MOMSMONEY.ID - Pernahkah suara Anda terasa serak, berat, atau bahkan hampir hilang setelah seharian mengajar, memimpin rapat, melayani pelanggan, atau berbicara di depan banyak orang? Banyak orang menganggap kondisi ini sebagai hal yang wajar karena risiko pekerjaan.
Padahal, keluhan tersebut bisa menjadi tanda vocal fatigue atau kelelahan suara, yaitu kondisi ketika pita suara bekerja terlalu keras sehingga kualitas suara menurun.
Jika terjadi berulang dan tidak ditangani dengan baik, kelelahan suara dapat mengganggu komunikasi, menurunkan produktivitas, bahkan mempengaruhi kualitas hidup, terutama bagi mereka yang mengandalkan suara sebagai alat utama untuk bekerja.
Kelelahan suara dapat dialami oleh siapa saja. Namun, risiko lebih tinggi terjadi pada orang yang menggunakan suara sebagai bagian penting dari pekerjaannya. Beberapa kelompok yang lebih berisiko mengalami kelelahan suara antara lain: pengajar, penyanyi, pembawa acara, petugas layanan konsumen, instruktur atau pekerja di lingkungan yang bising.
Baca Juga: 6 Cara Alami untuk Mengembalikan Suara yang Hilang, Coba yuk!
Lantas bagaimana pengobatannya?
Pada banyak kasus, kelelahan suara dapat membaik dengan mengurangi beban suara, memperbaiki kebiasaan berbicara, dan mengatasi faktor pemicu.Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain adalah seperti dilansir dari situs Kementerian Kesehatan berikut ini:
Istirahat suara
Mengurangi penggunaan suara saat mulai serak, berat, atau sakit. Istirahat suara bukan berarti harus diam total sepanjang hari, tetapi mengurangi berbicara yang tidak perlu dan menghindari memaksakan suara.
Cukup minum
Menjaga hidrasi membantu tenggorokan terasa lebih nyaman dan mendukung fungsi suara.
Menghindari berteriak atau berbicara terlalu keras
Jika harus berbicara di ruangan besar atau bising, sebaiknya gunakan mikrofon atau alat bantu pengeras suara.
Terapi suara bila diperlukan
Terapi suara dapat membantu memperbaiki teknik penggunaan suara, mengurangi ketegangan, dan mencegah kekambuhan, terutama pada pekerja yang sangat bergantung pada suara.
Mengatasi penyakit penyerta
Bila keluhan dipicu oleh refluks asam lambung, alergi, batuk kronis, infeksi, atau iritasi, kondisi tersebut perlu ditangani.
Menghindari iritan
Asap rokok, debu, polusi, dan udara kering dapat memperburuk keluhan suara.
Pemeriksaan lebih lanjut bila keluhan menetap
Bila suara serak atau cepat habis berlangsung lama, sering berulang, atau mengganggu pekerjaan, sebaiknya diperiksakan ke dokter.
Untuk pekerja pengguna suara profesional, pendekatan terbaik tidak hanya mengobati saat keluhan muncul, tetapi juga mengelola risiko penggunaan suara dalam pekerjaan. Kajian tentang pengguna suara okupasional menekankan pentingnya manajemen risiko aktif, edukasi, pencegahan, dan rehabilitasi untuk menjaga kesehatan suara pekerja.
Baca Juga: Kloning Suara AI Bisa Kuras Rekening Tanpa Disadari, Ini Cara Melindungi Diri
Bagaimana mencegahnya?
Kelelahan suara umumnya dapat dicegah dengan menerapkan kebiasaan yang baik saat menggunakan suara dalam aktivitas sehari-hari. Hal ini sangat penting bagi orang yang menggunakan suara sebagai alat utama untuk bekerja, seperti guru, penyanyi, penyiar, petugas call center, atau layanan nasabah maupun pembicara publik.
Selain menjaga kesehatan pita suara, langkah-langkah berikut juga dapat membantu mengurangi risiko gangguan suara dalam jangka panjang.
Beri waktu istirahat pada suara
Pita suara juga membutuhkan waktu untuk beristirahat, sama seperti otot tubuh lainnya. Jika harus berbicara dalam waktu lama, usahakan menyempatkan jeda beberapa menit di sela-sela aktivitas agar pita suara tidak terus-menerus bekerja.
Hindari berbicara terlalu keras atau berteriak
Berbicara dengan suara keras dalam waktu lama dapat membuat pita suara bekerja lebih berat. Bila harus berbicara di ruangan yang luas atau bising, gunakan mikrofon atau pengeras suara agar tidak perlu memaksakan suara.
Minum air putih yang cukup
Menjaga tubuh tetap terhidrasi membantu menjaga kelembapan pita suara sehingga lebih nyaman saat digunakan. Sebaiknya minum air putih secara teratur, terutama saat banyak berbicara atau berada di ruangan ber-AC.
Gunakan teknik berbicara yang baik
Hindari berbicara dengan tenggorokan yang tegang atau memaksakan nada suara yang terlalu tinggi maupun terlalu rendah. Bagi penyanyi, guru, atau profesi lain yang menggunakan suara secara intensif, mempelajari teknik vokal yang benar dapat membantu menjaga kesehatan suara.
Hindari kebiasaan yang dapat mengiritasi pita suara
Kurangi atau hindari merokok, paparan asap rokok, debu, dan polusi udara karena dapat mengiritasi tenggorokan dan pita suara. Selain itu, hindari terlalu sering berdeham karena dapat menimbulkan gesekan berulang pada pita suara.
Jaga kesehatan tubuh
Tidur yang cukup, mengelola stres, dan segera mengatasi batuk, pilek, alergi, atau refluks asam lambung dapat membantu menjaga kualitas suara. Saat sedang mengalami infeksi saluran napas atau suara mulai serak, sebaiknya kurangi penggunaan suara agar tidak memperberat keluhan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News