M O M S M O N E Y I D
Keluarga

Kaki Anak Tampak Datar, Jangan Khawatir Moms

Kaki Anak Tampak Datar, Jangan Khawatir Moms
Reporter: Jane Aprilyani  |  Editor: Jane Aprilyani


MOMSMONEY.ID - Banyak orang tua kerap panik ketika melihat telapak kaki anak tampak “datar” atau tidak memiliki lengkungan. Padahal, kondisi ini sangat umum terjadi dan merupakan bagian dari proses tumbuh kembang yang normal. Hampir semua bayi yang baru lahir memiliki kaki datar atau flat foot.

Seiring bertambahnya usia, struktur kaki anak akan mengalami perubahan struktur yang penting untuk menunjang kemampuan berdiri, berjalan, hingga berlari.

Flat foot adalah kondisi ketika lengkungan alami pada telapak kaki tidak terlihat dengan jelas. Pada anak- anak, hal ini terjadi karena tulang, ligamen, dan otot kaki belum berkembang secara sempurna. Selain itu, lapisan lemak bayi yang masih tebal juga membuat bentuk kaki tampak rata saat menapak.

“Kondisi kaki datar pada anak usia dini umumnya tidak berbahaya. Lengkungan kaki biasanya baru terbentuk secara optimal di usia sekitar enam tahun,” ujar Mario, Owner The Sole Studio dalam keterangan resmi yang diterima Rabu (25/2).

Dirinya menambahkan, selama anak tidak mengeluhkan nyeri atau kesulitan bergerak, orang tua tidak perlu terlalu khawatir. Namun, kewaspadaan perlu ditingkatkan apabila setelah usia tersebut lengkungan kaki masih belum terbentuk dengan baik.

Baca Juga: Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (26/2), Provinsi Ini Diguyur Hujan Sangat Lebat

Beberapa tanda yang patut diperhatikan antara lain sepatu anak cepat aus di satu sisi akibat pola pijakan yang tidak merata, anak mudah lelah saat berjalan jauh atau beraktivitas dalam waktu lama, muncul keluhan nyeri pada kaki atau betis terutama setelah bermain atau berlari, hingga anak mudah terjatuh saat berjalan atau berlari akibat keseimbangan tubuh yang kurang baik.

Untuk mendukung perkembangan kaki anak, orang tua dapat melakukan beberapa langkah sederhana berikut:

1. Ajak anak lebih sering beraktivitas tanpa alas kaki.

Aktivitas barefoot di permukaan yang aman dapat membantu otot-otot kaki bekerja lebih optimal, sehingga perkembangan lengkungan kaki dapat terjadi lebih alami.

2. Berikan sepatu yang sesuai dengan bentuk kaki anak.

Pilih sepatu yang ukurannya pas, nyaman, dan tidak terlalu keras agar kaki anak dapat bergerak bebas tanpa tekanan berlebih yang bisa mengganggu perkembangan struktur kakinya.

3. Perhatikan pola berjalan anak secara berkala.

Orang tua disarankan untuk mengamati apakah anak sering mengeluhkan nyeri setelah beraktivitas. Jika tanda-tanda tersebut muncul, ada baiknya melakukan konsultasi dengan ahli.

4. Gunakan orthotics bila diperlukan.

Menurut Mario, penggunaan orthotics dapat menjadi solusi pendukung apabila dibutuhkan. “Customized Orthopedic Insole dari The Sole Studio dapat membantu menopang lengkungan kaki, memperbaiki postur, dan mengarahkan telapak kaki anak ke posisi yang lebih ideal,” ungkap Mario.

Insole ini dibuat dengan teknologi SCHEIN asal Jerman, perusahaan ortopedik yang telah berdiri sejak 1879, serta dilengkapi metatarsal dan medial arch support untuk mendukung tumbuh kembang kaki anak secara optimal. “Dengan penanganan sejak dini, anak bisa bergerak lebih nyaman dan percaya diri dalam setiap tahap tumbuh kembangnya,” imbuh Mario.

Baca Juga: 6 Skincare untuk Mengatasi Kulit Kering Saat Puasa, Bikin Kulit Lembab dan Sehat

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Maroko Incar Puncak Grup C, Simak Jadwal dan Prediksi Lawan Haiti (25/6)

Maroko berpeluang merebut puncak Grup C saat menghadapi Haiti. Cek jadwal, prediksi skor, dan analisis pertandingannya.

Skotlandia Siap Ukir Kejutan di Grup C, Ini Prediksi Brasil vs Skotlandia (25/6)

Skotlandia memburu kejutan saat menghadapi Brasil. Simak jadwal, prediksi skor, dan peluang lolos Grup C Piala Dunia 2026.

9 Rekomendasi Makanan yang Bisa Memperpanjang Umur Wanita

Ini dia rekomendasi makanan yang bisa memperpanjang umur wanita. Apa sajakah itu? Cek di sini, yuk!​  

10 Kebiasaan Sederhana yang Bisa Stabilkan Kadar Gula Darah Anda

Ternyata ini beberapa kebiasaan sederhana yang bisa stabilkan kadar gula darah Anda. Mau coba terapkan?

9 Tanda Olahraga Berlebihan yang Terasa pada Tubuh

Ini dia beberapa tanda olahraga berlebihan yang terasa pada tubuh. Kira-kira apa sajakah itu?              

5 Manfaat Morning Sex yang Bikin Semangat Seharian dan Tidur Lebih Nyenyak

Inilah 5 manfaat morning sex yang sayang untuk dilewatkan oleh para pasutri. Simak sampai akhir, Moms.  

5 Cara Konsumsi Kurma yang Paling Sehat untuk Kontrol Gula Darah

Intip beberapa cara konsumsi kurma yang paling sehat untuk kontrol gula darah berikut ini, yuk!            

Ternyata Ini 11 Penyebab Lutut Terasa Nyeri Setelah Berolahraga

Ada beberapa penyebab lutut terasa nyeri setelah berolahraga, lho. Mari simak pembahasan lengkapnya di sini!  

3 Cara Menurunkan Gula Darah di Pagi Hari Setelah Bangun Tidur, Yuk Biasakan!

Ada 3 cara menurunkan gula darah di pagi hari setelah bangun tidur. Sayang untuk dilewatkan, simak informasinya sampai akhir.  

Ada yang Baru di Starbucks, Minuman Berprotein hingga Football Bearista Cup

Starbucks Euforia Piala Dunia meramaikan momen ini lewat menu baru, merchandise sepak bola, hingga gerai Reserve terbaru ​