M O M S M O N E Y I D
AturUang

Jangan Hanya Hemat! Ini Strategi Raih Keuangan Sehat Jangka Panjang

Jangan Hanya Hemat! Ini Strategi Raih Keuangan Sehat Jangka Panjang
Penulis: Ramadhan Widiantoro  |  Editor: Ramadhan Widiantoro


MOMSMONEY.ID - Berapa tambahan penghasilan agar tabungan naik? Ini angka realistis dan strategi praktis untuk kelas menengah di Indonesia.

Banyak orang merasa sudah bekerja keras, tetapi tabungan tetap sulit bertambah. Kondisi ini cukup umum terjadi di kalangan kelas menengah Indonesia yang harus menghadapi biaya hidup yang terus meningkat. 

Menariknya, solusi dari masalah ini tidak selalu harus menunggu kenaikan gaji besar atau perubahan drastis dalam hidup. 

Mengutip dari Go Banking Rates, tambahan penghasilan dalam jumlah tertentu ternyata sudah cukup untuk menciptakan perubahan signifikan dalam kondisi keuangan. Artinya, langkah kecil yang tepat bisa menjadi awal dari kestabilan finansial jangka panjang.

“Beberapa ratus dolar per bulan sering menjadi pembeda antara bertahan dan mulai menabung,” ujar Rachel Schneider dari Go Banking Rates.

Baca Juga: Gaji Naik Tapi Tabungan Tetap Tipis? Begini Cara Menghentikan Perilaku Boros

Seberapa besar tambahan penghasilan yang benar benar terasa

Jika berbicara soal angka, banyak orang mengira perlu tambahan puluhan juta agar bisa menabung dengan nyaman. Padahal kenyataannya tidak begitu lo.

Dari sudut pandang perencana keuangan, tambahan sekitar Rp8 juta per bulan sudah cukup membantu untuk mulai bernapas lebih lega. Di titik ini, seseorang biasanya sudah bisa menutup kebutuhan bulanan tanpa harus berutang.

Ketika tambahan penghasilan mencapai sekitar Rp16 juta per bulan, kondisi keuangan cenderung lebih stabil. Tabungan mulai terbentuk, bahkan sebagian orang sudah bisa mulai investasi ringan.

Ini menunjukkan bahwa yang penting bukan sekadar besarannya, tetapi apakah tambahan tersebut mampu menutup celah pengeluaran rutin.

Kenapa kenaikan penghasilan kecil sering terasa sia-sia?

Banyak orang pernah merasakan gaji naik, tetapi kondisi keuangan tetap terasa sama saja. Ini bukan kebetulan.

Fenomena ini dikenal sebagai peningkatan gaya hidup. Ketika penghasilan bertambah, pengeluaran juga ikut naik tanpa disadari.

Contohnya cukup dekat dengan kehidupan sehari hari masyarakat Indonesia. Harga bahan pokok naik, langganan hiburan bertambah, atau frekuensi makan di luar meningkat. 

Akhirnya, tambahan penghasilan yang seharusnya bisa ditabung justru habis begitu saja. Di sinilah pentingnya kesadaran dalam mengelola uang, bukan hanya sekadar menambah penghasilan.

Pengeluaran tetap jadi tantangan terbesar

Salah satu alasan utama kenapa tabungan sulit bertambah adalah karena adanya pengeluaran tetap yang tidak bisa dihindari.

Biaya seperti sewa rumah, cicilan, listrik, pendidikan, hingga asuransi akan terus berjalan setiap bulan. Bahkan dalam banyak kasus, biaya ini cenderung meningkat dari waktu ke waktu.

Akibatnya, ketika ada tambahan penghasilan, uang tersebut langsung terserap tanpa sempat menjadi tabungan. Ini yang membuat banyak orang merasa tidak mengalami kemajuan secara finansial.

Baca Juga: Strategi Cerdas Keluar dari Gaji Pas-Pasan ala Warren Buffett biar Keuangan Stabil

Titik balik saat kondisi keuangan mulai stabil

Ada satu fase penting yang sering menjadi pembeda, yaitu ketika seseorang sudah memiliki dana darurat.

Pada tahap ini, pengeluaran mendadak tidak lagi menjadi ancaman besar. Misalnya saat kendaraan rusak atau ada kebutuhan medis, kondisi keuangan tetap aman.

Menariknya, banyak orang baru merasakan bahwa menabung itu mudah setelah melewati fase ini. Beban mental berkurang dan keputusan finansial menjadi lebih tenang.

Jumlah anggota keluarga memengaruhi kebutuhan finansial

Setiap rumah tangga memiliki kondisi yang berbeda. Ini yang sering luput dari perbandingan keuangan antar individu.

Seseorang yang masih sendiri tentu memiliki tekanan finansial yang berbeda dibandingkan dengan mereka yang sudah berkeluarga. Semakin banyak anggota keluarga, semakin besar pula kebutuhan dan potensi pengeluaran tak terduga.

