M O M S M O N E Y I D
Bugar

Ketahui Penyebab Bau Ketiak dan Tips untuk Mencegahnya di Sini, yuk!

Penulis: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Mengganggu orang sekitar dan kepercayaan diri, yuk, ketahui penyebab bau ketiak dan tips mencegahnya di sini.

Bau ketiak dapat menjadi masalah yang mengganggu dan memalukan. Tetapi dengan pemahaman yang tepat tentang penyebabnya dan tindakan pencegahan yang efektif, Anda dapat mengendalikan masalah ini.

Dalam artikel ini, MomsMoney akan membahas penyebab bau ketiak dan memberikan tips mencegahnya. Simak sampai akhir, ya.

Penyebab Bau Ketiak

Keringat adalah penyebab utama bau ketiak. Tubuh manusia memiliki antara 2-4 juta kelenjar keringat, yang sebagian besar adalah kelenjar ekrin, sementara yang lain adalah kelenjar apokrin. Di area ketiak, kedua jenis kelenjar ini cukup banyak.

Ketika seseorang beraktivitas fisik atau berada di tempat yang panas, kelenjar keringat akan aktif melepaskan keringat untuk mendinginkan tubuh dengan cara menguap. Stres dan emosi yang kuat juga dapat meningkatkan produksi keringat.

Kelenjar ekrin mengeluarkan cairan yang jernih dan tidak berbau. Namun, jika cairan ini mengering di permukaan kulit, ini bisa menimbulkan bau.

Baca Juga: Manfaat Santan Kelapa untuk Kesehatan Tubuh, Bisa Turunkan BB?

Sementara itu, kelenjar apokrin menghasilkan cairan yang lebih kental dan mulai berbau saat bercampur dengan bakteri di kulit.

Dikutip dari Medical News Today, selama masa pubertas, kelenjar keringat menjadi lebih aktif, sehingga remaja mulai mengalami bau ketiak meskipun sebelumnya tidak.

Ada kondisi medis yang disebut hiperhidrosis, dimana seseorang berkeringat lebih dari biasanya. Sekitar 3% dari populasi mengalami kondisi ini, di mana kelenjar keringat terlalu aktif dan mengeluarkan keringat terus-menerus, bahkan tanpa panas atau aktivitas fisik.

Hiperhidrosis umumnya tidak berbahaya, tetapi terkadang bisa menjadi tanda masalah tiroid.

Ketika keringat bercampur dengan bakteri di kulit, hal ini dapat menyebabkan bau badan yang khas, yang sering disebut sebagai BO (Body Odor). Jika bau badan menjadi masalah yang terus-menerus, kondisi ini disebut bromhidrosis.

Makanan tertentu, seperti bawang putih, juga bisa mempengaruhi bau keringat kita.

Baca Juga: Rawan Dialami Si Kecil, Begini Cara Mencegah Infeksi Cacing Kremi, Moms!

Tips Mencegah Bau Ketiak

Setelah mengetahui penyebab bau ketiak, penting juga ketahui tips mencegahnya. Menggunakan antiperspirant atau deodoran setelah mandi setiap hari dapat membantu mengatasi masalah bau ketiak.

Antiperspirant bekerja dengan cara mengurangi keringat yang keluar dengan memblokir sementara pori-pori. Dengan demikian, keringat yang kurang berarti bau yang lebih sedikit.

Sementara itu, deodoran tidak menghentikan keringat, tapi menghentikan bau. Ini biasanya mengandung alkohol yang membuat kulit Anda menjadi asam, sehingga menghambat pertumbuhan bakteri yang menyebabkan bau.

Baca Juga: Catat ya! Ini 7 Kandungan Skincare untuk Kulit Berjerawat yang Aman Digunakan

Melansir dari Healthline, di bawah ini adalah beberapa tips mencegah bau ketiak yang dapat Anda coba:

1. Mandi Rutin

Mandi harian, terutama menggunakan sabun, dan lebih sering lagi setelah beraktivitas fisik, bisa membantu menghilangkan bakteri dan keringat yang menumpuk di kulit Anda.

