M O M S M O N E Y I D
Pendidikan

Jangan Langsung Marah! Ini 6 Kiat Jitu Hadapi Nilai Rapor Anak yang Merosot

Jangan Langsung Marah! Ini 6 Kiat Jitu Hadapi Nilai Rapor Anak yang Merosot
Penulis: Widya Oktaviana  |  Editor: Widya Oktaviana


MOMSMONEY.ID - Nilai rapor baru saja diterima. Momen ini menjadi penanda naiknya sang buah hati ke jenjang kelas atau bahkan pendidikan yang lebih tinggi. 

Euforia kenaikan kelas seringkali berbayang cemas, karena tidak semua anak meraih hasil gemilang. Ada yang justru nilai rapornya merosot drastis dibanding semester lalu. Hal ini pun mengejutkan orang tua yang sudah berharap penuh. 

Baca Juga: Unik, Kampus di Indonesia Ini Punya Mata Kuliah Khusus Taylor Swift

Namun, di balik kejutan itu, tersimpan pertanyaan besar, apakah kemarahan bisa menjadi solusi?

Saat melihat nilai rapor menurun, naluri pertama yang mungkin meledak adalah dalam bentuk kekesalan atau celaan. Tapi sadarilah, anak-anak lebih takut pada kekecewaan orang tua daripada nilai merah itu sendiri. 

Oleh karena itu, sikap bijak orang tua dalam menghadapi nilai raport anak yang menurun sangatlah penting. Lalu, sikap seperti apa yang harus dilakukan orang tua?

Berikut beberapa sikap bijak orang tua nilai rapor anak turun, dikutip dari jms.sch.id dan www.halodoc.com:

Baca Juga: Dana Pendidikan Anak Aman: 5 Cara Cerdas Siapkan Masa Depan Mereka

1. Memberikan apresiasi kepada anak

Apresiasi tidak selalu diberikan ketika seseorang berhasil melakukan sesuatu saja. Tetapi, ketika gagal pun, apresiasi itu juga perlu untuk memberikan motivasi.

Tak terkecuali ketika nilai rapor anak turun. Meski nilainya belum sesuai harapan, cobalah untuk memberikan apresiasi terlebih dahulu atas satu semester yang sudah berhasil ia lalui.

Cara ini akan membuat anak merasa dihargai atas proses belajarnya dan menumbuhkan motivasi untuk meningkatkan nilainya.

2. Tanyakan secara baik-baik
 

Hal lain yang perlu orang tua lakukan adalah menanyakan dengan baik-baik kepada anak kenapa nilainya bisa turun. 

Sikap yang lembut tidak akan membuat anak ketakutan. Justru, ia akan terbuka dan berbicara tentang kesulitannya dalam proses belajar. Dengan begitu, orang tua bisa mengambil sikap dengan lebih bijak untuk memberikan bantuan.

Baca Juga: Lindungi Si Kecil Lewat 7 Tips Memilih Daycare yang Aman Demi Tumbuh Kembang Optimal

3. Tetap bersikap tenang

Bersikap tenang perlu diterapkan oleh orang tua saat menghadapi nilai rapor anak yang menurun, bukan justru menunjukkan emosi yang meledak.

Ketika orang tua lebih meninggikan emosi, maka anak justru akan berpotensi menjauhi orang tuanya hingga bersikap menutup diri.

Jadi, tetaplah bersikap tenang agar anak tidak merasa khawatir berlebih dan mencari pelarian atas rasa takutnya tersebut.

4. Berdiskusi dengan guru

Guru atau wali kelas adalah orang yang tahu bagaimana anak Anda saat belajar dan berperilaku. Karena sekolah ibarat menjadi rumah kedua mereka.

Jadi, berdiskusi dengan guru adalah pilihan yang tepat. Dengan berdiskusi inilah, Anda bisa mendapatkan solusi yang lebih tepat untuk anak Anda.

