M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

Dua Hari Turun, Ini Support IHSG dan Rekomendasi Saham dari Mirae Asset (1/8)

Reporter: Sanny Cicilia  |  Editor: Sanny Cicilia


MOMSMONEY.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih tertekan pada perdagangan akhir pekan ini, Jumat, 1 Agustus 2025. Berikut proyeksi IHSG dan rekomendasi saham hari ini dari Mirae Asset Sekuritas. 

IHSG Kamis (31/7) ditutup turun 0,87% ke 7.484,33. Penurunan indeks disertai net sell asing Rp 1,51 triliun. Ini adalah penurunan IHSG hari kedua, dengan kinerja satu pekan terakhir 9,02%. 

Senior Investment Information dan Ekonom Mirae Asset Sekuritas M. Nafan Aji Gusta mengatakan dalam riset paginya, secara teknikal, pergerakan IHSG masih diproyeksikan mixed to lower karena Stochastics K_D dan RSI masih menunjukkan sinyal negatif.

Dari eksternal, 1 Agustus 2025 adalah dimulainya pemberlakuan tarif resiprokal AS. Hal ini, menurut dia, tentunya memberikan dampak pada volatilitas di market. Di sisi lain, penantian aktivitas manufaktur maupun laporan keuangan Semester I-2025 mancanegara, serta rilis data nonfarm payrolls AS turut dinantikan pelaku pasar.

Dari domestik, adapun membaiknya aktivitas manufaktur stabilitas inflasi, serta surplus neraca perdagangan, bahkan perilisan laporan keuangan Semester I-2025 akan mewarnai sentimen pergerakan IHSG. 

Support IHSG di level 7.421 & 7.358. Sedangkan resistance di level 7.500 & 7.585.

Rekomendasi saham

Mirae Asset Sekuritas pagi ini memilih tiga saham yang bisa dipertimbangkan investor dan trader. Namun, rekomendasi saham teknikal ini bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu, ya. Sesuaikan keputusan investasi Anda dengan profil risiko masing-masing. 

1. AKRA – Escalating potential
ACTION: ADD (MARGINABLE STOCK); especially with entry level area at 1325 – 1350.
TP1: 1380 (+2.99%)
TP2: 1410 (+5.22%)
TP3: 1900 (+42.86%)
Support: 1325 & 1275

2.ISAT – Rebound
ACTION: ACCUMULATIVE BUY (MARGINABLE STOCK); especially with entry level area at 2110 – 2220.
TP1: 2280 (+3.64%)
TP2: 2310 (+5.94%)
TP3: 2990 (+35.91%)
Support: 2100 & 2000

3. NICL – Attempting to rebound
ACTION: ACCUMULATIVE BUY (MARGINABLE STOCK); especially with entry level area at 1090 – 1130.
TP1: 1145 (+2.23%)
TP2: 1180 (+5.36%)
TP3: 1375 (+22.77%)
Support: 1090 & 1035

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Kris+ Rayakan Ulang Tahun, Tebar Promo dan Reward

Pengguna Kris+ berkesempatan mendapatkan hingga delapan miles per dolar Singapura, voucher diskon 50%, serta hadiah  selama Oktober 2026.

Rupiah Bertahan di Rp 18.000 atau Tembus Rp 18.200, Ini 5 Indikator Penentu

Analis EBC Financial Group mencermati lima indikator penentu arah rupiah, mulai dari harga minyak, arus modal asing hingga intervensi BI.  

Ini Tip Pengobatan dan Pencegahan Agar Suara Yang Hilang Kembali Bergema

Suara hilang bagi pekerja yang mengandalkan pita suara tentu menjadi persoalan, berikut ini langkah pengobatan dan pencegahannya.

5 Cara Mengatasi Badan Lemas saat Diet agar Tetap Bertenaga Sepanjang Hari

Ingin diet berhasil tanpa tersiksa rasa lemas? Terapkan cara mengatasi badan lemas berikut ini agar tubuh tetap bugar dan berenergi.

Kenali Amylophagia: Ini 5 Dampak Buruk Makan Tepung Terigu Mentah untuk Kesehatan

Ketahui alasan medis mengapa makan tepung terigu dalam kondisi mentah sangat berbahaya bagi saluran pencernaan dan kesehatan secara keseluruhan.

Ada 6 Tokenized Stocks Baru dari Tokocrypto, Cek yuk

Tokenized stocks memberikan eksposur terhadap underlying asset dan bukan merupakan kepemilikan langsung atas saham atau ETF yang mendasarinya.

Rekomendasi Pilihan Obat Influenza Tipe A yang Efektif Percepat Proses Penyembuhan

Kenali berbagai rekomendasi obat influenza tipe A mulai dari antivirus hingga pereda gejala untuk bantu tubuh pulih lebih cepat.

IHSG Berbalik Naik ke 6.036 pada Jumat (2/10), Cek Saham Top Gainers

IHSG pada Jumat ditutup menguat meskipun asing mencatat jual bersih alias net sell Rp 1,17 triliun. 

Update Harga Buyback Emas Hari Ini: UBS Naik, Antam Masih Tertinggi Rp 2.38 Juta

Emas UBS mencatat kenaikan harga buyback paling besar hari ini, sementara Antam turun, tetapi masih yang tertinggi.

Bank Indonesia Kurangi Intervensi Spot, Efektif Menjaga Rupiah?

Bank Indonesia menggeser strategi intervensi di pasar untuk menjaga nilai tukar rupiah terhadap dollar, sekaligus menghemat cadangan devisa.