M O M S M O N E Y I D
AturUang

Menguak Taktik Psikologis untuk Kesejahteraan Finansial Jangka Panjang, Cek di Sini

Menguak Taktik Psikologis untuk Kesejahteraan Finansial Jangka Panjang, Cek di Sini
Penulis: Ramadhan Widiantoro  |  Editor: Ramadhan Widiantoro


MOMSMONEY.ID - Merasa stres dengan keuangan? Simak taktik psikologis untuk membongkar akar masalah dan membangun hubungan uang yang sehat.

Banyak orang dewasa kesulitan menabung atau mengelola uang, seringkali menyalahkan diri sendiri. Padahal, hubungan kita dengan uang adalah perjalanan seumur hidup. 

Melansir dari Sun Life, banyak perilaku keuangan kita dibentuk oleh pengalaman masa lalu, baik pribadi maupun sosial. 

Chantel Chapman, pendidik keuangan, menyatakan, pengalaman merasa tidak berharga atau kehilangan kendali akan tercermin dalam interaksi kita dengan uang. Dengan memahami asal-usul keyakinan dan tindakan ini, kita dapat maju dengan percaya diri.

Kesulitan finansial seringkali bukan masalah anggaran, melainkan memiliki akar yang lebih dalam. Pengalaman masa lalu, bahkan yang tidak berhubungan langsung dengan uang, seperti tumbuh dalam rumah tangga yang menganggap uang sebagai konflik dapat membentuk pendekatan keuangan kita. 

Baca Juga: 10 Strategi Disiplin Finansial yang Bikin Hidup Lebih Tenang dan Kaya Bertahap

Uang berkaitan erat dengan rasa kendali, harga diri, dan keamanan. Perasaan tidak aman di aspek hidup manapun dapat memengaruhi keputusan finansial.

Untuk memahaminya, kita perlu menelusuri:

  • Nilai-nilai budaya.
  • Pelajaran dari keluarga dan pengasuh.
  • Pengalaman dengan institusi sosial.

Membangun kesadaran finansial aman

Mengubah kebiasaan dimulai dengan menciptakan ruang aman dan menumbuhkan rasa ingin tahu.

1. Ciptakan ruang aman: Mulailah refleksi saat Anda dalam kondisi mental yang nyaman. Jika Anda takut, alat apapun tidak akan berguna.

2. Renungkan pola pikir: Setelah tenang, eksplorasi perasaan Anda:

  • Apa yang Anda rasakan saat memikirkan keuangan?
  • Pola belanja atau menabung apa yang Anda perhatikan?

Ini adalah proses penemuan diri untuk membuat keputusan yang lebih tepat.

Empat pola perilaku uang

Perilaku ini hanyalah respons, bukan kekurangan karakter.

  • Si Penghindar: Lebih suka tidak memeriksa saldo. Respons perlindungan diri saat uang terasa membebani.
  • Si Pemberi Berlebihan: Mengutamakan kebutuhan orang lain. Sering dipicu kondisi sosial yang melabeli kebutuhan diri sendiri sebagai keserakahan.
  • Si Pencari Kendali: Terobsesi anggaran atau menyangkal kebahagiaan. Berakar dari ketidakstabilan masa lalu atau ketakutan akan kelangkaan.
  • Si Pemboros: Meredakan ketidaknyamanan melalui belanja. Mungkin terkait dengan trauma yang belum terselesaikan.

Baca Juga: 10 Kebiasaan Mental yang memutar Anda Sukses Finansial Jangka Panjang

Tiga langkah menjinakkan rasa malu

Anda hanya perlu rasa ingin tahu, bukan perbaikan diri.

Langkah 1: Menyebutkan dan menjinakkan rasa malu

Sebutkan keyakinan buruk Anda ("saya tidak pandai mengelola uang"). Telusuri asal-usulnya. Ingat, perilaku ini adalah respons, bukan cacat karakter.

Langkah 2: Menenangkan sistem saraf

Ambil napas dalam-dalam dan praktikkan kasih sayang pada diri sendiri. Literasi keuangan mudah diakses jika sistem saraf Anda merasa aman.

Langkah 3: Nikmati prosesnya

Pemulihan finansial adalah perjalanan seumur hidup. Ini adalah fase penyempurnaan, di mana hubungan Anda dengan uang akan terus berkembang seiring perubahan hidup.

Perilaku finansial Anda dapat berubah dan berkembang. Tanyakan pada diri sendiri: Bagaimana keputusan keuangan saya akan terlihat jika didasari rasa percaya diri?

Anda berhak mendapatkan kejelasan tentang tujuan keuangan dan keyakinan dalam membuat keputusan cerdas. Fokus pada kemajuan, rasa welas asih, dan langkah-langkah kecil. Karena setiap perjalanan finansial itu unik.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Jangan Asal Buang Baju Bekas, Ini 4 Cara Mengelolanya agar Tak Jadi Sampah

Pakaian tidak terpakai belum tentu harus dibuang. Kenali cara memperpanjang masa pakai, memilah baju layak donasi, dan tips mengelola tekstil.

Masih Mau Minum Tiap Hari? Ini Sisi Gelap Teh Boba buat Tubuh, Ada Risiko Obesitas

Rasa manis dan kenyalnya teh boba memang menggiurkan, tapi kebiasaan meminumnya setiap hari bisa memicu obesitas hingga sembelit.

Stres dan Susah Tidur? Ini 4 Tanda Anda Butuh Suplemen Magnesium

Banyak orang tanpa sadar mengalami defisiensi magnesium. Sebagai panduan, berikut 4 tanda Anda butuh suplemen magnesium ya.

Kesetaraan Gender di Dunia Kerja Tidak Lagi Sebatas Persoalan Representasi Perempuan

Kesetaraan gender di dunia kerja tidak lagi sebatas persoalan representasi perempuan, tapi juga pengembangan SDM, inovasi, hingga saing bisnis.

Cegah Sebelum Telat! Ini 5 Cara Mencegah Pradiabetes Biar Enggak Jadi Diabetes

Ingin tahu cara mencegah pradiabetes agar tidak memburuk? Cukup kurangi gula tambahan, olahraga secara rutin, dan pantau kesehatan Anda.

Awas Usia Muda! Kanker Ovarium Disebabkan oleh 7 Hal Ini Termasuk Riwayat Menstruasi

Jangan abaikan kesehatan organ reproduksi Anda karena kanker ovarium bisa menyerang usia muda. Mulai dari riwayat keluarga hingga menstruasi.

4 Kesalahan Makeup Bold yang Bikin Wajah Terlihat Tua, Pemula Wajib Tahu

Makeup bold sering kali menjadi pilihan favorit. Ini 4 kesalahan makeup bold yang bikin wajah terlihat tua yang wajib Anda hindari.

Inovasi Cokelat Rasa Rendang Supaya Bisa Langsung Nendang ke Pasar Global

Upaya Terve Chocolate bisa menembus pasar global dengan menampilkan rasa cokelat yang punya cita rasa Nusantara.

Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (22/10), Hujan Lebat Masih Turun di 4 Provinsi Ini

BMKG memberikan peringatan dini cuaca besok Kamis 22 Oktober 2026 dengan status Siaga hujan sangat lebat dan Waspada hujan lebat di provinsi ini.

Seluruh Wilayah Diprediksi Berawan, Ini Prakiraan Cuaca Jawa Barat Besok (22/7)

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Barat didominasi berawan pada Kamis (22/10) dan Jumat (23/10), dengan suhu hingga 38°C.