MOMSMONEY.ID - Kanker payudara tidak hanya menjadi persoalan kesehatan. Bagi pasien usia muda, diagnosis penyakit juga dapat memengaruhi pekerjaan, aktivitas sehari-hari hingga kondisi psikologis selama menjalani pengobatan.
Wakil Ketua Lovepink, Anita D. Sulistyowati, menceritakan pengalaman seorang anggota komunitasnya yang masih berusia 22 tahun.
Anggota tersebut belum menikah dan masih bekerja ketika bergabung dengan Lovepink sekitar dua bulan sebelum acara kolaborasi Mayapada Hospital Jakarta Selatan dan Lovepink digelar.
Namun, pengobatan membuatnya harus menghentikan pekerjaan untuk sementara.
“Dua bulan yang lalu kita menerima anggota Lovepink, usia 22 tahun. Belum menikah, kemudian dia masih bekerja. Tapi karena dia harus melakukan treatment yang biasanya satu tahun, jadi untuk sementara dia tidak bekerja dulu,” ujar Anita dalam acara kolaborasi Mayapada Hospital Jakarta Selatan dan Lovepink di Jakarta, Jumat (18/9/2026).
Baca Juga: Hadapi Pengobatan Kanker Payudara, Ini Hal yang Perlu Disiapkan Pasien
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa ketika kanker datang pada usia produktif, persoalan yang dihadapi pasien bisa meluas hingga ke kehidupan sehari-hari.
Pasien bukan hanya perlu memikirkan pemeriksaan dan pengobatan, tetapi juga bagaimana menjalani pekerjaan, mengatur aktivitas serta mendapatkan dukungan dari orang-orang di sekitarnya.
Pasien tidak harus menghadapi semuanya sendiri
Menurut Anita, salah satu peran Lovepink adalah menjadi ruang bagi perempuan yang sedang menghadapi kanker payudara untuk bertemu dengan orang lain yang memiliki pengalaman serupa.
Lovepink membagi anggota komunitasnya menjadi warriors, yaitu mereka yang sedang menjalani pengobatan, dan survivors, yakni mereka yang telah melewati masa pengobatan.
Bagi pasien yang baru mendapatkan diagnosis, pertemuan dengan penyintas dapat memberikan gambaran bahwa ada orang lain yang pernah menghadapi ketakutan serupa.
Anita mengatakan tidak sedikit anggota baru yang datang dengan rasa takut, termasuk ketakutan terhadap kematian. Dalam komunitas, mereka kemudian dapat mendengar pengalaman dari penyintas yang pernah merasakan hal serupa.
Baca Juga: Jangan Takut Periksa, Lovepink Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Payudara
Dukungan tersebut tidak menggantikan pengobatan medis, tetapi menjadi bagian dari pendampingan pasien selama menghadapi proses yang panjang.
Perawatan juga perlu berlanjut setelah terapi
Hal lain yang perlu diperhatikan pasien adalah perjalanan setelah pengobatan.
Breast cancer survivor dari Lovepink, Ferita Deasy, menceritakan pengalamannya setelah menjalani pengobatan di Mayapada Hospital Jakarta Selatan.
“Setelah treatment, ada tim yang menelepon untuk menanyakan bagaimana kondisi saya. Menurut saya itu sesuatu yang spesial,” ujar Ferita dalam acara yang sama.
Baca Juga: 7 Makanan Sehat untuk Kesehatan Payudara Wanita Cegah Risiko Kanker
Ferita mengatakan dirinya masih menjalani pemeriksaan lanjutan dan kini memasuki tahun kedua pemantauan.
Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa menghadapi kanker payudara bukan hanya soal menyelesaikan pengobatan. Pemantauan setelah terapi serta dukungan dari lingkungan juga menjadi bagian dari perjalanan pasien.
Karena itu, bagi perempuan yang menghadapi diagnosis kanker payudara, dukungan keluarga, komunitas dan tenaga kesehatan dapat menjadi bagian penting dalam menjalani berbagai tahapan perawatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News