M O M S M O N E Y I D
Bugar

Di Fase Awal DBD Sulit Dibedakan dari Demam Lainnya, Kenali Tanda Bahaya Ini

Di Fase Awal DBD Sulit Dibedakan dari Demam Lainnya, Kenali Tanda Bahaya Ini
Reporter: Jane Aprilyani  |  Editor: Jane Aprilyani


MOMSMONEY.ID - Pada fase awal, DBD sulit dibedakan dari penyakit demam lainnya, kenali sejumlah tanda bahaya berikut ini.

Demam berdarah dengue atau DBD masih menjadi salah satu ancaman kesehatan yang perlu diwaspadai masyarakat Indonesia.

Meski penanganan kasus telah berkembang pesat dan tingkat kematian berhasil ditekan hingga di bawah 1%, penyakit yang disebabkan oleh virus dengue ini masih menimbulkan beban kesehatan dan ekonomi yang besar.

DBD pertama kali dilaporkan di Indonesia pada 1968 melalui kejadian luar biasa (KLB) di Jakarta dan Surabaya. Saat itu, tercatat 58 kasus dengan 24 kematian atau tingkat kematian mencapai 41,3%.

Hampir enam dekade kemudian, Indonesia telah memiliki tata laksana kasus dan berbagai strategi pengendalian dengue yang semakin baik. Namun, tingginya jumlah kasus dan kematian yang masih terjadi menunjukkan bahwa upaya melawan DBD masih perlu diperkuat.

DBD dapat menyerang siapa saja, tanpa memandang usia, tempat tinggal, maupun gaya hidup. Penyakit ini juga tidak hanya muncul saat musim hujan sehingga kewaspadaan dan langkah pencegahan perlu dilakukan sepanjang tahun.

Dampak DBD tidak hanya berkaitan dengan kondisi kesehatan pasien. Ketika salah satu anggota keluarga terkena DBD dan membutuhkan perawatan, keluarga juga dapat menghadapi biaya pengobatan, kehilangan waktu produktif, hingga beban dalam mendampingi pasien.

Studi Burden of Disease yang dikembangkan Universitas Gadjah Mada memperkirakan terdapat lebih dari 2 juta rawat inap akibat DBD di Indonesia pada 2024, dengan beban ekonomi mencapai hampir Rp 9 triliun.

Baca Juga: DBD Bukan Hanya Urusan Anak, Dokter Internist Desak Orang Dewasa Segera Vaksinasi

Angka tersebut menunjukkan besarnya dampak dengue terhadap masyarakat. Di tingkat keluarga, satu kasus DBD dapat berarti tambahan pengeluaran sekaligus berkurangnya waktu untuk bekerja atau menjalankan aktivitas sehari-hari.

Karena itu, pencegahan menjadi langkah penting agar keluarga tidak harus menghadapi dampak kesehatan maupun finansial akibat DBD.

Dokter sekaligus kreator konten, dr. Gia Pratama Putra mengatakan, DBD dapat sulit dibedakan dari penyakit demam lainnya pada fase awal. Menurutnya, kondisi pasien justru dapat memburuk dengan cepat pada fase tertentu meskipun demam mulai terlihat membaik.

“Pada fase awal, DBD dapat sulit dibedakan dari penyakit demam lainnya. Yang membuat dengue berbahaya adalah ketika keluarga merasa demamnya sudah membaik, padahal justru pada fase tertentu kondisi pasien bisa memburuk cepat,” ujar dr. Gia dalam keterangan resminya, Selasa (8/9).

Ia mengingatkan, keluarga untuk memantau kondisi pasien dan segera mencari pertolongan medis apabila muncul sejumlah tanda bahaya. Beberapa di antaranya adalah nyeri perut hebat, muntah terus-menerus, perdarahan, tubuh terasa sangat lemas, gelisah, atau penurunan kesadaran.

“Penanganan yang cepat dan tepat sangat penting untuk mencegah kondisi berkembang menjadi lebih berat,” lanjutnya.

Menurut dr. Gia, penanganan di fasilitas kesehatan memang penting. Namun, perlindungan terbaik tetap dimulai sebelum pasien mengalami kondisi berat.

“Di IGD kami bekerja menyelamatkan pasien ketika dengue sudah menjadi berat. Tetapi kemenangan terbesar sebenarnya terjadi jauh sebelum pasien sampai ke IGD,” katanya.

