sekitar kita yang sering kita anggap sepele. Salah satu momen yang paling berkesan adalah ketika Ario berkenalan dengan Special Crew Teman Tuli McD yang menggunakan bahasa isyarat dalam melayani pelanggan.
Dia mengaku tidak hanya melihat cara berkomunikasi yang berbeda, tetapi juga merasakan ketulusan dan dedikasi yang begitu kuat. Pengalaman tersebut membuatnya semakin menghargai bagaimana McDonald’s Indonesia membuka ruang yang inklusif dan memberikan kesempatan yang setara bagi teman-teman dengan kebutuhan khusus.
"Semoga penonton merasakan kehangatan yang sama dan melihat bahwa kebaikan-kebaikan kecil inilah yang membuat Indonesia menjadi Indonesia,” ungkap Ario.
McDonald’s Indonesia berharap episode kedua film pendek “Sepenuhnya Indonesia” menjadi pengingat bahwa di tengah dunia yang terus bergerak cepat, kebaikan tidak pernah benar-benar hilang. Ia hadir dalam setiap interaksi, kepercayaan, dan kepedulian yang kita bangun satu sama lain.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News