M O M S M O N E Y I D
HOME, Keluarga

Ini 5 Cara Mengatasi Stres pada Ikan Hias di Akuarium

Reporter: Anggi Miftasha  |  Editor: Anggi Miftasha


MOMSMONEY.ID - Beberapa kematian ikan hias mendadak ternyata dapat disebabkan oleh stres. Stres pada ikan dapat terjadi karena beberapa hal. Misalnya, ikan tidak mampu bertahan atau menoleransi perubahan dalam kondisi akuarium, serta kemungkinan penyakit ringan yang dideritanya.

Anda tentu tak akan membiarkan ikan mengalami stres setelah dia menunjukkan tanda-tanda ketidaknormalan dalam aktivitasnya. Oleh karena itu, mengelola stres adalah hal terpenting yang dapat Anda lakukan untuk ikan Anda. Dilansir dar Fish Tank Setups, berikut 5 cara mengatasi stres pada ikan hias di akuarium.

Baca Juga: 6 Hewan Peliharaan yang Aman untuk Anak-Anak Usia 3-12 Tahun

Pentingnya Menyediakan Akuarium Berukuran Tepat

Ikan bisa bersosialisasi dengan spesies lain dengan baik, tetapi mereka membutuhkan ruang yang cukup untuk hidup. Kepadatan isi akuarium yang penuh akan membuat ikan stres karena tak memiliki cukup ruang pribadi. Bagaimana pun, ikan membutuhkannya untuk merasa aman dan nyaman. Aturan umumnya, usahakan untuk menyediakan sekitar 4 liter air untuk setiap 3 cm ikan. Artinya, bila Anda memiliki akuarium berkapasitas 20 liter, Anda dapat memasukkan 4 hingga 6 ekor ikan.

Pastikan Lingkungan Ikan Aman dan Damai

Selain ukuran akuarium, sangat penting juga untuk menentukan teman akuarium yang tepat. Sebab, menyatukan ikan yang agresif dengan yang tidak hanya akan menimbulkan masalah bagi ikan yang lemah. Namun, menyatukan ikan yang sama-sama agresif juga merugikan keduanya. Anda perlu melakukan sedikit riset untuk menentukannya. Meski Anda sudah terlanjur menyatukan ikan-ikan yang tidak cocok, Anda dapat memisahnya ke dalam akuarium yang lain. Ini adalah keputusan terbaik untuk menghindari serangan kepada ikan yang lemah dan stres.

Pastikan Kualitas Air untuk Akuarium Baik

Ikan sangat sensitif terhadap nitrat dan amonia yang terbentuk dari limbah di dalam tangki mereka. Satu-satunya cara untuk memastikan zat ini tetap rendah adalah dengan mengganti air tangki secara teratur dan memastikan kualitas air selalu baik. Sebab, bila kondisi air akuarium dibiarkan kotor, ikan akan merasa stres dan bahkan dapat mengembangkan penyakit.

Selain kondisi air yang selalu baik, Anda juga perlu memastikan suhu air selalu stabil. Ikan yang stres akibat perubahan suhu air biasanya menunjukkannya secara fisik. Di air yang terlalu dingin, ikan mungkin tampak lesu dan tidak tertarik pada makanan. Sementara di air yang terlalu panas, ikan tampak maniak dan berenang dengan agresif.

Itulah perlunya Anda mencari tahu berapa suhu air yang dibutuhkan ikan, karena setiap spesies ikan memiliki persyaratan suhu yang berbeda. Ikan biasanya hidup dengan baik di suhu air antara 20-22,2 derajat C. Sementara jenis lainnya mungkin membutuhkan suhu air yang lebih hangat.

Baca Juga: Tanda-Tanda Ikan Peliharaan di Akuarium Sedang Stres

Mengobati Penyakit

Beberapa kasus stres pada ikan hias disebabkan oleh kondisi penyakit yang dideritanya. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mencari tahu dan segera mengobati penyakit. Beberapa penyakit umum yang menyerang ikan berupa:

  • Cacing jangkar: hadir dalam bentuk benang hijau dan putih pada kulit ikan.
  • Flukes/Cacing pipih: infeksi ini muncul dalam bentuk lender yang menutupi tubuh ikan.
  • Dropsy: penyakit ikan yang disebabkan oleh bakteri yang membuat ikan mengalami masalah pencernaan. Akibatnya, perut ikan menjadi membengkak karena tidak bisa buang kotoran.
  • Ich: hadir dalam bentuk bintik-bintik putih di atas tubuh ikan.  

Tetapkan Jadwal Makan yang Layak dan Teratur

Memberi makan ikan yang salah adalah salah satu yang menyebabkan ikan menjadi stres. Misalnya, Anda memberinya makan secara tidak teratur, terlalu sedikit, atau terlalu banyak. Maka, cobalah untuk menetapkan jadwal makan harian secara teratur dan menentukan porsi yang sesuai dengan jumlah ikan. Jika Anda melihat ada ikan tertentu yang menjadi agresif dengan makanan, Anda mungkin perlu memisahkan mereka ke dalam akuarium yang berbeda. Agresif karena makanan juga dapat menyebabkan stres bagi spesies ikan yang lebih pemalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

7 Makanan Olahan Susu yang Mengandung Probiotik Lebih Banyak daripada Yogurt

Ini dia beberapa makanan olahan susu yang mengandung probiotik lebih banyak daripada yogurt. Coba, yuk!

6 Minuman Pagi Terbaik untuk Mempertajam Fokus Anda

Yuk, coba konsumsi beberapa minuman pagi terbaik untuk mempertajam fokus Anda berikut ini! Kira-kira ada apa saja, ya?

7 Rekomendasi Minuman Pagi yang Bagus untuk Kesehatan Ginjal

Intip beberapa rekomendasi minuman pagi yang bagus untuk kesehatan ginjal berikut ini, yuk!          

6 Rekomendasi Makanan Kaya Melatonin agar Tidur Lebih Berkualitas

Mari cek daftar rekomendasi makanan kaya melatonin agar tidur lebih berkualitas berikut ini!          

4 Manfaat Plank untuk Wanita, Bukan Cuma Bikin Perut Rata!

Gerakan plank terlihat sederhana, tapi dampaknya luar biasa! Inilah 4 manfaat plank untuk wanita yang wajib Moms tahu dan praktikkan.

Hasil Indonesia Open 2026, Wakil Indonesia Bertumbangan Termasuk Fajar/Fikri

Hasil Indonesia Open 2026 Babak 32 Besar hari kedua Rabu (3/6), hanya 4 dari 10 wakil Indonesia maju ke 16 besar. 

7 Menu Sarapan yang Terlihat Sehat tapi Ternyata Bikin Gula Darah Naik

Tahukah bahwa ada beberapa menu sarapan yang terlihat sehat tapi ternyata bikin gula darah naik lo. Yuk, cek selengkapnya di sini!

Mengajarkan Anak Belajar Berbagi Sejak Dini Lewat Berbagi Kurban

McD Berbagi Kurban juga mengajarkan anak berbagi sejak dini. Kebiasaan itu akan menjadi fondasi karakter mereka.

4 Manfaat Kandungan Niacinamide 10% dalam Produk Skincare, Ampuh Usir Flek Hitam!

Ada 4 manfaat kandungan niacinamide 10% dalam produk skincare. Cari tahu informasi selengkapnya di sini.  

6 Makanan yang Sering Dikira Rendah Gula Padahal Tinggi Gula

Ternyata ada beberapa makanan yang sering dikira rendah gula padahal tinggi gula, lho. Apa sajakah itu?