MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global memantul naik alias rebound seiring dengan upaya diplomasi AS-Iran, yang meredakan risiko inflasi.
Mengutip Bloomberg, Kamis (16/4), harga emas spot diperdagangkan naik 0,75% menjadi US$ 4.827,74 per troi ons pada pukul 14.18 WIB. Harga emas hari ini naik, menghapus penurunan pada sesi sebelumnya.
AS dan Iran sedang mempertimbangkan perpanjangan gencatan senjata selama dua minggu untuk memberikan lebih banyak waktu menegosiasikan pengakhiran konflik, yang telah mengganggu pasar global. Namun, pergerakan kapal melalui Selat Hormuz tetap terhambat, dengan AS memblokade kapal-kapal Iran, sementara Teheran menutup jalur perairan tersebut untuk sebagian besar lalu lintas lainnya.
Kedua belah pihak memiliki persyaratan prinsip untuk mengejar diplomasi setelah pembicaraan yang tidak menghasilkan kesimpulan di Pakistan pada akhir pekan, menurut laporan Associated Press. Presiden AS Donald Trump mengecilkan potensi pertempuran yang kembali terjadi pada Selasa, dengan mengatakan kepada Fox Business bahwa perang yang berlangsung hampir tujuh minggu itu hampir berakhir.
Baca Juga: Harga Emas Berfluktuasi di tengah Rencana Negosiasi AS-Iran
Harga minyak Brent stabil mendekati US$ 95 per barel pada Kamis, sementara saham global mencapai rekor, dan indeks dollar AS sedikit melandai. Harga minyak mentah yang lebih rendah dalam beberapa hari terakhir telah meredakan kekhawatiran tentang inflasi, yang memicu bank sentral lebih cenderung mempertahankan suku bunga tetap stabil untuk waktu yang lebih lama.
Artem Volynets, Ketua dan CEO ACG Metals Ltd., mengatakan, harga emas akan tetap stabil di tengah volatilitas pasar selama Presiden Trump masih menjabat di Gedung Putih. "Peristiwa geopolitik baru-baru ini dapat mendorong pembelian oleh bank sentral karena mereka beralihr dari dollar AS," katanya, mengutip Bloomberg.
Pasar swap bertaruh bahwa Federal Reserves AS akan mempertahankan suku bunga tetap stabil pada tahun ini. Pandangan yang didukung oleh komentar dari Presiden Fed Bank of St.Louis Alberto Musalem dan Presiden Fed Bank of Cleveland Beth Hammack. Suku bunga yang lebih tinggi menjadi hambatan bagi emas, yang tidak memberikan imbal hasil.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Kamis (16/4) Turun Rp 5.000, Tren Naik Terhenti
Menurut Suki Cooper, Kepala riset komoditas global di Standard Chartered Plc., mengingat gencatan senjata yang rapuh dan peralihan fokus ke hasil riil, emas belum sepenuhnya aman. "Dengan risiko yang saling bertentangan antara inflasi dan pertumbuhan yang lebih lambat, respons kebijakan akan menjadi kunci. Sebagaimana emas bergeser dengan bergerak seiring dengan aset berisiko," katanya sebagaimana dilansir Bloomberg, hari ini.
Harga emas telah turun sekitar 8% sejak awal perang. Krisis likuiditas pada minggu-minggu awal pertempuran menyebabkan investor melepas kepemilikan mereka demi menutupi kerugian pada aset lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News