MOMSMONEY.ID - Di Indonesia, pengusaha kecil dan menengah sudah adaptasi dengan artificial intelligence atau AI dalam kegiatan bisnisnya. Korea pun tertarik mengembangkan teknologi ini di Indonesia.
Apalagi, mengacu data global, 72% chief executive officer (CEO) mampu menghasilkan kinerja baik didukung AI generative yang membuat bisnisnya bersaing lebih kompetitif.
Sementara 77% pemimpin bisnis di Indonesia melihat AI dan transformasi digital sebagai pertumbuhan utama sebuah bisnis.
Melihat hal ini, Asosiasi Artificial Intelligence Buatan Indonesia (AAIBI) dan Korea AI·Software Industry Association (KOSA) menjalin kerjasama untuk mengembangkan teknologi AI antarkedua negara.
AAIBI dan KOSA sebelumnya berkongsi untuk menciptakan platform kolaborasi antara Indonesia dan Korea Selatan dalam pengembangan teknologi AI, termasuk eksplorasi berbagai peluang kerja sama strategis di masa depan.
Baca Juga: Cara Belanja Masyarakat Berpotensi Berubah karena AI, Ini Kata Visa
Executive Chairman AAIBI Kim Ho mengatakan, penandatanganan memorandum of understanding (MoU) dengan Korea Selatan dilakukan untuk mengembangkan teknologi AI di Indonesia.
"Melalui kerjasama yang terjalin, Indonesia dan Korea Selatan sepakat untuk eksplorasi potensi kolaborasi di bidang AI dan software, mendorong pertukaran pengetahuan, teknologi dan peluang industri antar dua negara ke depannya, serta membangun kerangka kerjasama straregis," katanya dalam keterangan resmi Rabu (13/5).
Chairman KOSA Joh Joon Hee bilang, kerjasama ini dilakukan untuk menciptakan kolaborasi di bidang AI dan perangkat lunak antardua negara.
Sekadar informasi saja, di Indonesia saja adopsi teknologi tidak hanya digunakan perusahaan besar. Melainkan pengusaha kecil dan menengah sudah adaptasi AI dalam kegiatan bisnisnya.
Saat ini, AI bisa dibilang menjadi penghubung utama bagi orang-orang yang melakukan pencarian dan mendalami referensi yang mereka temui di dunia digital.
Sebagai langkah awal penting dalam memperkuat hubungan bilateral Indonesia–Korea Selatan di sektor teknologi, khususnya dalam pengembangan AI yang berkelanjutan dan berdaya saing global, Kim Ho dan Joh Joon Hee berharap, kerjasama kedua negara bisa membuka peluang investasi, inovasi, serta mempercepat transformasi digital di kedua negara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News