Baca Juga: Ternyata Ini Bekal Penting Agar Mahasiswa Siap Hadapi Dunia Kerja Global

5. Pertimbangkan untuk memberi tambahan les

Setiap anak memiliki kemampuan belajar yang berbeda-beda. Sehingga, orang tua tidak bisa memaksakan anaknya memiliki kemampuan yang sama dengan anak orang lain.

Terkait dengan meningkatkan kemampuan sang anak, Anda bisa mempertimbangkan untuk memberinya tambahan les. Dengan begitu, anak bisa mendapatkan bimbingan khusus untuk mengejar ketertinggalan.

6. Mencari tahu minat anak

Tidak semua anak bisa menguasai semua mata pelajaran di sekolah. Oleh karena itu, Anda perlu kembali lagi memperhatikan nilai raport-nya dan meneliti nilai mana yang rendah dan mana yang tinggi.

Tanyakan kepada anak tentang apa yang menjadi minatnya. Lalu, berikan dukungan kepadanya dan penjelasan bahwa belajar menjadi hal yang sangat penting.

Meski ada beberapa mata pelajaran yang tidak disukainya. Karena di tahap pedidikan SD hingga SMA, anak-anak masih harus menjalani semua mata pelajaran. Barulah saat duduk di bangku perguruan tinggi, bisa fokus pada minatnya.

Jadi, ketika nilai rapor turun, jangan biarkan amarah mengambil alih. Jadikan momen itu sebagai pintu masuk untuk lebih dekat dengan anak, bukan sebagai alasan untuk menjauh. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Cek Cuaca Sumatra Utara Besok (17/9) dan Lusa, Hujan Guyur Banyak Daerah

BMKG memprakirakan hujan ringan terjadi di 19 wilayah Sumatera Utara besok dan meningkat menjadi 23 wilayah lusa.

Udara Kabur Mendominasi, Cek Cuaca Sumatra Selatan Besok (17/9) dan Lusa

BMKG memprakirakan udara kabur mendominasi Sumatra Selatan besok. Lusa, beberapa wilayah berpotensi hujan ringan hingga hujan sedang.

Ekosistem Usaha Bisa Memperkuat Pengembangan Usaha UMKM

Kementerian UMKM memperkuat ekosistem para wirausaha lewat Bursa Wirausaha Unggulan yang digelar di Sulawesi Selatan.

Mirae Asset Sekuritas Soroti Kredibilitas Fiskal Saat Pergantian Menteri Keuangan

Tantangan utama bukan hanya pada sosok Menteri Keuangan, melainkan pada konsistensi kebijakan.       

Prakiraan Cuaca Yogyakarta Besok (17/9) Beragam, Lusa Semua Wilayah Berawan

BMKG memprakirakan cuaca Yogyakarta besok cukup beragam. Gunungkidul cerah, Sleman udara kabur, sementara lusa seluruh wilayah berawan.

Kabut hingga Hujan Petir, Cek Cuaca Sumatra Barat Besok (17/9) dan Lusa

Hujan ringan diprakirakan meluas di Sumatra Barat lusa. Simak prakiraan cuaca 19 kabupaten/kota besok dan lusa.

Mayoritas Wilayah Kompak Berawan, Cek Cuaca Bali Besok (17/9) dan Lusa

BMKG memprakirakan cuaca berawan mendominasi Bali besok dan lusa. Cek prakiraan cuaca dan suhu di sembilan kabupaten/kota.

Promo PSM Alfamart Periode 16-23 September 2026, Frisian Flag Beli 2 Hanya Rp 9.900

Manfaatkan promo PSM Alfamart periode 16-23 September 2026 untuk belanja lebih hemat. Cek promonya di sini.

Tak Sekadar Mencuci, Ini Fitur Mesin Cuci yang Bisa Bikin Praktis

​Modena berinovasi dengan meluncurkan mesin cuci front load dengan kapasitas hingga 10 kg dan konektivitas aplikasi.

Cek Kesehatan Tak Cukup, Ini Tantangan Menjaga Tubuh Tetap Sehat

Banyak gangguan kesehatan tidak langsung menunjukkan gejala. Karena itu, edukasi dan pemeriksaan kesehatan sejak dini menjadi penting.