MOMSMONEY.ID - Denah rumah 7x12 meter dua lantai dengan kamar orang tua di bawah menawarkan hunian nyaman, aman, dan efisien untuk keluarga.
Punya lahan 7x12 meter bukan berarti harus mengorbankan kenyamanan, terutama ketika rumah juga dihuni orang tua.
Konsep dua lantai justru bisa menjadi solusi dengan menempatkan kebutuhan utama keluarga di lantai dasar dan area anak di lantai atas.
Kamar orang tua di bawah membuat aktivitas sehari hari lebih praktis karena mereka tidak perlu bergantung pada tangga untuk menuju ruang tidur atau kamar mandi.
Melansir dari arktechstudio, pola rumah 7x12 meter dapat dikembangkan dengan ruang keluarga terbuka, kamar utama di lantai dasar, serta kamar anak di lantai atas.
Dari sisi aksesibilitas, rancangan juga dapat mempertimbangkan prinsip kemudahan bangunan yang tercantum dalam Permen PUPR No. 14/PRT/M/2017.
Baca Juga: Anak Mulai Kuliah? Begini Cara Menata Kamar Tanpa Membuat Rumah Terasa Sepi
Denah lantai dasar yang terasa lapang
Lantai dasar sebaiknya menjadi pusat aktivitas keluarga. Area depan dapat diisi carport sekitar 3x5 meter dan teras yang dibuat minim perbedaan ketinggian agar lebih mudah dilalui.
Setelah pintu masuk, ruang tamu dan ruang keluarga bisa dibuat menyatu dengan luas sekitar 3,5x4 meter. Konsep terbuka membuat rumah terasa lebih lega sekaligus memudahkan orang tua bergerak dari satu area ke area lain.
Ruang makan dan dapur dapat ditempatkan di bagian tengah dengan ukuran sekitar 2,5x3 meter. Sementara itu, kamar utama orang tua berukuran sekitar 3,2x3,5 meter ditempatkan di area yang lebih tenang dan dekat dengan kamar mandi.
Di bagian belakang, sisakan area sekitar 1,5 hingga 2 meter untuk taman sekaligus laundry. Ruang terbuka ini membantu memasukkan cahaya dan udara alami ke dalam rumah.
Lantai dua menjadi area privat anak
Berbeda dengan lantai dasar, lantai dua dapat difokuskan untuk kebutuhan anak. Dua kamar berukuran sekitar 3x3 meter bisa ditempatkan berdampingan dengan kamar mandi bersama.
Area kosong di lantai atas juga dapat dimanfaatkan sebagai ruang belajar atau ruang keluarga kecil. Jika masih memungkinkan, balkon depan atau area jemur belakang dapat ditambahkan setelah mempertimbangkan struktur dan ketentuan bangunan.
Tangga berbentuk L atau U di sisi rumah dapat menjadi pilihan agar area utama lantai dasar tidak terlalu banyak terpotong.
Akses orang tua jangan hanya dipikirkan belakangan
Rumah yang ramah orang tua bukan hanya soal kamar berada di bawah. Detail seperti lantai, pintu, kamar mandi, dan jalur berjalan juga perlu diperhitungkan sejak awal.
Menurut data dari cms.iai-jakarta, prinsip aksesibilitas mencakup kemudahan dan keamanan dalam menggunakan berbagai bagian bangunan. Rancangan untuk orang tua dapat menerapkannya melalui beberapa cara:
- Gunakan pintu kamar yang cukup lebar dan mudah dioperasikan.
- Pilih gagang pintu model tuas daripada knop putar.
- Hindari ambang pintu yang terlalu tinggi.
- Gunakan material lantai yang tidak mudah licin.
- Sediakan handrail pada tangga.
- Buat kamar mandi mudah dicapai dari kamar tidur.
- Pertimbangkan pegangan tangan dan area shower yang aman.
Permen PUPR No. 14/PRT/M/2017 sendiri menekankan hak pengguna bangunan untuk dapat beraktivitas secara aman, nyaman, mudah, dan mandiri.
Baca Juga: Rumah Pantai Ini Tampil dengan Warna Cerah, Bukan Sekadar Biru dan Putih
Kamar orang tua perlu punya ruang gerak
Ukuran kamar 3,2x3,5 meter dapat menampung tempat tidur queen, lemari, serta jalur menuju kamar mandi. Namun, jangan memenuhi ruangan dengan furnitur.
Salah satu sisi tempat tidur sebaiknya memiliki ruang kosong yang cukup. Posisi kamar mandi juga idealnya berdekatan tanpa membuat pintunya langsung menghadap tempat tidur.
Jika tersedia jendela menuju taman belakang, pencahayaan dan sirkulasi udara alami dapat menjadi nilai tambah bagi kamar.
Denah perlu disesuaikan sebelum dibangun
Denah rumah 7x12 meter ini masih berupa konsep awal, bukan gambar kerja konstruksi. Kondisi lahan sebenarnya, garis sempadan, arah matahari, struktur, saluran air, aturan lingkungan, serta kebutuhan keluarga dapat mengubah ukuran dan posisi ruang.
Karena itu, sebelum pembangunan dimulai, rancangan sebaiknya diperiksa arsitek atau tenaga ahli. Penyesuaian tersebut penting agar rumah bukan hanya terlihat menarik di denah, tetapi juga aman, nyaman, dan realistis ketika diwujudkan.
Apabila menempatkan kamar orang tua di lantai dasar, rumah dua lantai berukuran 7x12 meter dapat dibuat lebih adaptif untuk kebutuhan keluarga.
Lantai bawah menjadi area utama yang mudah diakses, sementara lantai atas dapat berkembang sebagai ruang privat anak. Konsep seperti ini membuat keterbatasan lahan tidak harus menjadi penghalang untuk menciptakan hunian yang nyaman bagi beberapa generasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News