MOMSMONEY.ID - Fenomena panas ekstrem yang melanda Prancis saat ini bukan sekadar gelombang panas biasa. Ini adalah heat dome, yakni sebuah kubah panas bertekanan tinggi yang memerangkap panas di satu wilayah.
Prancis pun merasakan dampaknya, yakni pada bulan Mei 2026, suhu di negara itu mencapai 36°C. Bahkan, menurut badan meteorologi Prancis, suhu di beberapa wilayah Prancis dilaporkan menembus lebih dari 40°C.
Sejarah mencatat, fenomena serupa pernah terjadi pada tahun 1995 di Midwest Amerika Serikat, yang merenggut nyawa sekitar 600 orang akibat sengatan panas yang tak terelakkan.
Baca Juga: 8 Makanan untuk Menurunkan Suhu Tubuh yang Panas Tiba-tiba
Kini, giliran Eropa yang kepanasan. Bukan hanya Prancis, beberapa negara di benua biru juga ikut merasakan sengatan kubah panas ini.
Apa itu heat dome?
Dikutip dari climatecheck.com, heat dome merupakan kondisi panas ekstrem yang tertahan di suatu wilayah dalam beberapa hari, bahkan hingga berminggu-minggu yang sangat berbahaya.
Fenomena ini dikenal dengan kubah panas atau heat dome atau gelombang panas. Di mana sistem atmosfer bertekanan tinggi yang menyebabkan udara hangat terdorong ke permukaan dan tertahan di tempat tersebut dalam jangka waktu yang lama.
Baca Juga: Hindari 6 Makanan yang Menyebabkan Dehidrasi Ini saat Cuaca Panas Ekstrem
Kubah itulah yang memerangkap udara dengan tekanan tinggi di satu tempat yang diibaratkan seperti tutup panci. Udara panas ini yang menyebabkan suhu sangat panas, kekeringan, hingga kebakaran hutan besar.
Kubah panas hadir setelah melalui serangkaian proses. Saat area yang bertekanan tinggi terbentuk aliran jet, udara turun menuju permukaan dan terkompresi ke tanah, lalu membentuk kubah panas atau heat dome.
Udara panas yang terperangkap di bawah sistem yang bertekanan tinggi, akan semakin panas karena tidak bisa keluar dari kubah tersebut.
Baca Juga: 4 Aroma Parfum yang Tidak Cocok untuk Cuaca Panas, Bikin Pusing dan Gerah
Suhu panas ekstrem di Prancis
Dikutip dari www.france24.com, lonjakan suhu di Prancis terjadi pada bulan Mei, di mana suhunya telah mencapai 36°C di barat daya negara tersebut. Lalu, di malam hari suhunya berada di atas 20°C.
Begitu juga dengan beberapa negara Eropa lainnya yang mengalami kondisi sama. Seperti di Inggris dengan suhu mencapai 35°C bertempat di Kew Gardens and Heathrow London. Kemudian, di Spanyol diperkirakan suhunya mencapai 38°C.
Akibat suhu panas ekstrem, menurut Badan Kesehatan Masyarakat Prancis sejak 24 Juni ada sekitar 1.000 kematian tambahan.
Sebanyak 85% kasus kematian yang terjadi, sebagian besar mereka adalah yang berusia 65 tahun ke atas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News