MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global tergelincir mendekati US$ 4.000, karena ketegangan baru antara AS dan Iran kembali memicu kekhawatiran inflasi.
Mengutip Bloomberg, Senin (29/6), harga emas spot diperdagangkan turun 0,63% menjadi US$ 4.063 per troi ons pada pukul 15.10 WIB.
Harga emas hari ini turun, setelah naik lebih dari 2% dalam dua sesi sebelumnya. AS dan Iran saling melancarkan serangan di Teluk Persia, yang memperketat gencatan senjata.
Sebuah kapal tanker yang membawa minyak mentah Qatar dihantam selama serangan balasan pada akhir pekan, yang menghambat pengiriman melalui Selat Hormuz. Akibatnya harga minyak mentah naik di awal perdagangan pada Senin.
Sejak saat itu, harga minyak telah memangkas kenaikan, setelah AS dan Iran sepakat untuk menghentikan saling menyerang, sebelum perundingan perdamaian dilanjutkan minggu ini.
Baca Juga: Harga Buyback Emas Hari Ini 29 Juni 2026: Mayoritas Merek Turun, Galeri 24 Termahal
Justin Lin, analis di Global X ETFs Australia, mengatakan, harga emas yang bertahan di atas US$ 4.000, meskipun ada tanda-tanda ketegangan baru di selat tersebut, menunjukkan bahwa pembeli yang memanfaatkan penurunan harga telah kembali dan bersedia mempertahankan level ini.
"Saya memperkirakan emas akan semakin tahan terhadap volatilitas Timur Tengah, terutama sekarang setelah sepenuhnya menghapus kenaikan sepanjang tahun ini dan investor yang mencari keuntungan cepat kemungkinan besar telah beralih ke aset lain," prediksinya mengutip Bloomberg, hari ini.
Perkembangan terbaru di Timur Tengah terjadi setelah data inflasi AS pekan lalu yang meskipun tinggi, masih dalam perkiraan analis.
Harga emas turun sekitar 23% sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada akhir Februari. Pasalnya, harga energi yang lebih tinggi memicu kenaikan harga konsumen dan meningkatkan ekspektasi bahwa bank sentral akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama. Ini merupakan hal negatif bagi logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News