MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global memantul naik, karena prospek kesepakatan Iran dengan AS, meredakan kekhawatiran inflasi.
Mengutip Bloomberg, Senin (25/5), harga emas spot naik 1,39% menjadi US$ 4.572,21 per troi ons pada pukul 18.15 WIB, menghapus penurunan pada pekan lalu.
Negosiasi mengenai rumusan kesepakatan yang tepat masih berlangsung dan mungkin membutuhkan beberapa hari bagi kedua pihak untuk mendapatkan persetujuan akhir, kata pejabat AS pada minggu, sebagaimana dilansir Bloomberg, Senin. Presiden AS Donald Trump mengatakan di media sosial bahwa dia tidak akan terburu-buru mencapai kesepakatan.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan mungkin akan ada kabar baik terkait Selat Hormuz dalam beberapa jam mendatang seiring Tehrean dan Washington terus melanjutkan negosiasi perdamaian.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Senin (25/5) Melonjak Rp 30.000 Jadi Rp 2.803.000
Justin Lin, Analis di Global X ETFs, mengatakan, reaksi emas terhadap berita utama tersebut masih relatif tenang. "Pasar sudah beberapa kali menyaksikan pengumuman dari Trump yang tidak menghasilkan apa-apa, dan harus melihat bukti kerja sama yang lebih konkret dari Iran, sebelum mengonfirmasi pergerakan naik," ujarnya mengutip Bloomberg, hari ini.
Harga emas masih turun sekitar 13% sejak konflik dimulai pada akhir Februari. Para pedagang telah meningkatkan taruhan kenaikan suku bunga, karena perang Iran menyebabkan harga energi melonjak. Pasar bertaruh bahwa Federal Reserve hampir pasti akan mulai menaikkan suku bunga pada Desember. Suku bunga yang lebih tinggi akan membebani emas, yang tidak menghasilkan bunga.
Sebagai Ketua Fed yang baru, Kevin Warsh mengambil alih kendali. Para investor akan mencari petunjuk tentang pandangannya terhadap perekonomian.
Menurut Christopher Wong, Ahli strategi di Oversea-Chinese Banking Corp., mungkin ada keengganan untuk mengejar kenaikan harga emas mengingat detail penting seputar program nuklir Iran masih belum terungkap. "Pasar di AS, Inggris, Hong Kong dan Korea Selatan juga tutup karena hari libur pada Senin, yang mengakibatkan likuiditas liburan yang lebih tipis," imbuhnya, mengutip Bloomberg, hari ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News