M O M S M O N E Y I D
Keluarga

4 Aroma Parfum yang Tidak Cocok untuk Cuaca Panas, Bikin Pusing dan Gerah

4 Aroma Parfum yang Tidak Cocok untuk Cuaca Panas, Bikin Pusing dan Gerah
Reporter: Ana Risma  |  Editor: Ana Risma


MOMSMONEY.ID - Ada 4 aroma parfum yang tidak cocok untuk cuaca panas dan wajib Anda hindari, lo. Cek daftarnya di sini.

Memakai parfum di musim kemarau atau saat suhu udara sedang meningkat adalah cara terbaik untuk menjaga tubuh tetap segar dan percaya diri.

Namun, tahukah Anda bahwa cuaca panas dapat mengubah bagaimana sebuah aroma parfum menyebar dan bertahan di kulit?

Suhu tubuh yang tinggi dan keringat yang keluar akan mempercepat penguapan molekul parfum, sehingga membuat aroma tertentu menjadi berkali-kali lipat lebih tajam dan menyengat.

Baca Juga: Rahasia Black Sapote: 8 Manfaat Kesehatan Tak Terduga Buah Puding Cokelat

Aroma parfum yang terlalu berat dan manis akan menjadi sangat pekat saat terkena hawa panas, yang justru berisiko memicu pusing bagi pemakai maupun orang di sekitarnya. Oleh karena itu, kurasi aroma yang tepat sangat penting untuk menjaga kenyamanan penciuman di bawah terik matahari.

Wajib Anda hindari, berikut 4 aroma parfum yang tidak cocok untuk cuaca panas sebagaimana dilansir dari Vogue dan Fragrantica.

1. Vanilla

Aroma vanilla memang sangat digemari karena memberikan kesan hangat, manis, dan nyaman layaknya kue yang baru matang. Namun, kehangatan inilah yang membuatnya menjadi musuh utama di cuaca panas.

Molekul aroma manis (gourmand) ini cenderung berat dan pekat. Ketika bercampur dengan keringat dan suhu tubuh yang meningkat, aroma vanilla yang lembut bisa berubah menjadi sangat legit, pusing, dan memberikan sensasi gerah atau memualkan.

Aroma vanilla tidak memiliki elemen kesegaran yang dibutuhkan untuk mengimbangi hawa panas. Sebaiknya, simpan parfum vanilla Anda untuk acara malam hari atau musim yang lebih dingin.

2. Oud

Oud atau kayu gaharu terkenal dengan karakternya yang mewah, eksotis, tebal, dan bernuansa mistis. Di lingkungan yang dingin, parfum aroma oud akan tercium sangat berkelas dan elegan.

Namun, ketika digunakan di bawah terik matahari, sifat aromanya yang kaya, kering, dan smoky akan menguap dengan sangat agresif. Intensitas oud yang kuat akan mendominasi udara di sekitar Anda secara berlebihan, menciptakan kesan aroma yang terlalu berat dan pengap.

Untuk cuaca panas, aroma kayu yang lebih ringan seperti cedarwood atau sandalwood jauh lebih aman dibanding oud yang pekat.

Baca Juga: 5 Makanan Terbaik untuk Kulit Kering, Rahasia Kulit Lembab Bebas Dehidrasi

3. Spicy Oriental

Parfum dengan kandungan rempah kapulaga, cengkeh, kayu manis, atau lada hitam biasanya masuk dalam kategori spicy oriental. Aroma jenis ini dirancang untuk memberikan efek menghangatkan.

Jika Anda memakainya saat cuaca sedang panas-panasnya, efek hangat dari aroma spicy oriental justru akan menciptakan ilusi penciuman yang membuat Anda merasa semakin gerah.

Selain itu, perpaduan antara aroma rempah yang tajam dengan minyak alami tubuh saat berkeringat bisa menghasilkan aroma tubuh yang kurang sedap dan terlalu menusuk hidung.

4. Amber

Amber adalah scent note yang sering digunakan sebagai fondasi parfum untuk memberikan efek tahan lama, hangat, dan manis yang sensual.

Sifat dasar amber adalah menangkap dan menahan aroma agar tidak mudah menguap. Di cuaca panas, lapisan amber yang tebal di kulit akan terasa seperti selimut aroma yang mengunci hawa panas tubuh.

Alih-alih memberikan kesegaran, parfum dengan dominasi amber yang kuat justru akan tercium seperti aroma yang mengendap dan berat. Sehingga, menghilangkan kesan bersih setelah Anda mandi.

Itulah 4 aroma parfum yang tidak cocok untuk cuaca panas. Saat cuaca sedang panas, alihkan pilihan Anda ke parfum dengan aroma citrus (jeruk, lemon, bergamot), aquatic (aroma segar air laut), atau green notes (aroma daun segar dan teh hijau).

Jenis aroma ini memiliki molekul yang ringan dan menguap dengan memberikan efek bauran udara yang sejuk, bersih, dan menyegarkan di kulit meskipun Anda sedang berkeringat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Hasil Korea Open 2026: 4 Wakil Indonesia Melaju ke 16 Besar, Dhinda Gebuk Unggulan

Hasil Korea Open 2026 babak 32 besar hari kedua, Rabu (3/11), empat wakil Indonesia termasuk tunggal putra Alwi Farhan melaju 16 besar.

Sun Life Bikin Platform Digital untuk Bantu Generasi Sandwich Atur Keuangan

Laporan Sandwich Generation Special Report 2026 dari Sun Life mencatat, 82% perempuan generasi sandwich mengaku tanggung jawab rumah tangga.

Promo Alfamart Carnaval Ice Cream 1-15 November 2026, Cornetto Matcha Beli 2 Hemat!

Cek promo es krim Alfamart Carnaval Ice Cream periode 1-15 November 2026 untuk borong es krim favorit.

Kesehatan Mata, Kenali Fungsi Penglihatan Selain Melihat Objek

JEC Eye Hospitals and Clinics mengedukasi pentingnya fungsi penglihatan dalam mendukung aktivitas sehari-hari hingga performa olahraga.

Bukan Sekadar Mengencangkan Kulit, Ini Pentingnya Menjaga Kualitas Kolagen

​Julaine of Sweden menjadi salah satu inovasi perawatan regeneratif berbasis stimulasi kolagen yang mengedepankan kualitas kulit jangka panjang.

7 Promo Rabu 4 November 2026: Ada Beli 1 Gratis 1 Subway hingga HokBen Cashback 50%

Manfaatkan deretan promo Rabu 4 November 2026 dari berbagai kuliner favorit seperti Subway, A&W hingga HokBen. Cek daftar penawaran hematnya!

Rumah Idealnya Bukan Hanya Menjadi Tempat Berteduh tapi Juga Memberi Hal Ini

Rumah idealnya bukan hanya menjadi tempat berteduh, tetapi juga memberikan perlindungan dan mendukung kualitas hidup penghuninya.

Promo HokBen Rabu Hemat, Nikmati Cashback hingga 50% Pakai BRI & OCBC di November Ini

Manfaatkan promo HokBen khusus Rabu selama November untuk dapatkan cashback hingga 50% pakai  BRI dan OCBC. Yuk, serbu sebelum kuotanya habis!

Seberapa Siap Digitalisasi Pendidikan di Indonesia? Ini Temuan Studi Enuma

Hasil studi Enuma memetakan kesiapan sembilan daerah di Indonesia dalam mengadopsi pembelajaran digital.

Diabetes Tak Lagi Identik dengan Lansia, Generasi Muda Perlu Waspada

Diabetes mengintai generasi muda, kenali pentingnya deteksi dini sejak sekarang.