Baca Juga: Anak Paling Rentan DBD, IDAI Dorong Vaksinasi Dini sebagai Perlindungan Komprehensif

Untuk itu, masyarakat perlu menjalankan 3M Plus secara konsisten, mengurangi paparan gigitan nyamuk, serta menjaga lingkungan rumah dan tempat beraktivitas agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk penyebab dengue.

Country Head Malaysia & Indonesia Takeda Simon Gallagher mengatakan, perlindungan dari dengue merupakan tanggung jawab bersama karena dampaknya dapat dirasakan oleh seluruh anggota keluarga.

“DBD tidak hanya berdampak pada pasien. Ketika satu orang sakit, seluruh keluarga ikut merasakan dampaknya, mulai dari kekhawatiran, waktu yang digunakan untuk merawat, hingga beban finansial,” sebut Simon.

Menurutnya, keluarga perlu menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan dengue. Setelah 58 tahun menghadapi DBD, Indonesia memiliki pengetahuan, pengalaman, dan pilihan intervensi yang semakin lengkap.

Namun, masih banyaknya pasien yang membutuhkan perawatan menunjukkan bahwa perjuangan melawan dengue masih harus dilanjutkan.

Semangat “Merdeka dari DBD” dapat dimulai dari rumah. Masyarakat dapat mengambil langkah sederhana dengan menjaga kebersihan lingkungan, menjalankan 3M Plus, melindungi diri dari gigitan nyamuk, mengenali tanda bahaya, dan segera mencari pertolongan medis ketika diperlukan.

Keluarga juga dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mengetahui pilihan pencegahan yang sesuai.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Pre-Order iPhone 18 Pro Sudah Dibuka, Bawa Chip A20 Pro & Fitur Kamera Mewah

Pre-Order iPhone 18 Pro Max resmi dibanderol Rp 29,499 juta. Terkuak alasan mengapa sektor kameranya jauh lebih unggul ketimbang kompetitor.

7 Kebiasaan Sehari-hari yang Bikin Rumah Makin Berantakan Tanpa Disadari

Ini 7 kebiasaan sehari-hari ternyata bisa bikin rumah makin berantakan tanpa disadari. Kenali penyebab dan ubah rutinitas kecil agar lebih rapi.

Harga Emas Pegadaian Hari Ini (9/10) Turun Hingga Rp 11.000, Cek Harga Terbaru

Harga emas batangan yang dijual di Pegadaian hari ini kompak mengalami penurunan hingga Rp 11.000 per gram. Cek harga terbaru. 

Naik MRT Jakarta Bisa Pakai Kartu Kredit BCA, Begini Cara Aktifkan Contactless

Naik MRT Jakarta kini bisa pakai Kartu Kredit BCA. Cek syarat, cara aktifkan Contactless, dan panduan tap di gate di sini, yuk.  

Daftar Film Populer Letterboxd Seminggu Ini, Banyak Film Baru

Yuk, tonton semua judul film viral yang sedang banyak ditonton dan menjadi tren di Letterboxd sepanjang minggu ini.​

Area Tangga Jadi Lebih Menarik, Ini 3 Cara Simpel Menatanya di Tahun 2026

Area tangga sering kali hanya dianggap sebagai jalur untuk berpindah lantai, padahal sudut ini bisa ikut memperkuat tampilan interior rumah. 

Bukan Cuma Lansia! Ini 7 Penyebab Stroke yang Serang Anak Muda, Termasuk Stres

Jangan anggap remeh! Kenali berbagai penyebab stroke pada usia muda mulai dari kebiasaan merokok, stres berlebihan, hingga gaya hidup sedenter.

Nikmati Promo Yoshinoya Weekend Oktober, Ada Cashback 25% Pakai QRIS myBCA

Khusus nasabah BCA, nikmati keseruan akhir pekan dengan promo Yoshinoya spesial cashback 25% setiap hari Jumat hingga Minggu sepanjang Oktober.

5 Penyebab Usaha Kopi Gagal di Tahun Pertama dan Cara Menghindarinya

Usaha kopi tak selalu berjalan mulus. Kenali 5 penyebab coffee shop gagal di tahun pertama dan cara agar bisnis tetap bertahan.  

Luka Pasien Gula Darah Tinggi Bahayakan Nyawa jika Terlambat Ditangani Dokter

Gula darah tinggi terbukti melumpuhkan fungsi sel darah putih. Pelajari pencegahan komplikasi luka pada penderita gula darah tinggi berikut ini.