MOMSMONEY.ID - Menstruasi merupakan siklus bulanan yang kini dapat dikelola dengan berbagai pilihan produk modern, salah satunya adalah menstrual cup. Ini Kelebihan dan kekurangan menstrual cup yang perlu Anda tahu.
Berbeda dengan pembalut konvensional, menstrual cup menawarkan cara baru yang dianggap lebih berkelanjutan dan efisien.
Menstrual cup adalah corong fleksibel yang terbuat dari silikon atau karet medis yang berfungsi untuk menampung (bukan menyerap) darah menstruasi. Penggunaan alat ini aman asalkan kebersihan dan teknik penggunaannya dilakukan dengan benar.
Baca Juga: 4 Bahaya Makan Mie Instan Terlalu Sering, Hipertensi dan Obesitas Mengintai
Namun, seperti produk kesehatan lainnya, menstrual cup memiliki kelebihan serta kekurangan tersendiri. Bersumber dari Mayo Clinic dan Cleveland Clinic, berikut adalah kelebihan dan kekurangan menstrual cup yang wajib Anda tahu.
1. Ramah lingkungan dan ekonomis dalam jangka panjang
Salah satu kelebihan utama yang membuat menstrual cup sangat populer adalah aspek keberlanjutannya.
Berbeda dengan pembalut sekali pakai yang menyumbang tumpukan sampah plastik setiap bulannya, satu buah menstrual cup dapat digunakan kembali hingga 5-10 tahun dengan perawatan yang tepat. Hal ini menjadikannya pilihan yang sangat ramah lingkungan karena secara drastis mengurangi limbah domestik.
Meskipun harga beli awalnya lebih mahal dibandingkan satu pak pembalut, namun Anda akan menghemat banyak uang karena tidak perlu membeli produk menstruasi setiap bulan selama bertahun-tahun.
2. Daya tampung lebih besar dan durasi penggunaan lebih lama
Bagi wanita dengan aliran darah menstruasi yang deras, menstrual cup menawarkan keunggulan berupa daya tampung yang jauh lebih besar dibandingkan pembalut atau tampon.
Secara rata-rata, alat ini mampu menampung cairan 2-3 kali lebih banyak daripada pembalut ultra-absorbent. Keunggulan ini memungkinkan Anda untuk beraktivitas lebih lama, yakni hingga 12 jam, sebelum mengosongkan dan membersihkannya kembali.
Anda tidak perlu sering-sering pergi ke toilet untuk mengganti pembalut. Hal ini tentu memberikan rasa aman dan kenyamanan lebih, terutama saat sedang bepergian atau tidur di malam hari.
Baca Juga: Jangan Asal Praktis, Herbalife Ingatkan Pentingnya Sarapan Bergizi Seimbang
3. Risiko iritasi rendah dan meminimalisir bau tidak sedap
Menstrual cup umumnya terbuat dari silikon kelas medis yang bersifat hipoalergenik dan bebas dari bahan kimia berbahaya seperti pemutih atau pewangi sintetis.
Kelebihannya adalah alat ini tidak menyerap kelembaban alami vagina, sehingga keseimbangan pH dan bakteri baik tetap terjaga. Pada akhirnya, penggunaan menstrual cup mampu meminimalisir risiko iritasi atau kekeringan pada area sensitif.
Selain itu, karena darah tertampung di dalam wadah yang kedap udara di dalam tubuh, maka darah tidak akan terpapar oksigen. Hal ini mencegah terjadinya oksidasi yang biasanya menimbulkan bau amis tidak sedap seperti yang sering terjadi saat menggunakan pembalut konvensional.
4. Tantangan dalam Teknik Penggunaan dan Proses Pembersihan
Di balik segala kelebihannya, kekurangan utama dari menstrual cup adalah cara pemakaiannya yang cukup menantang bagi pemula.
Teknik melipat, memasukkan, hingga memastikan corong terbuka sempurna di dalam vagina memerlukan latihan dan kesabaran agar tidak terjadi kebocoran.
Selain itu, proses melepas dan mengosongkan cup bisa terasa sedikit merepotkan atau berantakan bagi sebagian orang, terutama jika dilakukan di toilet umum yang tidak memiliki wastafel.
Anda juga diwajibkan untuk merebus alat ini dalam air mendidih setiap kali siklus menstruasi berakhir. Tujuannya adalah untuk memastikan sterilisasi yang maksimal sebelum disimpan kembali.
Demikian kelebihan dan kekurangan menstrual cup yang wajib Anda tahu. Sebelum memutuskan untuk membeli, pastikan Anda memilih ukuran yang tepat berdasarkan usia, posisi serviks, dan apakah Anda sudah pernah melahirkan secara normal atau belum.
Selalu ingat juga untuk cuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah memegang menstrual cup guna menjaga kebersihan area kewanitaan Anda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News