M O M S M O N E Y I D
AturUang

Jurus Jitu biar Tabungan Tak Lagi Tergerus

Reporter: Francisca Bertha Vistika  |  Editor: S.S. Kurniawan


MOMSMONEY.ID - Fenomena makan tabungan kian nyata di masyarakat, memaksa banyak keluarga menguras simpanan. Begini jurus jitu biar tabungan tak lagi tergerus ya.

Biaya hidup terus merangkak naik, sementara penghasilan tetap di tempat. Kombinasi yang diam-diam menggerus banyak hal, mulai ketenangan, perasaan aman, hingga isi tabungan.

Bagi banyak orang, tabungan bukan sekadar angka di rekening. Tabungan adalah simbol harapan. Simpanan untuk masa depan. Dana darurat saat badai yang tak terduga datang.

Tapi kini, makin banyak yang terpaksa menggunakannya hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Makan tabungan, begitu istilah yang mulai sering terdengar di mana-mana.

Andy Nugroho, perencana keuangan, mengajak Anda untuk melihat ulang keuangan. Bukan dengan panik, tapi dengan kepala dingin. Karena, meskipun situasi terasa berat, selalu ada cara untuk sedikit demi sedikit mengembalikan kendali atas keuangan.

"Langkah yang paling sederhana adalah mengurangi pengeluaran," ungkap Andy.

Bukan berarti hidup tanpa menikmati apa-apa. Tapi, belajar memilah, mana yang perlu ditunda, mana yang bisa diganti, mana yang ternyata tak Anda butuhkan sama sekali.

Baca Juga: Tips Bijak Menabung Ala Neo Bank

Hanya, ia menyebutkan, memang ada batasnya.

"Pada titik tertentu, kita akan merasa sangat tidak nyaman jika terus menerus memotong pengeluaran. Maka, pilihan lainnya adalah mencari tambahan penghasilan," ujarnya.

Andy mengatakan, penting bagi masyarakat untuk disiplin menjalankan rencana keuangannya dan tidak terjebak dalam gaya hidup konsumtif.

"Kendalikan gaya hidup, agar sesuai dengan penghasilan dan tujuan keuangan yang ingin Anda capai," kata dia.

Menurutnya, menerapkan skala prioritas pengeluaran, akan membantu seseorang memisahkan kebutuhan dan keinginan. Misalnya, untuk budgeting pengeluaran, menerapkan konsep skala prioritas.

Prioritas utama pengeluaran adalah membayar tagihan kredit atau utang, listrik, air, dan uang sekolah anak-anak.

Kemudian, prioritas kedua adalah untuk kebutuhan yang penting tetapi bisa diatur ulang jumlahnya. Seperti biaya transportasi, membeli pakaian, dan lain sebagainya.

Barulah prioritas terakhir yang bersifat kesenangan. Ambil contoh, menunda membeli gadget jika memang masih bisa dipakai, atau barang-barang yang hanya karena ingin, lebih baik tunda pembeliannya.

Baca Juga: Beda Manfaat dengan Dompet Digital, Kenali Dulu Produk Tabungan Digital

Kedengarannya berat, ya? Tapi, menurut Lusiana Darmawan, Perencana Keuangan Oneshildt, mengajak semua orang untuk bisa mulai dari langkah kecil dahulu sebelum melakukan apa-apa. Yakni, cek dulu kondisi keuangan.

"Buat catatan pengeluaran rutin untuk identifikasi pengeluaran yang wajib versus yang bisa ditunda atau dieliminasi atau disubsitusi," ucapnya

Lusiana menekankan, budgeting is the key alias perencanaan anggaran adalah kunci. Jadi, setiap orang harus paham kondisi keuangan sesederhana pemasukan versus pengeluaran.

Dengan alokasi yang jelas, seseorang bisa membedakan, mana dana yang digunakan untuk kebutuhan harian, dan mana yang disisihkan buat tabungan atau tujuan jangka panjang.

Lusiana juga menekankan, ada baiknya menentukan tujuan keuangan. Harapannya, setelah tujuannya jelas, maka masing-masing orang bisa memotivasi diri mereka sendiri.

