M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

Rupiah Keok, Alarm Pasar Menguji Kredibilitas Kebijakan Fiskal dan Moneter

Rupiah Keok, Alarm Pasar Menguji Kredibilitas Kebijakan Fiskal dan Moneter
Reporter: Muhammad Fatih  |  Editor: Muhammad Al Fatih


MOMSMONEY.ID - Rupiah mencatat rekor terlemah sepanjang masa, tembus ke atas Rp 17.400 per dollar AS, baru-baru ini. Apakah ini pelemahan kurs biasa atau alarm bahaya?

Di pasar spot, rupiah pada Selasa (5/5) mencapai level Rp 17.424 per dollar AS. Begitu pula di Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) di Bank Indonesia (BI) rupiah mencapai Rp 17.425 per dollar.

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef), M. Rizal Taufikurahman, menilai pelemahan ini bukan sekadar fenomena nilai tukar biasa, melainkan sinyal bahwa pasar sedang menguji kredibilitas bauran kebijakan fiskal dan moneter Indonesia.

"Jadi, pelemahan rupiah saat ini harus dibaca sebagai alarm bahwa pasar sedang menguji kredibilitas bauran kebijakan fiskal-moneter Indonesia," ujarnya kepada KONTAN, Selasa (5/5).

Baca Juga: Pasca-Trump Tolak Proposal Iran, Harga Emas Hari Ini Tumbang di bawah US$ 4.700

Rizal menyoroti bahwa tekanan terhadap rupiah terjadi justru saat indeks dollar (DXY) melandai dari posisi akhir tahun lalu di 100,51 menjadi kisaran 98, yang berarti pelemahan rupiah bersumber dari dalam negeri. 

Pasar sedang memberi premi risiko tambahan terhadap Indonesia. Faktor utamanya berasal dari kombinasi tekanan domestik: defisit fiskal yang melebar, kebutuhan pembiayaan APBN yang meningkat, harga minyak tinggi, beban subsidi energi, serta menurunnya kepercayaan investor terhadap stabilitas rupiah dan pasar SBN.

Tekanan semakin kompleks, karena terjadi aksi jual bersih atau net sell asing di pasar saham. Sehingga, kata Rizal, aliran dana masuk atau infllow asing di pasar obligasi domestik pada April pun gagal menyokong rupiah.

Menurut Rizal, sebagian inflow bersifat jangka pendek, sementara kebutuhan valuta asing untuk impor energi, pembayaran utang luar negeri, repatriasi dividen, dan hedging korporasi tetap besar secara struktural.

Peluang menguat?

Dalam skenario dasar, Rizal memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp 17.000–Rp 17.500 per dolar AS hingga akhir tahun.

"Namun, jika tekanan fiskal membesar, yield SBN naik, dan aliran modal asing keluar lebih deras, rupiah bisa menembus Rp 17.500," tegasnya.

Baca Juga: Strategi Liburan 2026: Hemat Jutaan Rupiah dengan 5 Trik Cerdas Ini!

Dalam skenario terburuk, stress scenario, Rizal memperingatkan rupiah berpotensi mendekati Rp 18.000 per dollar AS.  "Ini bisa terjadi jika tiga tekanan terjadi bersamaan: harga minyak tetap tinggi, defisit APBN melebar, dan investor asing keluar dari saham maupun SBN," katanya.

Meksi begitu, Rizal tidak menampik bahwa tidak tertutup bagi kurs rupiah pulih setidaknya ke kisaran Rp 16.500 per dollar AS. Namun, tidak bisa hanya mengandalkan intervensi BI. 

Syaratnya, defisit fiskal harus lebih terkendali, harga minyak mulai turun, cadangan devisa menguat, dan arus modal asing kembali masuk secara konsisten. 

Rizal juga mengingatkan bahwa evaluasi sovereign rating oleh S&P pada Mei ini menjadi momen krusial. Pasalnya, jika pasar membaca risiko fiskal meningkat, capital outflow tidak lagi hanya dipicu faktor eksternal, tetapi juga kekhawatiran terhadap fundamental domestik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Ada Ji Chang Wook di Kampanye Prenagen, Ajak Perempuan Jangan Khawatir

Lewat pesan Jangan Cuma Worry, Ji Chang Wook ajak perempuan menghadapi berbagai kekhawatiran tanpa harus mengikuti timeline orang lain.

Hasil Bulu Tangkis Asian Games 2026: Kalah dari China, Tim Putri RI Raih Perunggu

Hasil Bulu Tangkis Asian Games 2026 babak semifinal, Tim Putri Indonesia harus puas dengan raihan medali perunggu usai kalah dari China.

Promo Ichiban Sushi Spesial Ramen Hemat Serba Rp 25 Ribu Terbatas 3 Hari Saja

Mau makan ramen enak dan kenyang tanpa bikin kantong bolong? Serbu promo Ichiban Sushi serba Rp 25.000 untuk varian dry ramen hingga hotplate.

Harga Emas Antam Hari Ini (23/9) Naik Rp 3.000, Jadi Rp 2.630.000 per Gram

Harga emas Antam dan buyback sama-sama naik Rp 3.000 pada perdagangan hari ini Rabu (23/9). Cek harga besaran lainnya.

IHSG Ada Peluang Rebound, Simak Rekomendasi Saham dari BNI Sekuritas Rabu (23/9)

IHSG diproyeksi rebound pada perdagangan Rabu (23/9/2026).​ Simak rekomendasi saham dari BNI Sekuritas untuk hari ini.

IHSG Masih Rawan Terkoreksi, Cek Rekomendasi Saham dari MNC Sekuritas (23/9)

IHSG masih rawan melanjutkan koreksi pada perdagangan Rabu (23/9/2026).​ Simak rekomendasi saham dari MNC Sekuritas untuk hari ini.

Promo Yoshinoya Spesial BRI September 2026, Makan Enak Cashback hingga Rp 70.000

Pengguna BRI bisa makan hemat di Yoshinoya sampai 30 September 2026. Dapatkan cashback hingga Rp 70.000 menggunakan QRIS BRImo.

Pengguna iPhone Wajib Cadangkan iCloud Sebelum Pindah ke iOS 27.2

Isu baterai boros dan panas berlebih belum sepenuhnya teratasi. Cek fakta pengujian performa terbaru iOS 27.2 di sini.

Harga Emas di Pegadaian Hari Ini Kompak Turun Rp 2.000, Cek Harga Galeri24 dan UBS

Harga emas Pegadaian hari ini turun tipis. Galeri24 menjadi Rp 2.576.000 dan UBS Rp 2.601.000 per gram.

Ramalan Shio Hari Ini Rabu 23 September 2026, Sempurnakan Rencanamu

Simak ramalan shio hari ini Rabu 23 September 2026 untuk 12 shio. Cek gambaran karier, keuangan, asmara, dan kesehatan yang lengkap di sini.