M O M S M O N E Y I D
HOME, Keluarga

Ini 4 Jenis Cacing yang Menginfeksi Pencernaan Kucing

 Ini 4 Jenis Cacing yang Menginfeksi Pencernaan Kucing
Reporter: Anggi Miftasha  |  Editor: Anggi Miftasha


MOMSMONEY.ID - Infeksi cacing dapat terjadi pada anak kucing dan kucing dewasa. Keduanya sama-sama rentan dan berpotensi menjadi hal yang serius yang dapat mengancam jiwa bila tak pernah ditangani. Infeksi cacing ini dapat menginfeksi kucing dari hewan buruannya, sedangkan anak kucing dapat tertular cacingan dari air susu induknya.

Gejala cacingan pada kucing dan anak kucing juga berbeda bergantung pada jenis infeksi cacing yang mereka alami. Oleh karena itu, artikel ini akan membantu Anda mengenali jenis-jenis cacing yang dapat menginfeksi kucing dan gejalanya. Dilansir dari Icat Care, berikut jenis-jenis cacing yang menyerang kucing.

Baca Juga: Waspada! Jamur Kulit pada Kucing Bisa Menulari Manusia

Cacing Gelang

Cacing gelang adalah parasit usus yang paling umum pada kucing dan terjadi pada kucing dari segala usia. Dua cacing gelang yang umum menyerang kucing disebut, Toxocara cati dan Toxascaris leonina. Bentuknya panjang dan bulat, bahkan terlihat seperti spaghetti tetapi dengan ujung yang runcing. Penyebaran telur cacing ini dapat dikeluarkan melalui feses dan tetap hidup di lingkungan selama bertahun-tahun.

Telur ini menginfeksi kucing dengan dua cara. Pertama, kucing tak sengaja memakan telur cacing dari lingkungan yang terkontaminasi. Kedua, hewan lain (tikus atau burung) yang bertindak sebagai perantara diburu dan dimakan oleh kucing. Cacing gelang ini dapat menyebabkan gejala, seperti diare, penurunan berat badan meski nafsu makan normal atau meningkat, bulu dan kulit kusam, kelesuan, serta perut buncit pada anak kucing.

Cacing Tambang

Cacing tambang adalah jenis cacing gelang usus kecil. Parasit ini memiliki panjang sekitar 1-2 cm. Jenis yang umum termasuk Ancylostoma ubaeforme dan Uncinaria stenocephala. Cacing ini menempel pada lapisan usus kecil dan dia memakan darah kucing. Cacing ini dapat menyebabkan kerusakan pada lapisan usus tempat mereka menempel, menyebabkan penurunan berat badan, pendarahan, dan anemia.

Dalam kasus ekstrem, mereka bisa berakibat fatal, terutama pada anak kucing. Sementara pada kucing dewasa, bila sebelumnya pernah terkena cacing tambang, biasanya memiliki kekebalan, sehingga kucing sering tidak menunjukkan gejala apa pun. Gejala-gejalanya berupa darah di kotoran kucing, diare, sakit perut,

Cacing Pita

Cacing pita umumnya merupakan cacing pipih panjang yang terdiri dari banyak segmen. Segmen dewasa mengandung telur dari ujung cacing pita dan dikeluarkan melalui feses. Segmen ini sering menyerupai butiran beras dan kacang-kacang menempel juga di bulu sekitar anus kucing, kotoran, dan tempat tidurnya. Dalam siklus hidupnya, cacing pita membutuhkan inang perantara seperti kutu atau spesies hewan buruan tertentu.

Cacing pita yang paling umum menginfeksi kucing di seluruh dunia adalah Dipylidium caninum dan Taenia Taeniaeformis. Gejala cacing pita adalah nafsu makan meningkat, membersihkan area di sekitar bawah secara berlebihan, dan segmen kecil cacing (tampak seperti butiran beras) tampak di bulu sekitar bawah tubuh kucing.

Baca Juga: Khawatir Kucing Peliharaan Doyan Makan Brokoli? Simak Penjelasan Ini

Cacing Hati

Cacing hati memang jarang terjadi pada kucing, tetapi ini juga patut diwaspadai. Cacing hati dapat disebarkan oleh nyamuk yang berukuran mikroskopis menyuntikkan larva cacing hati ke dalam aliran darah. Larva yang matang kemudian melakukan perjalanan ke jantung, berada di pembuluh utama jantung dan paru-paru.

Dilansir dari VCA Hospitals, cacing hati adalah cacing yang besar, panjangnya mencapai 15-36 cm. Mereka terutama terletak di ventrikel kanan jantung dan pembuluh darah yang berdekatan. Pada kucing, gejala yang terkait dengan infeksi jantung tidak spesifik. Namun, ini dapat menyebabkan batuk, pernapasan cepat, penurunan berat badan, dan muntah. Ini juga dapat menyebabkan kematian mendadak pada kucing.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

6 Alasan Tidur Bisa Bikin Berat Badan Turun yang Jarang Diketahui

Ini, lho, beberapa alasan tidur bisa bikin berat badan turun yang jarang diketahui. Apa saja, ya?          

7 Manfaat Buah Kersen: Sejumlah Penyakit Kronis Ini Bisa Anda Hindari

Buah kersen yang sering dipandang sebelah mata ternyata kaya vitamin C. Lindungi tubuh dari infeksi paru-paru dan serangan jantung!

7 Manfaat Sukun yang Tersembunyi untuk Pencernaan hingga Kekebalan Tubuh

Sukun ternyata bukan cuma bikin kenyang, tapi juga perbaiki pencernaan dan kekebalan tubuh.Temukan semua manfaatnya untuk hidup lebih berkualitas.

9 Khasiat Konsumsi Jus Timun untuk Kesehatan Tubuh

Ketahui beberapa khasiat konsumsi jus timun untuk kesehatan tubuh berikut ini, yuk!                          

7 Kebiasaan di Pagi Hari yang Bisa Bikin Berat Badan Turun

Tahukah bahwa ada beberapa kebiasaan di pagi hari yang bisa bikin berat badan turun, lho. Kira-kira ada apa saja?

Promo Ramadhan 2026: Bukber Hotel Jogja Nyaman & Hemat di Bawah Rp 150 Ribu

Ramadhan 2026, Anda bisa menikmati bukber nyaman tanpa menguras dompet. 10 hotel Jogja tawarkan iftar di bawah Rp 150.000. Cek detailnya!

Harga Samsung Galaxy A07 Februari: Cek Fitur Unggul & Varian Terbaik Anda!

Mencari HP Rp1 jutaan? Harga Samsung Galaxy A07 Februari 2026 tawarkan performa gaming memukau. Temukan varian terbaik sesuai kebutuhan!  

Standar Kekayaan Kelas Atas pada Usia 69 Tahun dan Makna Aman Secara Finansial

Cek ukuran kekayaan kelas atas di usia 69 tahun ini dan pahami mengapa rasa aman finansial kini lebih penting dari kemewahan.

Rumah Terasa Tidak Nyaman? Ini Penyebab dan Solusi Mengatasinya

Rumah terasa tidak nyaman tanpa alasan jelas? Ini penjelasan dan solusi desain sederhana yang relevan untuk hunian masa kini, cek yuk.

Bukan Hanya Merah, 3 Warna Imlek Ini Bikin Hidup Makin Beruntung

Sudah tahu semua makna warna Imlek belum? Beberapa warna tak terduga ini ternyata menyimpan filosofi kekayaan dan kesejahteraan.