Alokasi dana darurat

Mungkin, Anda pernah punya dana darurat. Mungkin, dulu Anda rajin menabung. Tapi sekarang, tabungan Anda sudah terpakai. Dan rasanya, seperti mundur jauh dari rencana hidup yang sudah Anda susun.

Namun, Andy menegaskan, jangan tunggu semua kembali normal baru menabung.

Baca Juga: Cara Memanfaatkan Bunga Tinggi Tabungan Dompet Digital

"Segera, setelah Anda menerima penghasilan, sisihkan, meskipun sedikit untuk dana darurat. Idealnya 10%. Tapi, kalau belum bisa, mulai saja dari yang ada," sarannya.

Lusiana pun menambahkan, untuk segera mengalokasikan dana darurat. Ada baiknya, setiap menerima pemasukan, maka Anda langsung alokasikan untuk dana darurat.

"Jika belum memenuhi target, jangan menyerah dulu. Lebih baik mulai akumulasi sedikit demi sedikit sembari mengatur pola spending," kata dia.

Dan, ada baiknya, saat menerima pemasukan, harus disisihkan dana di depan untuk konsumsi sehari-hari versus tabungan atau investasi.

"Pisahkan dana untuk tabungan ke fasilitas tabungan yang terkunci, yang mana jika ditarik, maka akan ada biaya atau penalti," sebut Lusiana.

Biar tak tergerus terus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

BMKG: El Nino Sangat Kuat, Musim Hujan Datang Terlambat dan Lebih Singkat

BMKG memprediksikan, awal musim hujan periode 2026-2027 di 529 Zona Musim atau 61,08% wilayah Indonesia akan mengalami kemunduran. 

4 Warna Beige Benjamin Moore untuk Rumah yang Terasa Hangat dan Modern

Inilah 4 warna beige Benjamin Moore pilihan desainer ini untuk rumah yang hangat dan modern, lengkap dengan tips biar interior krem tidak monoton.  

6 Kebiasaan Pagi biar Rumah Tetap Rapi Tanpa Buang Waktu Banyak

Ini 6 kebiasaan pagi untuk menjaga rumah tetap rapi, nyaman, dan teratur tanpa menghabiskan banyak waktu sebelum beraktivitas.

Widget myBCA dan Numpad Input Ribuan Bikin Transaksi QRIS Lebih Praktis

Widget myBCA dan Numpad Input Ribuan memudahkan akses fitur serta pengisian nominal QRIS agar transaksi harian terasa lebih praktis.

7 Cara Ubah Pendapatan Biasa Menjadi Aset Jangka Panjang untuk Masa Depan

Ubah pendapatan biasa menjadi aset jangka panjang lewat 7 cara sederhana, dari mengelola uang, investasi, utang, bisnis hingga dana darurat.  

IHSG Anjlok 1,69% Jelang Keputusan BI, Waspada Volatilitas Tinggi

Investor perlu tetap berhati-hati, tanpa bereaksi berlebihan terhadap pergerakan jangka pendek.     

Hasil Bulu Tangkis Asian Games 2026: Tim Putra Indonesia Susul Tim Putri ke Semifinal

Hasil Bulu Tangkis Beregu Asian Games 2026 babak perempat final, Selasa (22/9), Tim Putra Indonesia menyusul Tim Putri ke semifinal.

Diluncurkan Sejak 2019, Begini Capaian QRIS dari Domestik hingga Rambah Mancanegara

Begini perkembangan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) ​sejak diluncurkan tahun 2019.    

Bitcoin Tembus US$ 87.000, Ini Katalis yang Mendorong Penguatan

Arus dana institusional, perkembangan regulasi aset digital AS, dan turunnya harga minyak menjadi sejumlah katalis penguatan Bitcoin.

Peringatan Dini Cuaca Besok (23/9), Hujan Sangat Lebat Masih Turun di Provinsi Ini

BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca besok Rabu 23 September 2026 dengan status Siaga hujan sangat lebat di provinsi ini.