MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global naik, melanjutkan penguatan selama dua minggu terakhir. Data penjualan ritel AS yang lebih lemah menekan dollar AS, sehingga menjadikan emas lebih murah bagi sebagian besar pembeli.
Mengutip Bloomberg, Senin (17/8), harga emas spot diperdagangkan naik 0,70% dibandingkan akhir pekan lalu menjadi US$ 4.407,51 per troi ons pada pukul 14.50 WIB.
Harga emas hari ini memantul kembali ke atas US$ 4.400 di tengah data terbaru AS menunjukkan penurunan pada sektor sentimen konsumen dan penjualan ritel. Data itu membantu meredakan kekhawatiran akan kenaikan suku bunga dalam waktu dekat, yang biasanya menjadi hambatan bagi emas yang tidak memberikan bunga.
Indeks dollar AS turun 0,2% pada Senin, menyebabkan emas batangan yang dihargai dalam mata uang tersebut menjadi lebih murah. Kurva imbal hasil, yang mengacu pada selisih antara imbal hasi, US Treasury jangka panjang dan jangka pendek, semakin curam.
'"Pasar tidak percaya bahwa The Fed benar-benar bersikap hawkish dalam jangka pendek," kata Justin Lin, analis di Global X ETFs, mengutip Bloomberg, hari ini.
Baca Juga: Ranking Harga Buyback Emas Hari Ini, Antam Masih Paling Tinggi
Para analis pasar uang memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan Fed bulan September kurang dari sepertiga, turun lebih dari 70% pada awal bulan.
Meskipun demikian, volatilitas terus menyelimuti prospek pasokan energi global, menunjukkan bahwa risiko pengetatan moneter belum hilang. Lebih banyak kapal diserang di Selat Hormuz akhir pekan lalu, sementara AS mengatakan sedang bersiap memberlakukan langkah-langkah baru yang ditujukan untuk melumpuhkan ekonomi Iran.
Beberapa kapal yang keluar dari selat dengan transponder satelit dimatikan telah membantu menjaga harga energi global tetap terkendali. Iran dan Oman juga tampak semakin dekat untuk mencapai kesepakatan mengenai bagaimana jalur perairan penting itu harus dikelola.
Pemulihan harga emas di atas ambang batas kunci US$ 4.000 per troi ons didorong oleh peningkatan minat investor dan pembelian bank sentral, terutama dari China. Kenaikan 1% pekan lalu, membawa logam mulia melampaui rata-rata pergerakan 100 hari untuk pertama kalinya sejak April, dan terus berfluktuasi di dekat level tersebut.
Baca Juga: Selisih Harga Jual-Buyback Emas Menipis, Cek Spread Paling Kecil
Menurut Lin, emas batangan perlu tembus signifikan di atas US$ 4.400 untuk mengonfirmasi bahwa momentum positifnya masih memiliki ruang untuk berlanjut.
"Kenaikan harga baru-baru ini, meskipun sebagian besar didorong oleh faktor teknikal, juga telah memperhitungkan sebagian besar katalis positif dari minggu lalu, jadi kita mungkin melihat emas diperdagangkan relatif datar hingga katalis yang jelas berikutnya," imbuhnya.
Sementara, risalah rapat kebijakan The Fed bulan Juli akan dirilis pada Rabu, yang diharapkan memberikan kejelasan mengenai pertimbangan suku bunga AS.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News