2. Pakaian yang Sesuai

Pakailah pakaian yang longgar dan terbuat dari bahan yang memungkinkan kulit Anda bernapas, seperti katun atau linen. Ini sangat penting jika Anda cenderung berkeringat lebih banyak.

Baca Juga: Rupanya Begini Gejala Asam Lambung Naik ke Kepala, Simak Cara Mengatasinya

3. Menjaga Ketiak Tetap Bersih

Mencukur atau waxing ketiak dapat mengurangi bau karena mempermudah pembersihan kulit. Sebuah studi pada tahun 2016 menunjukkan bahwa mencukur atau waxing ketiak bisa secara signifikan mengurangi bau.

4. Mengelola Stres

Karena stres bisa meningkatkan produksi keringat, belajar mengelola stres melalui teknik relaksasi atau meditasi bisa mengurangi keringat dan, secara tidak langsung, mengurangi bau ketiak.

Demikianlah ulasan terkait penyebab bau ketiak dan tips mencegahnya. Semoga bermanfaat, ya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

7 Manfaat Makan Pisang Rebus yang Bantu Turunkan Kadar Gula Darah

Meskipun banyak dikonsumsi oleh banyak masyarakat Indonesia, apakah Anda salah satu yang tahu manfaat pisang rebus bagi kesehatan?

Gaya Hidup Tak Sehat & Kolesterol Tinggi Jadi Faktor Risiko Penyakit Jantung

Paparan asap rokok dan konsumsi alkohol berlebih menaikkan lemak darah. Atur asupan kalori lemak jenuh maksimal 6 persen sehari.

HP Vivo X500 Usung Kamera Sony & Baterai 7.500mAh, Bebas Charge Berhari-hari

Kombinasi RAM 16GB dan Dimensity 9600 tembus skor AnTuTu 3,7 juta. Pelajari kemampuan gaming 120 fps HP Vivo X500 serta stabilitas kameranya.

Ramalan Zodiak Hari Ini Minggu 30 Agustus 2026, Scorpio dapat Peluang Kuat

Ramalan 12 zodiak hari ini, Minggu 30 Agustus 2026. Taurus paling beruntung, Scorpio menyusul dengan peluang finansial kuat.

Bahaya yang Sering Diremehkan, 5 Efek Kesepian untuk Kesehatan Fisik & Mental

Kesepian dapat memicu stres kronis hingga menurunkan kualitas tidur. Pelajari apa saja efek kesepian untuk kesehatan fisik dan mental Anda.

Ramalan Shio Hari Ini Minggu 30 Agustus 2026, Jangan Memaksakan Keadaan

Yuk, cek ramalan shio hari ini Minggu 30 Agustus 2026, dari Tikus hingga Babi, lengkap dengan karier, keuangan, cinta, dan kesehatan.

CGV Arthouse Jaring Pasar Film Alternatif dan Lokal

CGV menghidupkan kembali program Art House untuk menayangkan film alternatif dan mempertemukan penonton, sineas, komunitas, film karya lokal.

POP Spageti Gandeng Hearts2Hearts Jadi Brand Ambassador, Intip 2 Varian Rasa Barunya

POP Spageti, produk spageti instan dari Indofood menggandeng grup K-Pop Hearts2Hearts sebagai Brand Ambassador (BA).​  

6 Tips Memilih Produk Kecantikan Premium agar Tak Sekadar Mahal

Lazada bagikan enam tips memilih produk kecantikan premium agar produk yang dibeli benar-benar sepadan dengan harganya

Studi FedEx-JA: Anak Muda Indonesia Percaya Diri, tapi Butuh Pengalaman Kerja Nyata

Anak muda Indonesia memiliki tingkat kepercayaan diri, tetapi merasa masih membutuhkan lebih banyak pengalaman langsung di dunia kerja.