Karena itu, jumlah tambahan penghasilan yang dibutuhkan juga tidak bisa disamaratakan. Semua harus disesuaikan dengan kondisi masing masing.

Lebih penting menambah penghasilan atau menghemat

Banyak orang fokus berhemat sampai lupa bahwa ada batasnya. Anda hanya bisa mengurangi pengeluaran sampai titik tertentu.

Sebaliknya, peluang untuk menambah penghasilan sebenarnya jauh lebih luas. Mulai dari kerja sampingan, freelance, hingga mengembangkan skill baru yang bernilai tinggi.

Namun, menambah penghasilan juga perlu strategi. Tanpa pengelolaan yang baik, hasilnya bisa sama saja, yaitu tetap habis tanpa sisa.

Tanda keuangan mulai membaik yang sering tidak disadari

Kemajuan finansial tidak selalu terlihat dari jumlah saldo yang besar. Justru tanda yang paling nyata sering kali terasa dalam kehidupan sehari hari.

Misalnya, Anda tidak lagi panik saat ada kebutuhan mendadak. Atau mulai bisa menyisihkan uang secara rutin tanpa merasa tertekan.

Selain itu, tingkat stres terhadap uang juga mulai menurun. Ini adalah indikator penting bahwa kondisi finansial sedang bergerak ke arah yang lebih sehat.

Baca Juga: Generasi Z Lebih Siap Pensiun Sejak Dini, Ini Rahasia yang Bisa Kamu Ikuti

Menambah tabungan bukan soal menunggu kaya, tetapi tentang membuat keputusan finansial yang lebih cerdas. Tambahan penghasilan dalam jumlah yang realistis bisa menjadi titik awal perubahan besar jika dikelola dengan benar. 

Kunci utamanya ada pada keseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran, serta disiplin dalam mengatur prioritas. 

Melalui cara yang tepat, kelas menengah di Indonesia tetap punya peluang besar untuk mencapai stabilitas keuangan secara bertahap.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Promo PHD Tebus Murah Terbaru: Menu Favorit Mulai Rp 13 Ribuan, Jangan Lewat ya

Membeli PHD minimal Rp 68.000 bisa tebus murah menu pilihan mulai Rp 13 ribuan. Cek daftar menu hematnya sebelum kehabisan!

Promo HUT Es Teler 77 ke-44, Diskon Spesial hingga 62% Menanti Anda Pakai Qpon

HUT Es Teler 77 ke-44 banjir promo. Dapatkan diskon hingga 62% untuk Bakso Super, Mie Ayam, dan Es Teler. Lihat cara klaim promonya sekarang!

Bank Jago Luncurkan Fitur Baru, Bantu Pengguna Atur Uang Sesuai Tujuan Finansial

​Bank Jago meluncurkan fitur Inspirasi Kantong yang membantu menyusun pembagian uang berdasarkan tujuan, kebiasaan, dan kondisi finansial.

Daftar 8 Negara yang Lolos ke Perempat Final Piala Dunia 2026, Eropa Mendominasi

Delapan negara terbaik Piala Dunia 2026 resmi lolos ke perempat final. Simak daftar lengkap, jadwal laga, dan peta persaingan ke semifinal.

Ramalan Shio Hari Ini Rabu 8 Juli 2026: Kelinci, Naga dan Kuda Diprediksi Hoki

Simak ramalan shio hari ini Rabu 8 Juli 2026, cek peruntungan karier, keuangan, cinta, dan kesehatan untuk Anda perhatikan.

Harga Emas Pegadaian Hari Ini (8/7) Turun Hingga Rp 17.000, Cek Harga Galeri 24 & UBS

Harga emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian lanjut melemah hari ini. Cek daftar harga lengkapnya berikut ini.

Ramalan Zodiak Hari Ini Rabu 8 Juli 2026, Peluang Cukup Menjanjikan

Berikut adalah ramalan zodiak hari ini Rabu 8 Juli 2026, mulai karier, keuangan, asmara, kesehatan, hingga warna keberuntungan.​

Promo Bakmi GM Flash Sale Mulai Rp 25 Ribuan Lewat GoFood, Cek Jadwalnya di Sini

Promo Bakmi GM hadirkan harga gila. Paket hemat mulai Rp 25.000-an hanya sampai 12 Juli. Buruan cek jadwal Flash Sale sekarang!

Hemat Maksimal Pakai Qpon, Promo HokBen Juli Makan Rame-Rame Mulai Rp 25 Ribuan

Ingin makan HokBen dengan harga miring di bulan Juli? Manfaatkan promo bundling dan Level Up Deals. Simak daftar paket hematnya di sini!

Liburan Santai: Airbnb Ungkap 3 Wilayah Favorit untuk Slow-Living

Airbnb menyebut wisatawan semakin mendambakan tempat bernuansa alam dengan ritme yang lebih santai, jauh dari hiruk-pikuk destinasi populer. ​