MOMSMONEY.ID - Ternyata ini, lo, beberapa tanda pada tubuh ketika terlalu banyak konsumsi serat. Apa sajakah itu?
Serat sering dipuji sebagai pahlawan dalam pola makan sehat. Nutrisi ini dikenal mampu melancarkan pencernaan, membantu menurunkan kolesterol, menjaga kadar gula darah tetap stabil, hingga mendukung program penurunan berat badan.
Tak heran jika banyak orang berlomba-lomba meningkatkan asupan serat melalui sayur, buah, biji-bijian, dan suplemen. Namun, seperti halnya nutrisi lain, konsumsi serat yang berlebihan juga bisa menimbulkan masalah bagi tubuh.
Tubuh manusia memiliki batas toleransi. Ketika asupan serat meningkat secara drastis atau dikonsumsi dalam jumlah terlalu banyak tanpa diimbangi cairan yang cukup, sistem pencernaan dapat kaget dan menunjukkan berbagai tanda ketidaknyamanan.
Baca Juga: 12 Rekomendasi Makanan Sehat Tinggi Serat untuk Sarapan
Melansir dari laman Verywell Health, berikut beberapa tanda pada tubuh ketika terlalu banyak konsumsi serat:
1. Kembung dan gas
Kembung dan sering buang gas adalah tanda umum bahwa tubuh sedang berusaha menyesuaikan diri dengan asupan serat yang meningkat. Serat tidak dicerna di usus kecil.
Sebaliknya, serat bergerak ke usus besar dan difermentasi oleh bakteri baik di sana. Proses ini menghasilkan gas yang dapat menyebabkan perut terasa penuh dan tidak nyaman.
Gejala ini lebih sering terjadi jika Anda mengonsumsi banyak serat yang mudah difermentasi seperti inulin atau guar gum, terutama jika peningkatannya dilakukan secara tiba tiba.
Selain itu, setiap orang memiliki tingkat sensitivitas yang berbeda terhadap jenis serat tertentu. Ada yang mudah mengalami kembung, ada pula yang tidak merasakan keluhan berarti.
Gas sebenarnya normal dan tidak berbahaya. Namun jika kembung terasa terus menerus, bisa jadi usus Anda membutuhkan waktu untuk beradaptasi.
2. Sembelit
Serat sering dianjurkan untuk membantu mengatasi sembelit. Namun jika dikonsumsi terlalu banyak tanpa disertai asupan cairan yang cukup, justru dapat memperburuk kondisi tersebut.
Serat menyerap air dan menambah volume tinja. Jika tubuh kekurangan cairan, tinja bisa menjadi keras dan sulit dikeluarkan.
Kondisi ini lebih sering terjadi jika serat berasal dari suplemen atau jika peningkatan asupan dilakukan terlalu cepat. Karena itu, penting untuk menambah serat secara bertahap dan selalu memperbanyak minum air.
3. Diare
Pada sebagian orang, konsumsi serat berlebihan dapat mempercepat pergerakan usus. Serat menarik air ke dalam usus dan membuat tinja bergerak lebih cepat sebelum usus besar sempat menyerap kembali airnya. Akibatnya, tinja menjadi encer atau terjadi diare.
Serat pembentuk gel seperti psyllium yang dikonsumsi dengan cukup air biasanya membantu menormalkan tekstur tinja. Jika diare terjadi, risiko dehidrasi juga meningkat. Tanda tandanya antara lain urine berwarna gelap, tubuh terasa lelah, pusing, atau sakit kepala.
Baca Juga: 10 Kulit Buah dan Sayuran Tinggi Serat dan Antioksidan yang Aman Dikonsumsi
4. Bunyi perut yang keras
Gas dan cairan yang bergerak di dalam usus dapat menimbulkan suara gemuruh yang cukup keras. Suara ini sebenarnya tidak berbahaya, tetapi bisa terasa mengganggu atau memalukan jika sering terjadi.
Jika bunyi perut muncul terus menerus setelah meningkatkan asupan serat, kemungkinan sistem pencernaan Anda sedang kesulitan menangani jumlah atau jenis serat yang dikonsumsi.
5. Gangguan penyerapan nutrisi
Asupan serat yang sangat tinggi dalam jangka panjang dapat memengaruhi kemampuan tubuh menyerap beberapa mineral penting seperti zat besi, kalsium, seng, dan magnesium. Dampaknya bergantung pada jenis serat, jumlah yang dikonsumsi, serta pola makan secara keseluruhan.
Pada orang yang menjalani pola makan seimbang, kondisi ini biasanya jarang menjadi masalah serius. Namun jika penyerapan nutrisi terganggu dalam waktu lama, gejalanya bisa berupa kelelahan berkepanjangan, energi rendah, kuku rapuh, rambut menipis, kram otot, atau lebih mudah sakit.
Karena gejala tersebut juga dapat disebabkan oleh berbagai faktor lain, keluhan yang berlangsung lama sebaiknya diperiksakan ke tenaga medis.
6. Sumbatan usus
Dalam kasus yang jarang terjadi, konsumsi serat yang sangat tinggi terutama dari suplemen dan tanpa cukup cairan dapat meningkatkan risiko sumbatan usus. Kondisi ini terjadi ketika tinja atau materi lain menyumbat usus sehingga proses pencernaan terganggu.
Risiko lebih tinggi pada orang yang memiliki gangguan pencernaan tertentu, penyempitan usus, atau riwayat operasi perut.
Gejala seperti nyeri perut hebat, muntah, kembung yang tidak membaik, atau tidak bisa buang air besar maupun gas dalam waktu lama bukanlah efek samping normal dan memerlukan penanganan medis segera.
Baca Juga: 4 Manfaat Konsumsi Serat bagi Kesehatan Tubuh yang Luar Biasa
Itulah beberapa tanda pada tubuh ketika terlalu banyak konsumsi serat. Semoga bermanfaat.
Selanjutnya: Kinerja Industri Kimia Berpeluang Pulih pada 2026, Ini Faktor Pendorongnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News