MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global ambles ke bawah US$ 4.100, karena risiko inflasi membayangi optimisme seputar negosiasi pembicaraan AS-Iran.
Mengutip Bloomberg, Selasa (23/6), harga emas spot diperdagangkan di US$ 4.094,60 per troi ons pada pukul 15.10 WIB, ambles 2,27% dibandingkan penutupan sesi sebelumnya.
Penurunan harga emas hari ini menghapus kenaikan tipis pada sesi sebelumnya. Kenaikan indeks harga konsumen di AS, yang dipicu oleh konflik selama hampir empat bulan di Timur Tengah telah menignkatkan kemungkinan bank sentral akan menaikkan suku bunga. Ini hambatan bagi logam mulia, yang tidak memberikan bunga.
Presiden Federal Reserve Chichago Austan Goolsbee mengatakan pada Senin, bahwa ia khwatir mengenai nflasi dan mempertanyakan apakah semua faktor yang mendorong harga lebih tinggi bersifat sementara. "Kita telah berurusan dengan masalah inflasi yang jauh di atas target dan telah bergerak ke arah yang salah," katanya dalam wawancara di proragm radio Marketplace American Public Media, yang dikutip Bloomberg, Selasa.
Baca Juga: Harga Emas Global Memantul Naik di tengah Kemajuan Negosiasi AS-Iran di Swiss
Selain itu, nada agresif yang diadopsi oleh Ketua Fed yang baru, Kevin Warsh, telah mengguncang investor dan mengimbangi dampak positif dari kesepakatan damai sementara AS-Iran yang ditekan pekan lalu. Dollar AS telah menguat lebih dari 1% sejak pertemuan terakhir bank sentral, yang semakin menekan harga emas batangan, yang dihargai dalam mata uang AS.
Menurut Michael Hsueh, Analis Deutsche Bank AG, penyesuaian suku bunga oleh The Fed, bersama dengan data makro AS yang tangguh, telah memainkan peran utama dalam mendorong harga emas turun. Bank tersebut memangkas perkiraan harga menjadi US$ 4.300 per troi ons untuk kuartal ketiga, turun lebih dari seperlima dari perkiraan sebelumnya, dan menjadi US$ 4.800 untuk tiga bulan terakhir di 2026.
Pandangan Deutschew Bank yang kurang optimis mencerminkan langkah Goldman Sachs Group Inc. pada pekan lalu, yang memangkas perkiraan akhir tahun sebesar US$ 5.000 menjadi US$ 4.900 per troi ons. Sebab, mereka memperkirakan tidak akan ada pemotongan suku bunga oleh bank sentral AS tahun ini.
Harga emas telah turun lebih dari seperlima sejak perang dimulai pada akhir Februari. Para pedagang akan memantau indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi AS, yang akan dirilis pada Kamis, yang diperkirakan akan meningkat.
"Saya cenderung memperkirakan harga emas akan bertahan di kisaran US$ 4.000 hingga US$ 4.300 sampai data lebih lanjut muncul untuk membentuk kembali prospek moneter, atau mengonfirmasi kecenderungan hawkish," kata Ahmad Assiri, Analis di Pepperstone Group Ltd, mengutip Bloomberg, hari ini.
Baca Juga: Harga Buyback Emas Hari Ini 23 Juni 2026: Antam Naik Rp 7.000, Galeri 24 Termahal
Yang memberikan sedikit dukungan pada harga emas yaitu ada tanda-tanda awal kemajuan dalam negosiasi damai AS-Iran pada Senin, ketika Wapres AS JD Vance mengatakan pembicaraan dengan Teheran sedang berjalan lancar. Para pejabat Iran juga menyebut adanya kemajuan, meskipun masih banyak kendala yang tersisa.
Sementara, Rhona O'Connell, Kepala Analis Pasar untuk EMEA dan Asia di Stones Group Inc., memperkirakan harga emas dan perak tetap berada di bawah pengaruh faktor eksternal dan masih enggan untuk bergerak ke arah mana pun. "Posisi teknikal tidak bagus untuk kedua logam tersebut, meskipun beberapa arus menunjukkan peningkatan," ujarnya, mengutip Bloomberg, Selasa (23/6).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News