MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global lanjut turun di bawah US$ 4.300 per troi ons. Logam mulia tertekan karena gangguan terhadap aliran minyak dari Timur Tengah memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga paling cepat minggu ini.
Mengutip Bloomberg, Selasa (15/9), harga emas spot diperdagangkan turun 0,69% menjadi US$ 4.269,77 per troi ons pada pukul 15.03 WIB. Penurunan harga emas berlanjut setelah kemarin terpangkas lebih dari 1% ke posisi terendah dalam lima minggu.
Kenaikan harga energi yang berisiko memicu inflasi tinggi, menambah tekanan pada The Fed untuk menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam tiga tahun. Para pedagang sekarang memperkirakan probabilitas sebesar 92% untuk kenaikkan suku bunga.
Para pejabat bank sentral akan bertemu untuk menentukan suku bunga dalam beberapa hari mendatang. Suku bunga yang lebih tinggi biasanya berdampak negatif bagi emas, yang tidak memberikan bunga.
Baca Juga: Harga Emas Dunia Tumbang ke Bawah US$ 4.300, The Fed jadi Sorotan
Harga minyak naik setelah Arab Saudi menutup jalur pipa Timur-Barat akibat serangan pekan lalu. Penutupan jalur itu membahayakan jutaan barel minyak per hari yang sebelumnya dikirimkan melalui jalur tersebut untuk menghindari kekacauan di Selat Hormuz.
Kerajaan Arab Saudi belum menyatakan berapa lama gangguan itu akan berlangsung dan seberapa cepat mereka dapat meningkatkan pengiriman melalui Selat Hormuz untuk mengimbangi penutupan tersebut.
Di sisi lain, imbal hasil obligasi US Treasury 10 tahun naik ke level tertinggi dalam hampri dua deakde, karena kekhawatiran atas inflasi dan meningkatnya kebutuhan pinjaman pemerintah dan perusahaan. Ini merupakan hambatan lainnya bagi emas batangan.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini (15/9) Turun Rp 10.000, Buyback Terpangkas Rp 15.000
Gerald San, Kepala bagian investasi di Reed Capital Partners Pte. Ltd., mengatakan, emas kemungkinan akan menghadapi hambatan menjelang dan segera setelah pertemuan The Fed.
"Harga emas kemungkinan akan tertekan oleh imbal hasil yang lebih tinggi dan ekspektasi pasar yang semakin agresif bahwa Kevin Warsh mungkin akan memulai siklus kenaikan suku bunga, setidaknya yang singkat, untuk meredam kenaikan harga," kata San mengutip Bloomberg, hari ini (15/9).
Logam mulia turun lebih dari 3% pada September ini, setelah diperdagangkan di atas US$ 4.700 per troi ons pada akhir Agustus. Terlepas dari tantangan jangka pendek, banyak investor masih bertaruh bahwa harga emas batangan akan terus naik, karena kembali menemukan nilai tradisionalnya sebagai lindung nilai portofolio.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News